Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

Gunung Ciremai Kembali Terbakar, Asap Pekat Membumbung dari Blok Batu Saheng Kuningan

Gunung Ciremai Kembali Terbakar, Asap Pekat Membumbung dari Blok Batu Saheng Kuningan

10 Oktober 2026 | 14:46

KebonCinta.com β€” Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Kebakaran terpantau pada Jumat, 9 Oktober 2026 dan menimbulkan kepulan asap pekat di kawasan hutan.

Lokasi kebakaran berada di Blok Batu Saheng Grid 20K, Resor Pasawahan, SPTN Wilayah I Kuningan.

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menyebut kebakaran mulai diketahui sekitar pukul 13.45 WIB.

Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan dan Kehumasan TNGC Eska Nata Suryana membenarkan kejadian tersebut.

β€œTim Dalkarhut masih berada di lapangan dan terus melakukan upaya pemadaman,” ujarnya pada Jumat.

Petugas berupaya mencegah api menyebar ke kawasan hutan lainnya.

Pantauan menggunakan kamera udara memperlihatkan api masih membakar rerumputan serta vegetasi di area terdampak pada saat penanganan dilakukan.

Baca Juga: Jangan Asal Minum Obat Saat Flu, Kebiasaan Ini Bisa Bikin Pengobatan Jadi Tidak Tepat 

Asap tebal terlihat membumbung dan menutupi sebagian kawasan.

Masyarakat Peduli Api atau MPA Silihwangi Majakuning juga ikut membantu proses pemadaman.

Kebakaran pertama kali diketahui petani hutan di sekitar Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan.

Pada tahap awal penanganan, sebagian petugas melakukan pemadaman secara manual.

Air dari embung yang telah disiapkan di kawasan tersebut dimanfaatkan untuk membantu mengendalikan api.

Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan ketika proses penanganan berlangsung.

Luas area yang terbakar juga belum langsung diketahui karena petugas masih memprioritaskan pemadaman.

Gunung Ciremai sebelumnya telah beberapa kali mengalami kebakaran selama musim kemarau 2026.

Kondisi vegetasi kering dan angin dapat membuat api lebih cepat menyebar apabila muncul titik kebakaran.

Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai memiliki peran penting bagi ekosistem Jawa Barat.

Selain menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna, kawasan hutan juga berfungsi sebagai daerah tangkapan air bagi wilayah sekitarnya.

Karena itu, kebakaran hutan tidak hanya berpotensi merusak vegetasi.

Dampaknya juga dapat memengaruhi satwa liar, kualitas udara hingga fungsi kawasan sebagai penyimpan air.

Masyarakat di sekitar kawasan konservasi diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api.

Aktivitas yang dapat memicu kebakaran juga harus dihindari selama kondisi lahan masih kering.

Petugas TNGC bersama kelompok masyarakat terus melakukan penanganan agar kebakaran tidak berkembang lebih luas.

Informasi mengenai luasan terdampak dan penyebab kejadian masih menunggu hasil penanganan serta evaluasi petugas di lapangan.

Tags:
Gunung Ciremai Kuningan Karhutla TNGC Pasawahan Jawa Barat Kebakaran Hutan

Komentar Pengguna