Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

Gerabah Lio Pasongan Cirebon Bertahan, Perajin Dorong Regenerasi dan Pemasaran Digital

Gerabah Lio Pasongan Cirebon Bertahan, Perajin Dorong Regenerasi dan Pemasaran Digital

27 Oktober 2026 | 17:42

KebonCinta.com — Kerajinan gerabah Lio Pasongan di Desa Ciledug Lor, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, terus dipertahankan para perajin. Regenerasi keterampilan dan penguatan pemasaran menjadi perhatian di tengah persaingan dengan perlengkapan rumah tangga modern.

Dalam laporan detikJabar yang terbit Selasa, 27 Oktober 2026, pensiunan guru Widodo Supriadi menjadi salah satu sosok yang kembali menekuni kerajinan tersebut. Ia berupaya menjaga keterampilan yang diwariskan lintas generasi.

COET MASIH MEMILIKI PASAR

Coet atau cobek menjadi salah satu produk yang diminati, termasuk oleh pedagang tahu gejrot di luar kota. Harga yang disampaikan perajin berkisar Rp2.000–Rp7.000 per buah, bergantung ukurannya.

Baca Juga: Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen Berlaku hingga 4 November 2026, Cek Syarat E-Vouchernya 

Kebutuhan usaha kuliner membuka ruang bagi gerabah untuk terus digunakan. Produk tradisional tersebut tetap memiliki fungsi dalam kegiatan memasak dan penyajian makanan.

Perajin Muhammad Aripin menilai pengenalan kepada generasi muda perlu menggunakan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan mereka. Salah satu gagasannya adalah lokakarya pembuatan gerabah di kafe atau ruang kreatif.

PENDAMPINGAN USAHA DIPERLUKAN

Aripin juga menyoroti kebutuhan pengembangan produk dan pemasaran digital. Menurutnya, perajin memerlukan pendampingan, akses pasar, pelatihan, serta dukungan usaha yang berkelanjutan.

Gagasan tersebut menghubungkan pelestarian keterampilan dengan keberlangsungan mata pencaharian. Keterlibatan generasi berikutnya diharapkan tumbuh melalui kesempatan mengenal proses sekaligus melihat peluang pengembangan produk.

JEJAK DOKUMENTASI SEBELUMNYA

Sebagai latar, kegiatan pelestarian di Ciledug Lor pernah didokumentasikan tim Universitas Muhammadiyah Cirebon dalam Jurnal Abdisci edisi November 2023. Publikasi itu membahas revitalisasi tempat kerajinan dan pembuatan film dokumenter sejarah gerabah.

Kegiatan yang dilaporkan saat itu mencakup pembersihan, pengecatan, pemasangan penunjuk arah, serta spanduk pengenalan lokasi. Tim juga mendokumentasikan wawancara dengan perajin dan tahapan pembuatan gerabah.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa pengenalan Lio Pasongan telah diupayakan melalui penataan tempat dan media informasi. Dokumentasi sejarah membantu menyimpan pengetahuan mengenai pelaku, proses, dan identitas kerajinan setempat.

POTENSI PEMBELAJARAN BUDAYA

Publikasi pengabdian tersebut menempatkan kawasan gerabah sebagai ruang yang memiliki nilai seni budaya dan potensi wisata edukasi. Proses pengolahan tanah liat menyediakan materi pengenalan keterampilan yang dapat dipelajari secara langsung.

Dalam konteks pendidikan, dokumentasi perajin dapat menjadi bahan untuk mengenalkan hubungan antara budaya lokal dan kegiatan ekonomi. Pengalaman membuat produk juga membuka pembahasan mengenai ketelitian, kreativitas, serta tahapan produksi.

Perhatian perajin pada 2026 memperlihatkan kebutuhan melanjutkan pengenalan tersebut kepada generasi muda. Keberlanjutan gerabah Lio Pasongan membutuhkan hubungan antara pewarisan keterampilan, inovasi yang sesuai, dan kesempatan memperoleh pasar bagi hasil kerja perajin.

Tags:
gerabah Lio Pasongan Ciledug Lor kerajinan Cirebon perajin gerabah budaya Cirebon UMKM cirebon

Komentar Pengguna