Khazanah
Hilmi An Naufal

Hari Santri 2026 Digelar 22 Oktober, Kemenag Tetapkan Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”

Hari Santri 2026 Digelar 22 Oktober, Kemenag Tetapkan Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”

09 Oktober 2026 | 09:38

KebonCinta.com — Kementerian Agama resmi menerbitkan panduan pelaksanaan Hari Santri 2026 yang akan diperingati secara nasional pada Kamis, 22 Oktober.

Tema yang diangkat tahun ini adalah “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Tema tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2026.

Kemenag ingin peringatan tahun ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.

Santri diharapkan tampil sebagai generasi yang mempunyai karakter kuat, produktif, kreatif dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Menguatkan Negeri” dimaknai sebagai dorongan agar santri menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Peran santri tidak lagi hanya dipandang berada di lingkungan pesantren.

Santri juga didorong hadir dalam bidang pendidikan, ekonomi, teknologi, sosial hingga pembangunan masyarakat.

Kemenag menilai pesantren mempunyai posisi penting dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

Ada empat modal utama yang ditekankan dalam panduan Hari Santri tahun ini.

Pertama adalah ilmu yang mendalam.

Kedua, karakter yang kuat.

Ketiga adalah tradisi yang berakar.

Sedangkan modal keempat adalah keberanian untuk melakukan inovasi.

Kombinasi tersebut diharapkan membuat santri mampu mempertahankan nilai keislaman sekaligus menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan dunia.

Hari Santri juga menjadi pengingat terhadap peran ulama dan santri dalam sejarah bangsa.

Tanggal 22 Oktober berkaitan erat dengan Resolusi Jihad yang menjadi salah satu bagian penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Penguatan Pendidikan Karakter, Kebiasaan Sederhana yang Membentuk Anak Hebat 

Pada 2026, upacara Hari Santri akan dilaksanakan secara serentak pada Kamis, 22 Oktober mulai pukul 07.00 waktu setempat.

Kegiatan tersebut dapat dilaksanakan oleh jajaran Kementerian Agama, pemerintah daerah, pesantren, perguruan tinggi keagamaan, organisasi masyarakat Islam dan berbagai lembaga lainnya.

Upacara juga direncanakan disiarkan melalui kanal media sosial Kementerian Agama.

Rangkaian Hari Santri tidak berhenti pada upacara.

Kemenag mendorong pelaksanaan berbagai kegiatan yang melibatkan kreativitas dan kemandirian santri.

Kegiatan tersebut dapat berupa Pramuka Santri, program ekoteologi hingga Expo Kemandirian Pesantren.

Expo tersebut menjadi kesempatan pesantren menampilkan berbagai produk dan unit usaha yang telah dikembangkan.

Kemenag sebelumnya mencatat ribuan pesantren telah menerima dukungan inkubasi usaha dan sebagian berkembang menjadi Badan Usaha Milik Pesantren.

Hal tersebut menunjukkan pesantren juga mempunyai potensi besar dalam bidang ekonomi.

Selain pendidikan keagamaan, santri dapat memiliki keterampilan bisnis, teknologi maupun kewirausahaan.

Kemenag mengajak masyarakat ikut menyosialisasikan Hari Santri melalui media sosial, spanduk maupun berbagai kegiatan lain.

Namun seluruh kegiatan diminta tetap memperhatikan kesederhanaan serta kekhidmatan.

Peringatan 22 Oktober akhirnya bukan hanya menjadi hari mengenang sejarah.

Hari Santri 2026 juga diarahkan menjadi momentum untuk melihat bagaimana pesantren dan santri dapat mengambil peran lebih besar dalam membangun masa depan Indonesia.

Tags:
Hari Santri 2026 Santri pesantren kemenag 22 Oktober Pendidikan Islam indonesia emas

Komentar Pengguna