Daerah
Hilmi An Naufal

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah PAUD hingga SMP di Pekanbaru PJJ sampai 10 Oktober

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah PAUD hingga SMP di Pekanbaru PJJ sampai 10 Oktober

08 Oktober 2026 | 19:44

KebonCinta.com — Pemerintah Kota Pekanbaru kembali memperpanjang pembelajaran jarak jauh akibat kondisi kabut asap dan kualitas udara yang memburuk.

Kebijakan belajar dari rumah berlaku bagi peserta didik tingkat PAUD hingga SMP.

PJJ diperpanjang sampai Sabtu, 10 Oktober 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kondisi pencemaran udara.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan kualitas udara sempat berada pada kondisi berbahaya.

“Pukul 13.00 WIB itu sampai ke posisi berbahaya,” ujar Markarius.

Kondisi tersebut terjadi pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Pemerintah daerah menilai aktivitas belajar dari rumah diperlukan untuk mengurangi paparan polusi kepada anak-anak.

Kabut asap juga telah menimbulkan berbagai keluhan kesehatan di tengah masyarakat.

Pemkot Pekanbaru mencatat lebih dari 10 ribu warga telah mengalami gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan paparan asap.

Keluhan yang ditemukan antara lain asma, infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, iritasi mata dan kulit hingga pneumonia.

Pada 7 Oktober saja, jumlah kunjungan pasien dengan keluhan terkait dampak asap dilaporkan mencapai 374 orang.

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian karena aktivitas sekolah dapat membuat mereka lebih sering berada di luar rumah.

Dengan diberlakukannya PJJ, pemerintah berharap paparan udara luar dapat ditekan.

Sekolah dan orang tua diminta mematuhi arahan belajar mandiri dari rumah selama kebijakan masih berlaku.

Meski belajar dilakukan secara daring, siswa tetap diharapkan mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai arahan guru.

Baca Juga: Jangan Panik Saat Rasa Cinta Berubah, Bisa Jadi Hubungan Sedang Naik Level 

Orang tua juga perlu memastikan anak tidak justru menghabiskan waktu terlalu lama beraktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.

Jika harus keluar, masyarakat dapat mengikuti rekomendasi kesehatan yang diberikan pemerintah dan tenaga medis.

Kondisi kabut asap juga menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat memberikan dampak jauh melampaui lokasi kebakaran.

Asap dapat berpindah mengikuti arah angin dan memengaruhi kualitas udara di wilayah lain.

Dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan.

Sekolah, transportasi, kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi juga dapat terganggu ketika pencemaran udara mencapai tingkat yang tinggi.

Pemkot Pekanbaru akan terus mengevaluasi kualitas udara sebelum menentukan kebijakan pembelajaran setelah 10 Oktober.

Masyarakat disarankan terus mengikuti informasi resmi pemerintah daerah dan tidak hanya mengandalkan kondisi udara yang terlihat dengan mata.

Tags:
Pekanbaru Kabut Asap Karhutla PJJ Sekolah Daring ISPA pendidikan Riau

Komentar Pengguna