Kebiasaan pengasuhan yang diterima orang tua ketika masih kecil tidak selalu harus diterapkan kembali kepada anak. Jika suatu pendekatan justru menimbulkan jarak atau menghambat komunikasi, orang tua perlu terbuka untuk mencari cara yang lebih efektif.
Anita mendorong orang tua untuk terus belajar, menjaga kedekatan dengan anak, dan tetap menetapkan batasan secara konsisten.
Hal ini penting karena kedekatan emosional dan ketegasan bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Orang tua tetap dapat menunjukkan kasih sayang sambil menegakkan aturan yang jelas.
Menghadapi remaja di era digital membutuhkan pendekatan pengasuhan yang adaptif. Orang tua perlu memahami perubahan zaman, membangun komunikasi yang sehat, serta tetap menanamkan nilai-nilai penting dalam kehidupan anak.
Pandangan pakar psikologi UMY, Anita Aisah, menekankan pentingnya menggabungkan kasih sayang, ketegasan, dan konsistensi dalam mendidik remaja.
Alih-alih mengandalkan bentakan, orang tua dapat membantu anak memahami aturan melalui komunikasi yang jelas, penjelasan yang masuk akal, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, tujuan mendidik remaja bukan sekadar membuat anak selalu menuruti perintah, melainkan membantunya tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mampu mengelola emosi, dan tetap berpegang pada nilai-nilai positif di tengah perubahan zaman.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir