Khazanah
Rahman Abdullah

Janissari, Pasukan Elite Turki Utsmani yang Ditakuti Dunia, Ini Sejarah dan Kontroversinya

Janissari, Pasukan Elite Turki Utsmani yang Ditakuti Dunia, Ini Sejarah dan Kontroversinya

17 Oktober 2026 | 12:24

Korps yang semula dirancang untuk memperkuat kendali sultan pada masa tertentu justru menjadi kelompok berpengaruh yang dapat terlibat dalam pergolakan istana dan memengaruhi kebijakan penguasa.

Baca Juga: Kemenag Buka Bantuan Masjid dan Musala 2026, Ini Besaran Dana dan Syarat Pengajuannya 

Kemunduran Janissari hingga Akhir Keberadaannya

Seiring berjalannya waktu, perubahan teknologi, strategi peperangan, dan dinamika politik membuat posisi Janissari menghadapi tantangan baru.

Ketika sejumlah negara Eropa mengembangkan organisasi militer modern, pemerintah Utsmani juga berupaya memperbarui angkatan bersenjatanya. Namun, perubahan tersebut tidak selalu berjalan mulus karena sebagian anggota Janissari menentang kebijakan yang dianggap mengancam kedudukan dan hak istimewa mereka.

Ketegangan antara upaya modernisasi dan kepentingan korps mencapai titik penting pada masa Sultan Mahmud II.

Pada 1826, Sultan Mahmud II membubarkan Janissari melalui peristiwa yang dikenal sebagai Auspicious Incident atau Peristiwa Keberuntungan. Langkah tersebut disertai bentrokan dan penindakan terhadap anggota korps yang melawan keputusan sultan.

Pembubaran ini menjadi tonggak penting dalam usaha pemerintah Utsmani membangun struktur militer baru yang lebih sesuai dengan tuntutan zaman.

Dengan berakhirnya Janissari, salah satu institusi militer paling berpengaruh dalam sejarah Kesultanan Utsmani pun resmi memasuki masa lalu.

Warisan Janissari bagi Sejarah Militer Dunia

Janissari meninggalkan jejak penting dalam pembahasan mengenai perkembangan militer dan pemerintahan. Sejarah mereka memperlihatkan bagaimana sebuah korps profesional dapat memperkuat kekuasaan pusat, mendukung ekspansi wilayah, dan memengaruhi jalannya peperangan.

Namun, perjalanan mereka juga memperlihatkan risiko ketika institusi militer memperoleh pengaruh politik dan kepentingan kelompok yang semakin kuat. Organisasi yang awalnya dibentuk untuk melayani penguasa dapat mengalami perubahan peran seiring perkembangan zaman.

Selain itu, kisah devshirme menjadi pengingat bahwa pembangunan kekuatan negara dapat melibatkan kebijakan yang membawa konsekuensi besar bagi masyarakat.

Janissari bukan sekadar simbol kejayaan militer Turki Utsmani. Mereka juga mencerminkan hubungan kompleks antara kekuasaan, disiplin, kesempatan sosial, dan pemaksaan dalam sejarah sebuah imperium.

Baca Juga: Contoh RPP SKI Kelas 11 Semester 2 MA, Lengkap dengan Tujuan Pembelajaran dan Langkah Kegiatan 

Janissari merupakan salah satu korps militer paling terkenal dalam sejarah Kesultanan Turki Utsmani. Dibentuk untuk memperkuat kendali sultan, pasukan ini berkembang menjadi kekuatan penting berkat organisasi, pelatihan, dan kemampuannya menyesuaikan diri dengan perkembangan peperangan.

Di balik pencapaiannya, sistem perekrutan devshirme dan meningkatnya pengaruh politik Janissari memperlihatkan sisi sejarah yang penuh perdebatan. Pembubaran mereka pada 1826 menandai berakhirnya sebuah institusi yang pernah menjadi bagian penting dari kekuatan Utsmani.

Kisah Janissari memberikan pelajaran bahwa kekuatan militer tidak hanya ditentukan oleh persenjataan dan kemampuan bertempur, tetapi juga oleh tata kelola, hubungan dengan penguasa, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Janissari sejarah peradaban islam Turki Utsmani devshirme

Komentar Pengguna