Khazanah
Rahman Abdullah

Jangan Berbicara Saat Khutbah Jumat, Ini Penjelasan Hadis dan Hukum Menurut Ulama

Jangan Berbicara Saat Khutbah Jumat, Ini Penjelasan Hadis dan Hukum Menurut Ulama

18 Oktober 2026 | 20:09

KebonCinta.com-- Menjaga ketenangan selama khutbah Jumat merupakan bagian penting dari adab seorang Muslim ketika mengikuti ibadah di masjid. Jemaah tidak hanya dianjurkan hadir tepat waktu, tetapi juga perlu memusatkan perhatian pada nasihat yang disampaikan khatib hingga khutbah selesai.

Dalam praktiknya, terkadang ada jemaah yang masih berbincang dengan orang di sebelahnya ketika khatib menyampaikan khutbah. Bahkan, teguran sederhana seperti meminta teman untuk diam pun perlu diperhatikan karena terdapat tuntunan khusus dari Rasulullah SAW mengenai hal tersebut.

Baca Juga: Grounding atau Berjalan Tanpa Alas Kaki, Benarkah Bisa Mengurangi Stres dan Memperbaiki Tidur? 

Hadis Rasulullah SAW tentang Larangan Berbicara Saat Khutbah

Anjuran untuk menyimak khutbah Jumat dengan tenang dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda:

إذَا قُلْت لِصَاحِبِك أَنْصِتْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

Artinya: "Apabila engkau berkata kepada temanmu, 'Diamlah!' pada hari Jumat ketika imam sedang berkhutbah, sungguh engkau telah melakukan perbuatan yang sia-sia." (HR Muslim).

Hadis tersebut memberikan pelajaran bahwa jemaah hendaknya menjaga lisan selama khutbah berlangsung. Bahkan, ucapan yang bertujuan menegur orang lain agar tidak berbicara pun termasuk perkataan yang perlu dihindari dalam situasi tersebut.

Pesan utama hadis ini bukan sekadar melarang percakapan yang tidak penting, melainkan mengingatkan jemaah agar memberikan perhatian penuh kepada khutbah Jumat.

Penjelasan Imam Nawawi tentang Adab Menyimak Khutbah

Dalam kitab Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan larangan berbicara dalam berbagai bentuk ketika khatib sedang menyampaikan khutbah.

Imam Nawawi berkata:

فَفِي الْحَدِيث النَّهْي عَنْ جَمِيع أَنْوَاع الْكَلَام حَال الْخُطْبَة

Artinya: "Dalam hadis tersebut terdapat larangan terhadap berbagai jenis perkataan ketika khutbah sedang berlangsung."

Penjelasan ini menegaskan pentingnya menjaga suasana khutbah agar tetap kondusif. Jemaah sebaiknya tidak mengobrol, bercanda, atau melakukan percakapan yang dapat mengalihkan perhatian dari isi khutbah.

Dengan menyimak secara saksama, jemaah memiliki kesempatan untuk memahami pesan keagamaan, nasihat moral, serta pengingat tentang kehidupan sehari-hari yang disampaikan khatib.

Baca Juga: Mengenal Metode Flipped Classroom, Cara Belajar Modern yang Lebih Aktif 

Hukum Berbicara Saat Khutbah Jumat Menurut Ulama

Selain Imam Nawawi, Syekh Zakariyya al-Anshari juga membahas persoalan berbicara ketika khutbah Jumat berlangsung dalam kitab Asna al-Mathalib.

Dalam penjelasannya, berbicara bagi jemaah ketika khutbah sedang disampaikan dihukumi makruh. Pandangan tersebut didasarkan pada dalil yang berkaitan dengan kewajiban menjaga adab dan mendengarkan khutbah.

Keterangan ini menunjukkan bahwa persoalan berbicara saat khutbah bukan sekadar masalah kesopanan di dalam masjid. Ada tuntunan agama yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan ibadah Jumat berlangsung dengan tertib dan penuh penghormatan.

Meski demikian, pembahasan hukum secara terperinci dapat berbeda sesuai keadaan dan penjelasan fikih yang digunakan. Kondisi tertentu, seperti kebutuhan mendesak atau keadaan darurat, perlu dipahami berdasarkan ketentuan syariat yang relevan.

Mengapa Jemaah Perlu Fokus Mendengarkan Khutbah?

Khutbah Jumat menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah Jumat. Di dalamnya, khatib menyampaikan nasihat untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki perilaku, dan mengingatkan umat Islam agar menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama.

Karena itu, menjaga ketenangan selama khutbah merupakan bentuk penghormatan terhadap ibadah sekaligus upaya memperoleh manfaat dari pesan yang disampaikan.

Ada beberapa adab yang dapat diterapkan jemaah, di antaranya:

  1. Menghentikan percakapan ketika khatib mulai berkhutbah.
  2. Menghindari penggunaan ponsel yang dapat mengganggu konsentrasi.
  3. Tidak menegur teman dengan berbicara ketika khutbah berlangsung, kecuali terdapat kebutuhan mendesak yang perlu ditangani.
  4. Memusatkan perhatian pada isi khutbah dan mengambil pelajaran dari nasihat yang disampaikan.

Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menciptakan suasana masjid yang lebih tenang sehingga seluruh jemaah dapat mengikuti khutbah dengan baik.

Baca Juga: Kemenag Gandeng PBNU untuk Hari Santri 2026, Semangat Resolusi Jihad Kembali Disuarakan 

Menjaga Lisan, Menyempurnakan Adab Ibadah Jumat

Berdasarkan hadis Rasulullah SAW dan penjelasan para ulama, jemaah hendaknya menghindari percakapan ketika khutbah Jumat berlangsung. Bahkan, teguran lisan yang dimaksudkan agar orang lain diam pun perlu dihindari karena terdapat tuntunan khusus mengenai hal itu.

Sikap terbaik adalah menjaga ketenangan, menyimak khutbah dengan sungguh-sungguh, serta menghormati jemaah lain yang sedang beribadah.

Dengan memahami tuntunan ini, umat Islam diharapkan semakin memperhatikan adab ketika berada di masjid dan tidak melewatkan kesempatan mengambil pelajaran dari khutbah Jumat. Wallahu a'lam bishawab.***

Tags:
Khutbah Jumat Hukum berbicara hadis jumat

Komentar Pengguna