Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

Hari Santri 2026 di Cirebon Targetkan 6.600 Peserta Gerak Jalan Bersarung dan 10 Ribu Orang Makan Nasi Jamblang

Hari Santri 2026 di Cirebon Targetkan 6.600 Peserta Gerak Jalan Bersarung dan 10 Ribu Orang Makan Nasi Jamblang

22 Oktober 2026 | 06:36

KebonCinta.com — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyiapkan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Salah satu agenda utamanya adalah gerak jalan bersarung yang ditargetkan melibatkan 6.600 peserta.

Kegiatan tersebut direncanakan diikuti 300 tim dan menjadi bagian dari peringatan Hari Santri tingkat PCNU Kabupaten Cirebon.

Ketua Panitia Pelaksana HSN PCNU Kabupaten Cirebon, KH Mohammad Luthfi NZ, menyampaikan rencana tersebut dalam konferensi pers di Kantor PCNU Kabupaten Cirebon, Selasa, 20 Oktober 2026.

Menurutnya, target peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang diikuti sekitar 2.200 orang dari hampir 100 tim.

Baca Juga: Berapa Idealnya Dana Darurat Keluarga? Cek Cara Menghitungnya agar Tak Panik saat Pengeluaran Mendadak

PUNCAK KEGIATAN DIG ELAR 14 NOVEMBER 2026

Meski Hari Santri Nasional diperingati pada 22 Oktober, PCNU Kabupaten Cirebon menjadwalkan puncak peringatannya pada Sabtu, 14 November 2026.

Lokasi kegiatan direncanakan berada di lapangan depan Gelanggang Olahraga (GOR) Mbah Muqoyyim, Pondok Pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon.

Sekretaris PCNU Kabupaten Cirebon, KH Asep Saepuloh, menjelaskan bahwa pemilihan tanggal tersebut mempertimbangkan berbagai kegiatan dan upacara yang sudah diselenggarakan pada 22 Oktober di tingkat kecamatan, kabupaten, dan pemerintah.

PCNU Kabupaten Cirebon sendiri membawahi 40 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang dapat menyelenggarakan kegiatan di wilayah masing-masing.

MAKAN NASI JAMBLANG BERSAMA 10 RIBU ORANG

Selain gerak jalan bersarung, panitia juga menyiapkan kegiatan makan bersama dengan menu nasi jamblang, kuliner khas Cirebon.

Panitia menargetkan kegiatan tersebut dapat melibatkan sekitar 10 ribu orang.

KH Mohammad Luthfi NZ menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan membantu memperkenalkan dan melestarikan kuliner lokal sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

Panitia juga membuka kemungkinan untuk mengupayakan pencatatan rekor melalui Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atau Original Rekor Indonesia (ORI).

Namun, angka 10 ribu orang tersebut masih merupakan target panitia, bukan jumlah peserta yang telah dipastikan hadir.

ADA LOMBA FILM DOKUMENTER DAN HALAQAH 500 KIAI

Rangkaian Hari Santri juga akan menghadirkan sejumlah kegiatan lainnya, antara lain:

  1. Pelatihan multimedia.
  2. Bahtsul masail.
  3. Lomba film dokumenter bertema pesantren dan kiai.
  4. Musabaqah Hifzhil Qur'an.
  5. Halaqah 500 kiai.
  6. Ziarah makam para masyayikh.
  7. Santunan anak yatim.
  8. Bazar produk usaha mikro, kecil, dan menengah.

Berbagai kegiatan tersebut direncanakan menjadi ruang bagi santri, pesantren, dan masyarakat untuk memperkenalkan karya serta mengembangkan potensi masing-masing.

BAGAIMANA CARA MENGIKUTI KEGIATANNYA?

Masyarakat yang ingin mengikuti gerak jalan bersarung maupun kegiatan lain dapat memantau informasi melalui PCNU Kabupaten Cirebon dan MWCNU di wilayahnya.

Hingga informasi yang dipublikasikan pada 21 Oktober 2026, belum ditemukan tautan pendaftaran umum yang terverifikasi untuk gerak jalan bersarung.

Karena itu, calon peserta sebaiknya memastikan persyaratan, mekanisme pendaftaran tim, jadwal pelaksanaan, dan ketentuan teknis langsung kepada panitia.

Peringatan Hari Santri 2026 di Kabupaten Cirebon diharapkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan, memperkenalkan pesantren kepada masyarakat, dan mendukung kegiatan ekonomi lokal.

Tags:
Hari Santri Cirebon 2026 PCNU Cirebon gerak jalan bersarung Buntet Pesantren nasi jamblang HSN 2026 Mbah Muqoyyim

Komentar Pengguna