Gaya Hidup
Hilmi An Naufal

Jangan Asal Lama dan Panas, Dermatolog Bagikan Cara Mandi yang Tepat agar Kulit Tidak Mudah Kering

Jangan Asal Lama dan Panas, Dermatolog Bagikan Cara Mandi yang Tepat agar Kulit Tidak Mudah Kering

11 Oktober 2026 | 20:45

KebonCinta.com — Mandi menjadi kegiatan rutin untuk menjaga kebersihan tubuh, tetapi kebiasaan mandi yang kurang tepat ternyata dapat membuat kulit terasa semakin kering dan mudah mengalami iritasi.

Dermatolog mengingatkan bahwa kulit mempunyai lapisan pelindung dan mikrobioma yang juga perlu dijaga.

Terlalu sering membersihkan tubuh secara berlebihan dapat mengurangi minyak serta komponen pelindung alami kulit.

“Jika Anda terlalu sering mandi, Anda akan menghilangkan ceramide dari kulit, sehingga kulit Anda akan kering dan gatal,” kata dermatolog Shari Marchbein.

Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa sering seseorang mandi.

Durasi, suhu air dan jenis pembersih juga mempunyai pengaruh.

Langkah pertama adalah hindari mandi terlalu lama.

Ahli dermatologi yang dikutip ANTARA menyebut mandi sebaiknya tidak berlangsung lebih dari sekitar 10 menit apabila tujuannya menjaga fungsi lapisan pelindung kulit.

Namun kebutuhan tiap orang dapat berbeda.

Orang yang banyak berkeringat, tinggal di wilayah panas atau baru melakukan aktivitas berat tentu dapat membutuhkan pola mandi berbeda.

Langkah kedua adalah memperhatikan suhu air.

Baca Juga: Gladi Bersih TKA 2026 Gelombang 2 Mulai 12 Oktober, Ini Cara Persiapan Siswa dan Sekolah Sebelum Ujian 

Air yang terlalu panas dapat membuat lapisan pelindung kulit lebih cepat terganggu.

Gunakan suhu air yang nyaman dan tidak terlalu panas.

Salah satu cara sederhana untuk mengira-ngira suhu berlebihan adalah melihat kondisi cermin di kamar mandi.

Jika cermin langsung dipenuhi embun sangat tebal dalam waktu singkat, suhu air kemungkinan terlalu panas.

Langkah ketiga adalah memilih produk pembersih yang lembut.

Sabun dengan label hipoalergenik dan tanpa pewangi dapat menjadi pilihan bagi orang yang kulitnya mudah mengalami iritasi.

Penggunaan sabun antibakteri juga tidak selalu diperlukan untuk mandi sehari-hari.

Beberapa formula justru dapat terasa terlalu keras bagi kulit dan menyebabkan kekeringan.

Berikutnya, jangan menggosok kulit secara berlebihan.

Tujuan mandi adalah membersihkan kotoran dan keringat, bukan membuat permukaan kulit terasa kesat secara ekstrem.

Setelah mandi, tubuh sebaiknya dikeringkan dengan menepuk-nepuk handuk secara lembut.

Hindari menggosok kulit dengan kuat.

Ketika kulit masih sedikit lembap, pelembap dapat digunakan untuk membantu mempertahankan kadar air.

Urutan membersihkan tubuh juga dapat diperhatikan.

Salah satu rekomendasi adalah mencuci rambut terlebih dahulu.

Pijat kulit kepala menggunakan sampo secara perlahan kemudian bilas.

Gunakan kondisioner apabila diperlukan.

Setelah rambut selesai, bersihkan tubuh mulai dari leher menuju bagian bawah.

Wajah dapat dibersihkan pada bagian akhir agar sisa produk rambut yang mungkin mengenai garis rambut ikut terangkat.

Frekuensi mencuci rambut juga tidak harus sama untuk setiap orang.

Rambut yang mudah berminyak dapat membutuhkan pencucian lebih sering.

Sedangkan rambut keriting atau kering biasanya tidak perlu dicuci sesering rambut yang cepat berminyak.

Kondisi kulit setiap orang juga berbeda.

Apabila kulit terus terasa sangat gatal, pecah-pecah, meradang atau muncul keluhan yang tidak membaik setelah mengubah kebiasaan mandi, pemeriksaan ke tenaga medis atau dokter kulit lebih tepat dilakukan.

Mandi memang terlihat sebagai kegiatan yang sederhana.

Namun sedikit perubahan seperti mempersingkat waktu mandi, mengurangi suhu air dan menggunakan pembersih yang lebih lembut dapat membantu menjaga lapisan pelindung kulit tetap nyaman.

Tags:
Cara Mandi Kesehatan Kulit Kulit Kering Dermatolog Perawatan Kulit Gaya Hidup Sehat

Komentar Pengguna