KebonCinta.com — Ribuan pondok pesantren yang sebelumnya mengajukan bantuan renovasi asrama melalui program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) BAZNAS RI 2026 memasuki tahapan penting.
Berdasarkan jadwal resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), pengumuman keputusan akhir penerima bantuan dijadwalkan pada Kamis, 22 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.
Program tersebut mendapat perhatian besar dari lembaga pendidikan pesantren di berbagai wilayah Indonesia.
BAZNAS mencatat sebanyak 2.641 pondok pesantren telah mengajukan permohonan bantuan sebelum masa pendaftaran ditutup.
Seluruh pengajuan kemudian menjalani proses seleksi dan verifikasi untuk menentukan lembaga yang memenuhi persyaratan.Baca Juga: Hari Santri 2026, Kemenag Resmi Luncurkan Satgas SAFESANTRI, Ini Fungsi dan Programnya
APA ITU PROGRAM PESANTREN NYAMAN BELAJAR?
Pesantren Nyaman Belajar merupakan salah satu program prioritas BAZNAS yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan dan tempat tinggal santri.
Bantuan diarahkan untuk mendukung renovasi asrama agar santri dapat tinggal dan mengikuti kegiatan pendidikan dalam lingkungan yang lebih layak, sehat, aman, dan nyaman.
Program tersebut memprioritaskan pesantren yang memiliki santri mukim dari kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Kelompok sasaran mencakup santri dari keluarga miskin, anak yatim, penyandang disabilitas, mualaf, serta kelompok rentan lainnya.
Namun, pengajuan proposal tidak otomatis menjadikan pesantren sebagai penerima bantuan.
BAZNAS tetap melakukan pemeriksaan dokumen, penilaian kelayakan, dan penetapan berdasarkan ketentuan program.
JADWAL BANTUAN PESANTREN BAZNAS 2026
Berdasarkan pengumuman resmi BAZNAS, berikut tahapan yang telah ditetapkan:
1. Penilaian dan keputusan: 1–21 Oktober 2026.
2. Pengumuman keputusan akhir: 22 Oktober 2026.
3. Bimbingan teknis penerima bantuan: 26 Oktober 2026.
4. Realisasi bantuan: 27–30 Oktober 2026.
5. Pelaksanaan renovasi dan pemantauan: 1 November–1 Desember 2026.
Jadwal tersebut merupakan rencana pelaksanaan yang diumumkan penyelenggara dan dapat mengalami penyesuaian.
CARA CEK HASIL BANTUAN RENOVASI PESANTREN BAZNAS
Pengelola pesantren yang sebelumnya telah mendaftar dapat memantau pengumuman melalui saluran resmi BAZNAS.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Buka browser melalui HP atau komputer.
2. Kunjungi situs resmi www.baznas.go.id.
3. Masuk ke bagian berita atau informasi program pendidikan dan dakwah.
4. Cari pengumuman Pesantren Nyaman Belajar Tahun 2026.
5. Periksa apakah keputusan akhir atau daftar penerima telah diterbitkan.
6. Cocokkan informasi lembaga dengan dokumen pengajuan sebelumnya.
7. Pantau akun Instagram resmi @beasiswabaznasri.
8. Ikuti petunjuk penyelenggara apabila dinyatakan sebagai penerima bantuan.
BAZNAS menjelaskan bahwa penetapan penerima dilakukan melalui Surat Keputusan Ketua BAZNAS RI.
Karena itu, pesantren perlu mengacu pada pengumuman resmi dan tidak hanya mempercayai pesan berantai yang belum jelas sumbernya.
BAGAIMANA JIKA LOLOS SELEKSI?
Pesantren yang dinyatakan sebagai penerima dijadwalkan mengikuti bimbingan teknis pada 26 Oktober 2026.
Tahap tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan bantuan dan pengelolaan kegiatan renovasi.
Selanjutnya, realisasi bantuan direncanakan berlangsung pada 27–30 Oktober.
Pengelola pesantren perlu memperhatikan ketentuan penggunaan dana, pelaksanaan pekerjaan, dan pelaporan yang ditetapkan BAZNAS.
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN BAZNAS
BAZNAS mengingatkan pesantren agar berhati-hati terhadap pihak yang meminta imbalan dengan menjanjikan kelulusan sebagai penerima bantuan.
Pesantren sebaiknya tidak mengirimkan data rekening, dokumen pribadi pengurus, atau pembayaran apa pun kepada pihak yang tidak terverifikasi.
Hingga informasi yang tersedia pada edisi pagi 22 Oktober 2026, jadwal pengumuman telah dikonfirmasi, tetapi daftar nama penerima akhir belum dapat dipastikan dari publikasi yang diperiksa.
Oleh karena itu, pengelola pesantren disarankan terus memantau situs resmi BAZNAS untuk mengetahui hasil seleksi yang sebenarnya.
Program ini diharapkan dapat membantu menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih aman dan mendukung kegiatan belajar santri di berbagai daerah Indonesia.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir