Kesehatan
Hilmi An Naufal

Hasil Uji Lab Kasus MBG di Batang Temukan Cemaran Mikroba, Dinkes Belum Bisa Tentukan Menu Penyebab

Hasil Uji Lab Kasus MBG di Batang Temukan Cemaran Mikroba, Dinkes Belum Bisa Tentukan Menu Penyebab

11 Oktober 2026 | 07:00

KebonCinta.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium terkait kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Bawang.

Hasil pemeriksaan menemukan adanya cemaran mikroba pada sebagian sampel makanan serta sampel feses pasien.

Sementara pemeriksaan terhadap sampel muntahan tidak menemukan cemaran mikroba.

Namun Dinas Kesehatan menegaskan hasil tersebut belum dapat digunakan untuk menentukan jenis makanan tertentu sebagai penyebab kejadian.

Kepala Dinkes Kabupaten Batang Ida Susilaksmi menjelaskan sampel makanan yang diperiksa berasal dari bank sampel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

“Sampel makanan yang diperiksa berasal dari bank sampel di SPPG,” ujar Ida.

Ia menjelaskan sampel tersebut merupakan makanan yang diambil setelah dimasak tetapi sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

Makanan yang benar-benar telah dikonsumsi oleh para penerima manfaat sudah tidak tersedia ketika pemeriksaan dilakukan.

Karena itu, petugas juga mengambil sampel feses dan muntahan dari pasien yang menjalani perawatan di puskesmas.

Sejumlah jenis sampel diperiksa.

Di antaranya nasi putih, telur bolognese, sayuran, tahu goreng tepung, anggur serta beberapa sampel air.

Air bersih untuk memasak, air reverse osmosis serta air pencucian wadah makanan juga ikut diperiksa.

“Meski ditemukan cemaran mikroba, Dinkes belum dapat memastikan jenis makanan tertentu yang menjadi penyebab utama kasus tersebut,” kata Ida.

Menurutnya, keterbatasan tersebut terjadi karena tidak tersedia sampel dari makanan yang secara langsung dikonsumsi para penerima manfaat.

Dinkes karena itu memilih berhati-hati sebelum menyimpulkan sumber kejadian.

Baca Juga: Data Dapodik Dipadankan dengan DTSEN untuk PIP Fase 2 Tahun 2026, Kelengkapan Identitas Jadi Perhatian 

Cemaran mikroba dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam pengolahan makanan.

Proses pemasakan yang belum optimal, kebersihan peralatan maupun higiene dan sanitasi menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Tahapan distribusi juga mempunyai pengaruh.

Makanan yang telah matang tetap dapat mengalami peningkatan jumlah mikroba apabila disimpan terlalu lama pada suhu yang tidak tepat.

Wadah makanan yang tertutup selama distribusi juga perlu diperhatikan bersama faktor suhu dan lamanya penyimpanan.

Dinkes Batang meminta proses pengendalian keamanan pangan dilakukan sejak bahan makanan pertama kali disiapkan.

Pemasakan, pengemasan, kebersihan wadah, penyimpanan hingga waktu makanan dikonsumsi harus menjadi satu rangkaian pengawasan.

Hasil laboratorium tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di Kecamatan Bawang.

Namun pemerintah daerah belum menetapkan satu menu sebagai sumber penyebab karena bukti yang tersedia belum cukup untuk menghasilkan kesimpulan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyediaan makanan dalam jumlah besar membutuhkan standar kebersihan yang konsisten.

Keamanan makanan sama pentingnya dengan kandungan gizinya agar program benar-benar memberikan manfaat bagi siswa dan penerima lainnya.

Tags:
MBG Makan Bergizi Gratis Batang Keracunan Makanan Keamanan Pangan SPPG Dinkes

Komentar Pengguna