Khazanah
M. Panji Maulana

Doa Qunut Subuh Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Hukum Jika Tidak Membacanya

Doa Qunut Subuh Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Hukum Jika Tidak Membacanya

13 Oktober 2026 | 06:18

KebonCinta.com – Doa Qunut Subuh merupakan bacaan yang dikenal dalam pelaksanaan sholat Subuh, khususnya di kalangan umat Islam yang mengikuti mazhab Syafi'i. Namun, sebagian Muslim tidak membacanya karena mengikuti pendapat fikih berbeda. Apakah Qunut Subuh wajib? Bagaimana bacaan Arab, Latin, dan artinya? Berikut penjelasan berdasarkan rujukan hadis dan ulama.

Apa Itu Doa Qunut Subuh?

Qunut merupakan doa dan pujian kepada Allah yang dibaca pada bagian tertentu dalam sholat. Dalam tradisi mazhab Syafi'i, Qunut Subuh dikerjakan pada rakaat kedua setelah rukuk, ketika berdiri iktidal.

Isi doanya berupa permohonan petunjuk, kesehatan, perlindungan, keberkahan, serta keselamatan dari keburukan.

Doa Qunut Subuh berbeda dari Qunut Nazilah yang dibaca dalam keadaan tertentu ketika terjadi musibah besar.

Bacaan Doa Qunut Subuh Arab Lengkap

Berikut salah satu redaksi doa Qunut Subuh menurut panduan NU Online untuk orang yang melaksanakan sholat sendirian.

اَللّٰهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ.

Redaksi ini memuat doa pokok dan sejumlah tambahan yang dikenal dalam tradisi fikih. Bagian doa pokok juga terdapat dalam hadis Hasan bin Ali mengenai Qunut Witir, sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud nomor 1425.

Baca Juga: Ini Makna Doa Qunut yang Diajarkan Rasulullah kepada Cucunya 

Bacaan Doa Qunut Subuh Latin

Allāhummahdinī fīman hadait, wa ‘āfinī fīman ‘āfait, wa tawallanī fīman tawallait, wa bārik lī fīmā a‘thait, wa qinī syarra mā qadhait.

Fa innaka taqdhī wa lā yuqdha ‘alaik, wa innahū lā yadzillu man wālait, wa lā ya‘izzu man ‘ādait.

Tabārakta rabbanā wa ta‘ālait, fa lakal-hamdu ‘alā mā qadhait, astaghfiruka wa atūbu ilaik.

Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin-nabiyyil-ummiyyi wa ‘alā ālihi wa shahbihi wa bāraka wa sallam.

Transliterasi Latin hanya membantu pembelajaran. Pelafalan huruf Arab tetap sebaiknya diperiksa melalui guru atau pembimbing Al-Qur'an.

Arti Doa Qunut Subuh

Makna doa tersebut adalah memohon agar Allah memberikan petunjuk sebagaimana kepada orang-orang yang telah memperoleh petunjuk-Nya.

Di dalamnya juga terdapat permohonan kesehatan, pemeliharaan, keberkahan atas pemberian Allah, serta perlindungan dari keburukan ketetapan yang menimpa manusia.

Bacaan ini menegaskan bahwa Allah menetapkan segala sesuatu dan tidak ada pihak yang dapat menetapkan sesuatu atas-Nya.

Bagian akhirnya berisi pujian, permohonan ampun, taubat, dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan para sahabatnya.

Baca Juga: Doa Setelah Sholat Fardhu, Lengkap dengan Urutan Dzikir, Bacaan Arab, Latin, dan Artinya 

Kapan Doa Qunut Subuh Dibaca?

Menurut mazhab Syafi'i, Qunut Subuh dibaca pada rakaat kedua, setelah rukuk dan iktidal, sebelum turun untuk sujud pertama.

Urutannya sebagai berikut:

  1. Kerjakan rakaat kedua sampai selesai rukuk.
  2. Bangkit dari rukuk dan berdiri iktidal.
  3. Baca doa Qunut Subuh.
  4. Setelah selesai, lanjutkan sujud pertama.
  5. Sempurnakan sholat hingga tahiyat akhir dan salam.

Dalam praktik berjamaah, imam biasanya membaca qunut dengan suara yang dapat didengar makmum.

Hukum Qunut Subuh Menurut Mazhab Syafi'i

Dalam mazhab Syafi'i, Qunut Subuh termasuk sunah ab‘adh, yaitu amalan sunah dalam sholat yang apabila ditinggalkan dianjurkan diganti dengan sujud sahwi.

Dasar yang dibahas para ulama antara lain riwayat mengenai qunut Nabi dalam sholat Subuh. Namun, terdapat perbedaan penilaian hadis dan penafsiran terhadap apakah amalan tersebut berlangsung terus-menerus.

Qunut bukan rukun sholat. Karena itu, meninggalkannya tidak otomatis membatalkan sholat Subuh.

Mengapa Muhammadiyah Tidak Membaca Qunut Subuh?

Majelis Tarjih Muhammadiyah tidak menetapkan Qunut Subuh secara rutin. Salah satu alasannya adalah penilaian terhadap riwayat yang menyatakan Nabi terus-menerus melakukan Qunut Subuh hingga wafat.

Dalam penjelasan Muhammadiyah, hadis tersebut dinilai lemah, sedangkan riwayat qunut lain dipahami dalam konteks keadaan tertentu.

Sementara itu, ulama Syafi'iyah memiliki penilaian dan metode pemahaman dalil yang berbeda. Karena itu, perbedaan pelaksanaan qunut termasuk persoalan fikih yang perlu dihormati.

Jika Lupa Membaca Qunut, Apakah Sholat Sah?

Sholat Subuh tetap sah apabila syarat dan rukunnya terpenuhi.

Dalam mazhab Syafi'i, seseorang yang lupa membaca Qunut Subuh dianjurkan melakukan dua kali sujud sahwi sebelum salam.

Jika sudah terlanjur salam tanpa sujud sahwi, sholat tidak otomatis batal hanya karena meninggalkan qunut dan sujud sahwi yang disunahkan.

Bagaimana Jika Imam Tidak Membaca Qunut?

Makmum sebaiknya menjaga ketertiban sholat berjamaah.

Menurut penjelasan NU Online, apabila imam tidak berqunut tetapi berhenti sejenak saat iktidal, makmum yang mengikuti mazhab Syafi'i dapat membaca qunut selama tidak tertinggal dari imam.

Jika imam langsung melanjutkan sujud, makmum mengikuti gerakan imam dan tidak memaksakan bacaan sampai tertinggal.

Apakah Qunut Harus Mengangkat Tangan?

Dalam panduan Syafi'i, mengangkat tangan ketika membaca qunut termasuk praktik yang dianjurkan. Namun, gerakan tersebut bukan syarat sah sholat.

Imam yang berdoa untuk jamaah dianjurkan menggunakan bentuk jamak, misalnya ihdinā (berilah kami petunjuk), bukan ihdinī (berilah aku petunjuk).

Untuk menghafalnya, mulailah dari bagian permohonan petunjuk dan kesehatan, kemudian tambahkan bagian berikutnya secara bertahap.

 

Tags:
doa qunut Qunut Subuh Doa Qunut Latin

Komentar Pengguna