Pendidikan
Hilmi An Naufal

Kabut Asap Makin Parah, PAUD hingga SMP di Pekanbaru PJJ sampai 10 Oktober

Kabut Asap Makin Parah, PAUD hingga SMP di Pekanbaru PJJ sampai 10 Oktober

08 Oktober 2026 | 16:29

KebonCinta.com — Pemerintah Kota Pekanbaru kembali memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ akibat kualitas udara yang masih buruk karena kabut asap.

Kebijakan tersebut berlaku bagi peserta didik tingkat PAUD hingga SMP sampai Sabtu, 10 Oktober 2026.

Keputusan diambil setelah pemerintah mengevaluasi hasil pemantauan kualitas udara dari sejumlah parameter.

Kondisi udara di Pekanbaru sempat berada pada kategori sangat tidak sehat bahkan mencapai level berbahaya pada Rabu siang, 7 Oktober.

“Kondisi udara kita di Pekanbaru hari ini dalam kondisi sangat tidak sehat,” ujar Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar.

Ia menjelaskan tiga parameter yang menjadi acuan pemerintah sama-sama menunjukkan kualitas udara yang buruk.

Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar tatap muka dinilai berisiko bagi kesehatan siswa.

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian ketika konsentrasi polutan meningkat.

Paparan asap dapat menimbulkan keluhan pada saluran pernapasan serta memperburuk kondisi masyarakat yang sebelumnya memiliki asma atau gangguan kesehatan tertentu.

Baca Juga: Perbedaan SKL, Ijazah, dan Transkrip Nilai: Fungsi dan Kegunaannya 

Pemkot Pekanbaru mencatat lebih dari 10 ribu warga mengalami berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap.

Keluhan yang dilaporkan mencakup ISPA, asma, iritasi hingga pneumonia.

Pada 7 Oktober saja, pemerintah mencatat sekitar 374 pasien datang dengan keluhan yang dikaitkan dengan dampak kabut asap.

Kebijakan PJJ karena itu dipilih untuk mengurangi aktivitas anak di luar ruangan.

Sekolah tetap diminta memastikan proses pembelajaran dapat berjalan dari rumah.

Namun pemerintah juga menyadari tidak seluruh siswa mempunyai akses internet yang sama.

Bagi sekolah maupun siswa yang mengalami kendala listrik atau jaringan, pembelajaran dapat disesuaikan menggunakan modul dan penugasan berbasis rumah.

Orang tua juga diminta membantu membatasi kegiatan anak di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.

Apabila harus beraktivitas di luar, perlindungan yang sesuai serta pemantauan informasi kualitas udara menjadi semakin penting.

Pemerintah dijadwalkan kembali mengevaluasi kondisi pada Minggu, 11 Oktober.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan apakah pembelajaran dapat kembali dilakukan secara tatap muka.

BMKG juga memprakirakan terdapat potensi hujan pada Sabtu.

Pemerintah berharap hujan dapat membantu memperbaiki kondisi udara, tetapi keputusan mengenai sekolah tetap akan didasarkan pada hasil pemantauan terbaru.

Untuk sementara, keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama sehingga PAUD hingga SMP tetap belajar dari rumah sampai Sabtu.

Tags:
Pekanbaru PJJ Kabut Asap Karhutla sekolah Siswa PAUD SMP ISPA

Komentar Pengguna