Dikira Masuk Angin atau Gangguan Lambung, Mengapa Gejala Serangan Jantung Bisa Terabaikan?

Dikira Masuk Angin atau Gangguan Lambung, Mengapa Gejala Serangan Jantung Bisa Terabaikan?

16 Oktober 2026 | 10:59

KebonCinta.com - Rasa tidak nyaman di dada atau ulu hati terkadang langsung dianggap sebagai gangguan lambung. Ketika disertai keringat dan badan terasa lemah, sebagian orang mungkin menyebutnya masuk angin, lalu memilih beristirahat sambil menunggu keluhan hilang.

Persoalannya, gejala serangan jantung juga dapat menyerupai keluhan tersebut. Anggapan bahwa serangan jantung selalu ditandai nyeri dada hebat bisa membuat tanda yang lebih ringan kurang diperhatikan.

American Heart Association (AHA) menjelaskan bahwa gejala serangan jantung dapat muncul mendadak dan kuat, tetapi juga bisa dimulai perlahan dengan keluhan ringan. Sebagian orang bahkan mengalami gejala yang sangat sedikit atau tidak menyadarinya. 

Gejala Serangan Jantung Tidak Selalu Berupa Nyeri Hebat

Gambaran seseorang memegangi dada lalu ambruk bukan satu-satunya bentuk serangan jantung. Keluhan dapat berupa tekanan, rasa penuh, atau sensasi seperti diremas pada bagian tengah dada.

Baca Juga: 3 Makanan yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Ginjal, Apa Saja? 

Menurut AHA, rasa tidak nyaman juga dapat muncul di lengan, punggung, leher, rahang, atau perut. Sesak napas bisa terjadi dengan maupun tanpa keluhan di dada. Tanda lain meliputi keringat dingin, mual, dan kepala terasa ringan. 

Karena bentuknya beragam, seseorang mungkin menghubungkan keluhan dengan makanan yang baru dikonsumsi atau aktivitas sebelumnya. Dugaan awal tersebut dapat membuat kebutuhan mencari pertolongan terabaikan.

Keluhan Serangan Jantung Bisa Menyerupai Gangguan Lambung

NHS menjelaskan bahwa sebagian penderita serangan jantung hanya mengalami nyeri ringan yang terasa seperti gangguan pencernaan. Ada pula yang mengalami sesak napas, mual, atau nyeri punggung dan rahang tanpa nyeri dada. 

Kemiripan ini tidak berarti setiap keluhan ulu hati merupakan serangan jantung. Namun, lokasi atau ringan-beratnya rasa sakit saja tidak cukup untuk memastikan penyebabnya.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk membedakan kondisi tersebut. Menetapkan sendiri bahwa keluhan “hanya lambung” berisiko menunda penanganan apabila ternyata berkaitan dengan jantung.

Baca Juga: Sering Begadang Jangan Dianggap Sepele, Ini 5 Dampak Buruknya bagi Kesehatan Tubuh 

Menunggu Gejala Serangan Jantung Memburuk Bisa Menunda Pertolongan

Seseorang mungkin merasa masih aman karena tetap mampu berbicara atau berjalan. Padahal, pada serangan jantung, jantung biasanya masih berdetak dan korban dapat tetap sadar.

AHA menegaskan bahwa semakin lama serangan jantung tidak ditangani, semakin besar kerusakan yang dapat terjadi pada otot jantung. Karena itu, bantuan medis perlu dicari segera meskipun penyebab keluhan belum pasti. 

Jangan Abaikan Dugaan Gejala Serangan Jantung

Jika muncul rasa tidak nyaman di dada yang tidak biasa, terutama bersama sesak napas, keringat dingin, atau nyeri menjalar, segera cari bantuan medis. Tidak perlu menunggu seluruh gejala muncul bersamaan.

Di Indonesia, layanan darurat medis dapat dihubungi melalui 119. Sampaikan lokasi, keluhan, dan kondisi korban, lalu ikuti arahan operator.

Baca Juga: Teh Jahe Bisa Menambah Asupan Cairan, Apa Perannya dalam Menjaga Kesehatan Ginjal? 

Mengenali kemungkinan serangan jantung bukan berarti harus mampu mendiagnosis sendiri. Yang dibutuhkan adalah kesediaan untuk menanggapi keluhan secara serius dan memperoleh pemeriksaan tanpa menunggu kondisi memburuk.

Tags:
Gejala Serangan Jantung Gangguan Lambung Masuk Angin 10 november

Komentar Pengguna