Beasiswa
Hilmi An Naufal

Jelang Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Salurkan Beasiswa untuk 482 Santri, Bantuan Rp1 Juta per Semester

Jelang Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Salurkan Beasiswa untuk 482 Santri, Bantuan Rp1 Juta per Semester

22 Oktober 2026 | 07:30

KebonCinta.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan beasiswa pendidikan kepada 482 mahasantri dan santri penggerak menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Penyerahan dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam kegiatan Penyerahan dan Pembekalan Beasiswa Ma'had Aly dan Santri Penggerak di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin, 19 Oktober 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari Pesantren Obah yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Pemerintah daerah berharap bantuan ini dapat mendukung keberlanjutan pendidikan sekaligus meningkatkan kontribusi santri dalam kehidupan masyarakat.

424 MAHASANTRI DAN 58 SANTRI PENGGERAK

Baca Juga: 200 Santri Ikuti Lomba Hari Santri 2026 di Kota Cirebon, Ada Tahfiz, Safinatun Najah dan Aqidatul AwamKebonCinta.com — Sebanyak kurang lebih 200 peserta dari berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan mengikuti perlombaan dalam rangka memp 

Berdasarkan keterangan resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 482 penerima memperoleh bantuan pendidikan melalui program tersebut.

Jumlah itu terdiri atas:

  1. Sebanyak 424 mahasantri Ma'had Aly.
  2. Sebanyak 58 santri penggerak.

Mahasantri Ma'had Aly merupakan peserta pendidikan tinggi keagamaan berbasis pesantren.

Sementara itu, kelompok santri penggerak mencakup mahasiswa yang aktif mengikuti pendidikan perguruan tinggi sekaligus menjalani kegiatan di lingkungan pesantren.

Pemprov Jateng berharap program tersebut dapat memperluas kesempatan belajar serta mendukung pengembangan kemampuan santri di bidang akademik dan sosial.

BESARAN BANTUAN BEASISWA

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa bantuan pendidikan dalam program tersebut bernilai Rp1 juta per semester selama enam semester.

Dengan demikian, penerima yang memenuhi seluruh ketentuan masa pemberian bantuan berkesempatan memperoleh dukungan hingga Rp6 juta selama periode tersebut.

Bantuan diarahkan untuk menunjang kebutuhan pendidikan dan mengurangi beban biaya yang ditanggung mahasiswa maupun keluarga.

Meski demikian, pencairan dan keberlanjutan bantuan tetap mengikuti ketentuan program.

SANTRI PENGGERAK DIMINTA BERKONTRIBUSI

Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa mahasantri memiliki pengalaman yang menggabungkan tradisi keilmuan pesantren dengan pendidikan tinggi.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen juga menekankan pentingnya kerja sama antara mahasiswa perguruan tinggi umum dan mahasantri.

Salah satu gagasan yang disampaikan adalah kemungkinan menggabungkan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa perguruan tinggi dengan mahasantri Ma'had Aly.

Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa dan mahasantri diharapkan dapat bertemu dalam kegiatan pengabdian serta mengembangkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

Namun, gagasan penggabungan KKN tersebut masih berupa peluang pengembangan program, bukan kebijakan yang telah diterapkan secara menyeluruh.

BEASISWA BANTU MAHASANTRI MELANJUTKAN PENDIDIKAN

Salah satu penerima bantuan adalah Alaika Hilma, mahasantri semester enam Ma'had Aly Yanbu'ul Qur'an Kudus.

Alaika menempuh pendidikan pada bidang Ulumul Qur'an dan sebelumnya menjalani pekerjaan lepas untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya kuliah.

Dalam keterangan yang dipublikasikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 19 Oktober 2026, Alaika menjelaskan bahwa bantuan tersebut membantu mengurangi beban biaya pendidikan sehingga dirinya dapat lebih fokus belajar.

Pengalaman serupa juga dirasakan para mahasiswa yang harus membagi waktu antara kegiatan perkuliahan dan pendidikan di pesantren.

CARA CEK INFORMASI BEASISWA SANTRI JAWA TENGAH

Bagi mahasantri yang ingin mengetahui perkembangan program Pesantren Obah, informasi dapat diperoleh melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Berikut langkah yang dapat dilakukan:

  1. Buka situs resmi jatengprov.go.id.
  2. Cari informasi Beasiswa Ma'had Aly dan Santri Penggerak 2026.
  3. Periksa pengumuman program dan tahapan seleksi.
  4. Pastikan informasi berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau pengelola resmi program.
  5. Peserta yang telah mengikuti seleksi dapat berkoordinasi dengan lembaga pendidikan masing-masing.
  6. Ikuti petunjuk pemberkasan dan pembekalan yang diberikan penyelenggara.

Berdasarkan jadwal yang diumumkan sebelumnya, proses seleksi berlangsung hingga 19 Oktober 2026.

Pengumuman dijadwalkan pada 20 Oktober, pemberkasan pada 21 Oktober, serta pelepasan dan pembekalan pada 21–23 Oktober.

Dengan demikian, informasi penyaluran 482 beasiswa ini bukan pengumuman pembukaan pendaftaran peserta baru.

Masyarakat yang belum mengikuti seleksi dapat memantau kesempatan beasiswa pada periode berikutnya melalui kanal resmi pemerintah.

Program Pesantren Obah diharapkan menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan tinggi pesantren sekaligus pengembangan sumber daya manusia menjelang Hari Santri Nasional 2026.

Tags:

Komentar Pengguna