Inspirasi
Hilmi An Naufal

Inspiratif! Santri Al Islam Kambitin Lolos Beasiswa ke Tunisia, Tahfiz Al-Qur'an dan Kuasai Dua Bahasa

Inspiratif! Santri Al Islam Kambitin Lolos Beasiswa ke Tunisia, Tahfiz Al-Qur'an dan Kuasai Dua Bahasa

08 Oktober 2026 | 19:43

KebonCinta.com — Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren Al Islam Kambitin di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Salah seorang santrinya, Dhani Naufal Azhimi, berhasil lolos seleksi beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Tunisia.

Dhani dikenal mempunyai kemampuan akademik sekaligus keagamaan.

Pemuda kelahiran Bireuen tahun 2006 tersebut merupakan seorang tahfiz Al-Qur'an.

Ia juga memiliki kemampuan berbahasa Arab dan Inggris.

Keinginan untuk belajar ke luar negeri sudah muncul sejak Dhani masih kecil.

Salah satu inspirasinya datang dari sang ayah, Aiptu Irawan Yudha Pratama, anggota Polres Tabalong.

Ayahnya pernah menjalankan tugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di luar negeri.

Ia pernah bertugas di Sudan pada 2014 dan Republik Afrika Tengah pada 2020.

Cerita mengenai pengalaman sang ayah membuat Dhani memiliki keinginan untuk suatu hari dapat melihat dunia luar.

Kini impian tersebut mulai terwujud melalui jalur pendidikan.

Namun perjalanan Dhani menuju Tunisia bukan tanpa tantangan.

Beasiswa yang diperolehnya merupakan beasiswa sebagian.

Artinya, sejumlah kebutuhan seperti biaya hidup, perjalanan dan keperluan lain tetap perlu dipersiapkan oleh keluarga.

Dhani merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

Baca Juga: Kemenag Perkuat Penghulu Hadapi Pernikahan Lintas Negara, Bahasa Asing Jadi Sorotan 

Ayahnya mengandalkan penghasilan sebagai anggota Polri, sementara sang ibu merupakan ibu rumah tangga.

Dua adik Dhani juga masih membutuhkan biaya pendidikan.

Ayah Dhani tetap berusaha memberikan dukungan agar kondisi ekonomi tidak mematahkan cita-cita anaknya.

“Kalau ada tekad yang kuat, InsyaAllah ada jalan keluar,” ujar sang ayah.

Menurutnya, pendidikan agama menjadi salah satu pondasi penting yang perlu diberikan kepada anak sejak dini.

Pesantren dipilih sebagai tempat Dhani mendapatkan pendidikan agama, akademik dan pembentukan akhlak.

Keberhasilan tersebut juga menunjukkan pentingnya kemampuan bahasa bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat internasional.

Kemampuan bahasa Arab membantu pembelajaran keislaman, sedangkan Bahasa Inggris dapat memperluas komunikasi dan akses terhadap pengetahuan.

Dhani kini bersiap meninggalkan lingkungan pesantren Kambitin untuk menempuh perjalanan pendidikan yang lebih jauh.

Ia membawa hafalan Al-Qur'an, kemampuan bahasa serta dukungan keluarga.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa siswa dan santri dari daerah tetap mempunyai kesempatan menempuh pendidikan internasional.

Prestasi, kemampuan, konsistensi belajar dan keberanian mencari peluang dapat membuka jalan yang sebelumnya terlihat sulit untuk dicapai.

Tags:
Santri pesantren Beasiswa Tunisia Tahfiz Al-Qur'an Beasiswa Luar Negeri Pendidikan Islam Tabalong

Komentar Pengguna