KebonCinta.com β Kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk akibat kabut asap.
Pemerintah Kota Pekanbaru akhirnya mengalihkan kegiatan belajar tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ selama dua hari.
Kebijakan berlaku pada Selasa hingga Rabu, 6-7 Oktober 2026.
PJJ diberlakukan bagi peserta didik jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Pekanbaru.
Sekolah negeri maupun swasta diminta mengikuti penyesuaian tersebut.
Keputusan diambil setelah hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara menunjukkan kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan keselamatan siswa menjadi pertimbangan utama.
βKita kembali melaksanakan pembelajaran jarak jauh selama dua hari,β ujar Abdul Jamal.
Ia menjelaskan kebijakan tersebut diambil karena kualitas udara berada pada kondisi yang dapat mengganggu kesehatan peserta didik.
Penerapan PJJ tercantum dalam Surat Edaran Nomor 400.3/Disdik.Sekretaris.1/3348/2026.
Sekolah dan madrasah yang berada di bawah Kementerian Agama maupun lembaga lain juga diimbau menyesuaikan proses pembelajaran.
Namun pemerintah memahami tidak semua siswa memiliki akses internet dan listrik yang sama.
Sekolah yang mengalami kendala jaringan diperbolehkan menggunakan modul tertulis.
Guru dapat memberikan penugasan berbasis rumah sehingga siswa tetap mendapatkan kegiatan pembelajaran tanpa harus keluar rumah.
Kabut asap juga membuat fasilitas kesehatan meningkatkan kesiagaan.
Pemerintah Kota Pekanbaru menyiagakan 21 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk melayani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan udara tidak sehat.
Partikel halus dalam kabut asap dapat memberikan dampak lebih besar terhadap kelompok rentan.
Anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan.
BPBD Kota Pekanbaru menyatakan tidak ditemukan titik api baru di dalam wilayah kota pada Selasa.
Pemerintah daerah menyebut kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru saat ini dipengaruhi asap yang berasal dari wilayah lain.
Meski titik api lokal nihil, kualitas udara tetap menjadi perhatian.
Pemerintah meminta warga menghindari kegiatan pembakaran yang dapat memperburuk keadaan.
Masyarakat juga dianjurkan memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi.
Apabila harus beraktivitas di luar rumah ketika kualitas udara buruk, perlindungan pernapasan dan pembatasan waktu paparan menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Pemkot Pekanbaru akan terus mengevaluasi perkembangan kualitas udara.
Keputusan mengenai pembelajaran setelah 7 Oktober akan menyesuaikan kondisi terbaru dan pertimbangan kesehatan peserta didik.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir