Kampus
Hilmi An Naufal

Fasilkom UI Siapkan Prodi dan Magister AI, 15 Profesor Dunia Bahas AI hingga Komputer Kuantum

Fasilkom UI Siapkan Prodi dan Magister AI, 15 Profesor Dunia Bahas AI hingga Komputer Kuantum

18 Oktober 2026 | 10:09

KebonCinta.com — Perkembangan kecerdasan buatan yang sangat cepat mendorong perguruan tinggi memperkuat pendidikan dan penelitian di bidang teknologi.

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia kini tengah mempersiapkan Program Studi dan Magister Artificial Intelligence atau AI.

Informasi tersebut disampaikan bersamaan dengan penyelenggaraan rangkaian konferensi internasional Fasilkom UI pada 17 Oktober 2026.

Forum menghadirkan peneliti dan pakar teknologi dari berbagai negara.

Dekan Fasilkom UI Prof. Wisnu Jatmiko menyebut sekitar 15 profesor kelas dunia ikut dilibatkan.

“Kami mengundang sekitar 15 profesor top dunia dengan H-index di atas 100,” ujar Wisnu.

Para akademisi berasal dari sekitar tiga hingga empat benua dengan perwakilan peserta dari 15 sampai 20 negara.

Topik yang dibahas tidak hanya kecerdasan buatan.

Konferensi juga mengangkat robotika, big data, keamanan basis data hingga quantum computing atau komputasi kuantum.

Tata kelola teknologi juga menjadi salah satu perhatian.

Perkembangan AI yang sangat cepat membuat pemerintah dan industri perlu memikirkan bagaimana teknologi dapat digunakan tanpa mengabaikan keamanan maupun kedaulatan data.

Baca Juga: Puasa Qadha Ramadhan: Bacaan Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Batas Akhir Menggantinya 

Fasilkom UI menilai hubungan antara kampus dan industri perlu diperkuat.

Riset yang dilakukan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada publikasi akademik.

Inovasi juga perlu dikembangkan menjadi teknologi yang dapat digunakan masyarakat dan industri.

“Tantangan terbesar kita saat ini adalah industri nasional yang mayoritas masih berposisi sebagai user,” kata Wisnu.

Menurutnya, Indonesia perlu meningkatkan kemampuan riset dan pengembangan agar tidak hanya menjadi pengguna produk teknologi dari negara lain.

Persoalan konsumsi energi AI juga ikut dibahas.

Penggunaan GPU dalam pusat data membutuhkan listrik yang besar dan sistem pendinginan yang juga memerlukan sumber daya.

Komputasi kuantum menjadi salah satu teknologi yang dieksplorasi untuk melihat kemungkinan alternatif pada masa depan.

Meski demikian, teknologi kuantum sendiri masih berada dalam tahap perkembangan dan belum menggantikan seluruh kebutuhan komputasi konvensional.

Mahasiswa juga mendapatkan manfaat langsung dari forum tersebut.

Mereka dapat mengetahui perkembangan riset terbaru tanpa hanya mengandalkan buku maupun materi perkuliahan.

Interaksi dengan peneliti internasional juga dapat membuka peluang kolaborasi dan memperluas jejaring akademik.

Rencana membuka Program Studi dan Magister AI memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi mulai menyesuaikan diri dengan kebutuhan kompetensi baru.

AI kini digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, keuangan, transportasi hingga industri kreatif.

Namun kebutuhan sumber daya manusia tidak hanya terbatas pada orang yang mampu menggunakan aplikasi AI.

Indonesia juga membutuhkan peneliti dan pengembang yang memahami algoritma, keamanan, data, etika dan infrastruktur komputasi.

Perguruan tinggi mempunyai peran penting dalam menyiapkan tenaga tersebut.

Jika program baru dapat dikembangkan dengan baik, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna AI tetapi ikut membangun teknologi yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

Tags:
Universitas Indonesia Fasilkom UI AI Magister AI Komputer Kuantum Robotika Mahasiswa teknologi

Komentar Pengguna