KebonCinta.com — Influenza A kembali menjadi perhatian masyarakat karena virus influenza dapat terus beredar dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap perlu menerapkan langkah pencegahan terutama ketika berada di tempat ramai atau berinteraksi dengan orang yang sedang sakit.
Dokter spesialis mikrobiologi klinik dr. Andrew Adhytia Lieputra membagikan lima langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan.
“Pencegahan tetap penting dilakukan setiap tahun,” ujar Andrew.
Langkah pertama adalah menjaga kondisi tubuh melalui pola hidup sehat.
Masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur dan memiliki waktu tidur yang cukup.
Kondisi tubuh yang baik membantu sistem imun menjalankan fungsinya secara optimal.
Langkah kedua adalah mempertimbangkan vaksinasi influenza secara berkala, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
Vaksin influenza umumnya diberikan setiap tahun karena virus dapat mengalami perubahan dan perlindungan antibodi dapat menurun seiring waktu.
Langkah ketiga adalah menggunakan masker ketika berada dalam kondisi yang memiliki risiko penularan lebih tinggi.
Contohnya ketika berada di tempat ramai, ruang tertutup atau ketika sedang berada dekat dengan orang yang mengalami gejala infeksi pernapasan.
Masker dapat membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan.
Langkah keempat adalah menerapkan etika batuk dan bersin.
Masyarakat tidak disarankan menutup hidung dan mulut menggunakan telapak tangan secara langsung.
Gunakan tisu sekali pakai atau bagian dalam siku ketika batuk maupun bersin.
Langkah kelima adalah menjaga kebersihan tangan.
Baca Juga: Dari Buku hingga Seragam, Ini Kebutuhan Sekolah yang Bisa Dibantu Dana PIP
Virus dapat berpindah ketika tangan yang terkontaminasi kemudian menyentuh hidung, mulut maupun mata.
Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer berbasis alkohol apabila diperlukan.
Gejala influenza A dapat berupa demam, menggigil, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot dan rasa lelah.
Pada sebagian pasien gejala dapat membaik dengan perawatan yang sesuai.
Namun kelompok tertentu mempunyai risiko komplikasi lebih tinggi.
Kelompok tersebut meliputi anak berusia di bawah lima tahun, lansia, ibu hamil serta masyarakat dengan penyakit kronis tertentu.
Komplikasi yang perlu diwaspadai salah satunya pneumonia.
Masyarakat perlu mencari pertolongan medis apabila muncul tanda seperti sulit bernapas, nyeri dada, sangat lemah, kesulitan makan atau minum maupun penurunan kesadaran.
Pencegahan influenza pada akhirnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.
Menjaga kesehatan, menggunakan masker pada situasi berisiko, menerapkan etika batuk dan menjaga kebersihan tangan dapat membantu mengurangi penularan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir