KebonCinta.com - Penyakit ginjal kronis sering berkembang secara perlahan dan pada tahap awal tidak selalu menimbulkan gejala yang mudah dikenali.
Akibatnya, sebagian orang baru mengetahui adanya gangguan ginjal setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya pemeriksaan bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko, termasuk diabetes, hipertensi, dan riwayat penyakit ginjal.
Selain itu, penelitian mengenai hubungan polusi udara dengan kesehatan ginjal semakin memperkuat perhatian terhadap faktor lingkungan.
Ginjal memiliki kemampuan mempertahankan berbagai fungsi tubuh meskipun terjadi penurunan fungsi secara bertahap.
Pada tahap awal, seseorang mungkin masih dapat menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa keluhan yang jelas.
Gejala seperti pembengkakan, mudah lelah, perubahan pola buang air kecil, atau mual dapat muncul pada kondisi tertentu.
Namun, gejala tersebut tidak spesifik untuk penyakit ginjal dan tidak selalu ditemukan pada semua pasien.
Karena itu, diagnosis tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan keluhan.
Pemeriksaan darah untuk mengukur kreatinin dapat digunakan dalam perhitungan estimasi laju filtrasi glomerulus atau eGFR.
Nilai eGFR membantu memperkirakan kemampuan ginjal dalam menyaring darah.
Selain itu, pemeriksaan urine, termasuk rasio albumin terhadap kreatinin urine atau uACR, dapat membantu mendeteksi kebocoran protein yang berkaitan dengan kerusakan ginjal.
Kedua pemeriksaan tersebut memberikan informasi yang saling melengkapi.
Orang dengan diabetes, hipertensi, penyakit kardiovaskular, atau riwayat keluarga penyakit ginjal dapat membutuhkan pemeriksaan sesuai penilaian tenaga medis.
Individu yang telah memiliki penyakit ginjal juga memerlukan pemantauan berdasarkan kondisi dan rencana perawatannya.
Paparan polusi udara saja tidak otomatis menjadi alasan untuk melakukan seluruh jenis pemeriksaan ginjal tanpa mempertimbangkan faktor risiko lainnya.
Baca Juga: Kandungan Cokelat Putih dan Nilai Gizinya, Apakah Baik untuk Kesehatan?
Gangguan ginjal yang ditemukan lebih awal dapat memberikan kesempatan untuk mengendalikan faktor risiko dan menentukan penanganan yang sesuai.
Pengelolaan tekanan darah, gula darah, dan penggunaan obat berdasarkan anjuran dokter merupakan bagian penting dalam menjaga fungsi ginjal.
Masyarakat juga perlu menghindari penggunaan obat atau suplemen secara sembarangan yang berpotensi membahayakan ginjal.
Baca Juga: Menangis Saat Membaca Novel Sedih? Ini Manfaat Membaca Fiksi bagi Kesehatan Mental
Dengan pemeriksaan yang tepat, gangguan ginjal dapat dikenali sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir