Pendidikan
Al Fina

Jangan Panik! Skor TKA SMA 2026 Berubah Jadi 200–800, Ini Arti Sebenarnya

Jangan Panik! Skor TKA SMA 2026 Berubah Jadi 200–800, Ini Arti Sebenarnya

22 Oktober 2026 | 22:36

KebonCinta.com – Peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA/SMK/sederajat 2026 perlu memahami perubahan sistem penilaian yang diterapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Mulai tahun ini, hasil TKA tidak lagi dilaporkan menggunakan rentang skor 0–100, melainkan 200–800.

Perubahan tersebut berpotensi menimbulkan pertanyaan di kalangan siswa dan orang tua. Pasalnya, angka pada skala baru terlihat berbeda dari nilai yang selama ini umum digunakan dalam rapor atau ujian sekolah.

Namun, peserta tidak perlu langsung menganggap bahwa nilai rendah pada skala baru berarti gagal atau bahwa soal tahun ini jauh lebih sulit. Kemendikdasmen menjelaskan bahwa perubahan tersebut berkaitan dengan cara kemampuan akademik peserta diukur dan dilaporkan.

Baca Juga: Lebih Fokus Saat Sendirian? Ini 5 Alasan Waktu Tenang Bisa Membantu Daya Ingat hingga Kreativitas 

Mengapa Skor TKA Berubah Menjadi 200–800?

Pada pelaksanaan TKA sebelumnya, skor dilaporkan dalam rentang 0–100. Skala tersebut relatif mudah dipahami karena sering diasosiasikan dengan nilai konvensional atau persentase jawaban benar.

Mulai 2026, pelaporan hasil TKA menggunakan rentang 200–800. Menurut Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, skala tersebut digunakan untuk menekankan bahwa hasil TKA merupakan ukuran kemampuan yang terstandar, bukan sekadar hitungan jawaban benar dan salah.

BKPDM Kemendikdasmen juga memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara skala nilai dan tingkat kesulitan soal.

"Perubahan skala tidak berarti soal menjadi lebih sulit. Kesulitan ditentukan oleh rancangan soal, sedangkan skala menentukan bagaimana hasil dilaporkan," tulis BKPDM Kemendikdasmen melalui akun resminya, dikutip Kamis (22/10/2026).

Dengan demikian, perubahan angka pelaporan tidak otomatis menunjukkan adanya peningkatan kesulitan ujian. Peserta perlu memahami konteks penilaian sebelum menarik kesimpulan mengenai hasil yang diperoleh.

Baca Juga: Sudah Pakai Moisturizer tapi Kulit Masih Kering? Ini 5 Penyebab yang Sering Tidak Disadari 

Mengenal Metode IRT 2PL dalam Penilaian TKA

Perubahan skala skor TKA berkaitan dengan metode penilaian Item Response Theory Two-Parameter Logistic Model atau IRT 2PL.

Metode tersebut digunakan untuk memperkirakan kemampuan peserta berdasarkan pola respons terhadap soal. Penilaian juga memperhitungkan karakteristik setiap butir pertanyaan, seperti tingkat kesulitan dan daya pembeda.

Artinya, penilaian tidak hanya berfokus pada jumlah jawaban benar secara sederhana. Karakteristik soal dan pola jawaban peserta turut menjadi bagian dari proses estimasi kemampuan.

Melalui metode tersebut, estimasi kemampuan dapat menghasilkan angka positif, nol, maupun negatif dalam skala pengukuran awal. Sebagai contoh, hasil estimasi dapat berupa angka desimal seperti -1,5.

Agar lebih mudah disajikan dan dipahami dalam laporan, hasil tersebut kemudian ditransformasikan ke rentang skor positif 200–800.

Apakah Skor 200 Berarti Siswa Gagal?

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah makna batas bawah dan batas atas pada skala pelaporan TKA.

Angka 200 merupakan batas bawah pelaporan, sedangkan 800 menjadi batas atas pelaporan. Keduanya tidak dapat langsung diartikan sebagai batas mutlak kemampuan akademik seseorang.

Oleh karena itu, skor TKA tidak tepat jika langsung diperlakukan seperti nilai rapor konvensional. Angka yang tercantum pada hasil asesmen perlu dipahami berdasarkan sistem pengukuran yang digunakan.

Pusmendik Kemendikdasmen juga menekankan pesan bahwa setiap proses belajar tetap memiliki nilai.

"Tidak ada angka nol karena setiap ikhtiar dan proses belajar tetap dihargai," tulis Pusmendik melalui media sosial resminya.

Pesan tersebut sejalan dengan penggunaan skala pelaporan yang berbeda dari sistem nilai konvensional. Namun, untuk mengetahui arti skor tertentu secara lebih terperinci, peserta tetap perlu merujuk pada panduan resmi pelaporan hasil TKA.

Perubahan Skala Tidak Mengubah Tujuan TKA

TKA merupakan asesmen yang dirancang untuk memberikan informasi mengenai capaian kemampuan akademik peserta. Perubahan sistem skor menjadi bagian dari penyesuaian cara hasil pengukuran disampaikan.

Dengan skala 200–800, hasil asesmen dimaksudkan untuk merepresentasikan kemampuan yang diestimasi melalui metode terstandar. Karena itu, angka yang muncul tidak seharusnya ditafsirkan hanya berdasarkan kebiasaan membaca nilai 0–100.

Siswa dan orang tua perlu membedakan antara skor asesmen, persentase jawaban benar, dan nilai rapor. Ketiganya dapat memiliki fungsi serta metode penghitungan yang berbeda.

Cara Menyikapi Hasil TKA 2026

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan siswa untuk memahami hasil TKA dengan lebih tepat.

Pertama, pelajari penjelasan resmi mengenai skala skor dan metode penilaian yang digunakan. Kedua, hindari membandingkan angka TKA secara langsung dengan nilai ujian yang menggunakan sistem berbeda.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
TKA 2026

Komentar Pengguna