KebonCinta.com - Berat badan yang terus bertambah terkadang membuat seseorang ingin segera mengubah pola makan secara drastis. Padahal, sebelum mengambil langkah tersebut, ada baiknya mengevaluasi kebiasaan sehari-hari yang mungkin berpengaruh terhadap kesehatan.
Perubahan berat badan tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang makan terlalu banyak. Minuman yang dikonsumsi, kebiasaan ngemil, tingkat aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan dapat ikut memengaruhinya.
Alih-alih langsung menjalani diet ketat, kamu bisa mulai dengan mengenali rutinitas yang selama ini dilakukan. Berikut empat kebiasaan yang dapat menjadi titik awal untuk melakukan perubahan secara lebih seimbang.
Baca Juga: Penasaran Kulit Perempuan Jepang Tampak Glowing? Ini 7 Rutinitas Pagi yang Bisa Kamu Tiru
1. Periksa kembali minuman yang dikonsumsi setiap hari
Saat mengevaluasi pola makan, banyak orang hanya memperhatikan makanan utama. Padahal, minuman juga bisa menyumbang energi dalam jumlah yang cukup besar.
Es kopi susu dengan topping, teh manis, minuman bersoda, dan kopi dengan tambahan krim merupakan beberapa contoh minuman yang dapat mengandung gula serta kalori tinggi.
CDC menyebut konsumsi minuman berpemanis berkaitan dengan kenaikan berat badan dan sejumlah masalah kesehatan. Karena itu, memperhatikan pilihan minuman dapat menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki kebiasaan sehari-hari.
Kamu bisa mulai dengan menyediakan air putih sebagai pilihan utama. Jika menyukai kopi atau teh, pertimbangkan untuk mengurangi tambahan gula secara bertahap sesuai selera.
Perubahan sederhana ini lebih mudah diterapkan dalam jangka panjang dibandingkan memaksakan aturan yang terlalu ketat sekaligus.
2. Kenali kebiasaan makan tanpa sadar
Menonton film sambil menghabiskan sebungkus keripik atau bekerja sambil terus mengambil camilan merupakan kebiasaan yang mungkin terasa biasa. Namun, ketika perhatian teralihkan, seseorang dapat kesulitan menyadari berapa banyak makanan yang sudah dikonsumsi.
Untuk membantu mengenali kebiasaan tersebut, cobalah mengambil camilan ke dalam wadah sebelum mulai makan. Kamu juga bisa memberi jeda sejenak untuk memeriksa apakah masih merasa lapar atau hanya ingin mengunyah karena bosan.
Pilihan camilan pun dapat dibuat lebih beragam. Buah, yoghurt, dan kacang-kacangan bisa menjadi alternatif, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan porsi yang sesuai.
Tujuannya bukan melarang diri menikmati makanan kesukaan, melainkan membangun kebiasaan makan yang lebih sadar dan seimbang.
3. Sisipkan aktivitas fisik di tengah kesibukan
Jadwal belajar atau pekerjaan yang padat bisa membuat waktu untuk bergerak semakin sedikit. Duduk terlalu lama dan jarang melakukan aktivitas fisik juga dapat mengurangi energi yang digunakan tubuh sepanjang hari.
Menurut WHO, aktivitas fisik secara teratur mendukung kesehatan secara keseluruhan dan membantu pengelolaan berat badan.
Kabar baiknya, kamu tidak harus selalu pergi ke pusat kebugaran untuk mulai lebih aktif. Beberapa pilihan yang bisa dicoba antara lain:
Berjalan kaki saat memiliki kesempatan.
Melakukan peregangan setelah duduk cukup lama.
Menggunakan tangga jika kondisi memungkinkan.
Bersepeda atau melakukan aktivitas fisik lain yang disukai.
Menyisihkan waktu untuk bergerak di sela-sela rutinitas.
Pilih aktivitas yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi tubuh. Dengan begitu, bergerak bisa menjadi bagian dari keseharian, bukan kewajiban yang terasa membebani.
4. Seimbangkan camilan dengan makanan bergizi
Makanan ringan seperti gorengan, keripik, kue, dan biskuit manis tidak harus sepenuhnya dihindari. Namun, jika terlalu sering dikonsumsi tanpa memperhatikan porsi, asupan energi dapat meningkat.
Beberapa camilan juga memiliki kepadatan energi tinggi, sehingga kandungan kalorinya relatif besar dibandingkan ukuran porsinya.
Untuk membangun pola makan yang lebih seimbang, WHO menganjurkan konsumsi beragam makanan bergizi, termasuk buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Asupan gula bebas serta lemak tidak sehat juga perlu diperhatikan.
Kamu dapat mulai dengan menambahkan makanan bergizi ke dalam menu harian, bukan sekadar berfokus pada makanan yang harus dikurangi.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir