Khazanah
Hilmi An Naufal

Jelang Hari Santri 2026, Gerakan Sejuta Santri Menanam Sorgum Diluncurkan untuk Kemandirian Pangan Pesantren

Jelang Hari Santri 2026, Gerakan Sejuta Santri Menanam Sorgum Diluncurkan untuk Kemandirian Pangan Pesantren

22 Oktober 2026 | 06:39

KebonCinta.com — Gerakan Sejuta Santri Menanam Sorgum resmi diluncurkan di Pondok Pesantren Al-Hikam II, Depok, Jawa Barat, pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Program tersebut menjadi salah satu inisiatif untuk meningkatkan kemandirian pangan dan mengembangkan kegiatan ekonomi produktif di lingkungan pondok pesantren.

Kementerian Agama (Kemenag) turut mendukung gerakan yang digagas Koperasi Pondok Pesantren Indonesia, Institut Hasyim Muzadi Depok, dan Sorgum Sejahtera Foundation.

Program ini diluncurkan menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2026 dengan harapan santri tidak hanya berperan sebagai penerima pendidikan, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan dalam pengelolaan pangan.

MENGAPA MEMILIH TANAMAN SORGUM?

Sorgum merupakan tanaman pangan yang dapat dikembangkan sebagai sumber bahan makanan alternatif.

Tanaman tersebut dinilai memiliki potensi karena dapat tumbuh pada kondisi lahan tertentu yang relatif kering, meskipun keberhasilannya tetap bergantung pada pengelolaan budidaya serta kondisi lingkungan.

Melalui kegiatan penanaman, santri diharapkan mengenal proses produksi bahan pangan, mulai dari pengolahan lahan hingga pemanfaatan hasil panen.

Direktur Pemberdayaan Pesantren Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag, Yusi Damayanti, menyampaikan bahwa kemandirian pangan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan ekonomi lembaga.

Baca Juga: 4 Mesin Kopi Rp200 Ribuan Terbaik untuk di Rumah, Ada yang Bisa Seduh 6 Cangkir Sekaligus 

Menurut Yusi, pesantren yang mampu mengelola sumber pangannya sendiri memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan sistem pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan makan santri secara berkelanjutan.

TARGET SATU JUTA BIBIT SORGUM

Dalam informasi yang dipublikasikan pada Rabu, 21 Oktober 2026, gerakan tersebut disebut memiliki target penanaman satu juta bibit sorgum.

Kegiatan peluncuran di Pesantren Al-Hikam Depok turut dihadiri sekitar 300 peserta.

Program juga ditandai dengan kegiatan penanaman dan penyerahan bibit kepada perwakilan sejumlah daerah, termasuk Aceh dan Kalimantan Barat.

Perlu dipahami bahwa nama Gerakan Sejuta Santri maupun target satu juta bibit merupakan sasaran program, bukan bukti bahwa satu juta santri sudah mengikuti kegiatan atau seluruh bibit telah ditanam.

Pelaksanaan gerakan secara lebih luas masih membutuhkan dukungan berbagai pihak.

MENGHUBUNGKAN KEBUN, DAPUR, DAN KOPERASI PESANTREN

Kemenag berharap program penanaman sorgum tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Pengembangan sorgum diarahkan untuk menghubungkan hasil pertanian dengan kebutuhan dapur pesantren serta kegiatan ekonomi koperasi.

Melalui pendekatan tersebut, hasil panen berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan makanan sekaligus diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Gerakan ini juga mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga penelitian, pelaku usaha, dan masyarakat.

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, menilai kemandirian pangan menjadi salah satu bagian penting dari penguatan kelembagaan pesantren.

Menurutnya, pengembangan pertanian berbasis pesantren dapat membantu memperkuat kemampuan lembaga dalam memenuhi kebutuhan santri.

BAGAIMANA PESANTREN DAPAT MENGIKUTI PROGRAM?

Hingga informasi yang tersedia pada 21 Oktober 2026, gerakan telah memasuki tahap peluncuran dan penyaluran bibit awal.

Belum ditemukan portal pendaftaran nasional yang terverifikasi untuk seluruh pondok pesantren yang ingin bergabung.

Pengelola pesantren yang berminat dapat memantau pengumuman dari Koperasi Pondok Pesantren Indonesia, Direktorat Jenderal Pesantren, atau penyelenggara resmi lainnya.

Sebelum mengikuti kegiatan, pihak pesantren perlu memastikan ketentuan kerja sama, ketersediaan bibit, serta pendampingan teknis yang diberikan.

Gerakan Sejuta Santri Menanam Sorgum diharapkan dapat menjadi langkah awal memperkuat pendidikan kewirausahaan, pemanfaatan lahan, dan kemandirian pangan pesantren secara berkelanjutan.

Tags:
Hari Santri 2026 Gerakan Sejuta Santri tanaman sorgum kemandirian pangan pesantren kemenag koperasi pesantren santri bertani

Komentar Pengguna