ASN & Karier
Hilmi An Naufal

Karhutla Kalbar Meningkat, Kementerian Kehutanan Kerahkan 104 Personel Tambahan dan Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca

Karhutla Kalbar Meningkat, Kementerian Kehutanan Kerahkan 104 Personel Tambahan dan Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca

24 Oktober 2026 | 21:13

KebonCinta.com — Kementerian Kehutanan memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat setelah pemantauan menunjukkan peningkatan jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Berdasarkan siaran pers Kementerian Kehutanan pada Sabtu (24/10/2026), jumlah hotspot di Kalimantan Barat meningkat dari 39 menjadi 184 titik.

Peningkatan tersebut menjadi perhatian pemerintah karena kebakaran hutan dan lahan berpotensi menimbulkan gangguan terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keberlangsungan kehidupan satwa liar.

Untuk memperkuat operasi di Kabupaten Ketapang, Kementerian Kehutanan menyiapkan tambahan 104 personel.

Upaya tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pemadaman darat, operasi udara, patroli, serta penguatan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC.

MENTERI KEHUTANAN PIMPIN KOORDINASI

Baca Juga: Beasiswa Juara Luwu Timur 2026 Masih Dibuka hingga 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftar Online 

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Jumat (23/10/2026).

Rapat tersebut melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, BPBD, dan jajaran teknis Kementerian Kehutanan.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Menteri Kehutanan menekankan bahwa penurunan jumlah titik panas di suatu wilayah tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan.

Pemerintah justru perlu memanfaatkan kondisi yang memungkinkan untuk mempercepat penanganan kebakaran.

Sebab, karakteristik kebakaran pada lahan gambut dapat membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan penanganan lanjutan.

104 PERSONEL TAMBAHAN DISIAPKAN

Kementerian Kehutanan menyiapkan 104 personel tambahan untuk memperkuat penanganan kebakaran di wilayah Ketapang.

Personel tersebut akan ditempatkan pada tiga lokasi operasi.

Sebanyak 20 personel diarahkan ke kawasan Cagar Alam Muara Kendawangan–Desa Seriam.

Kemudian 44 personel ditugaskan ke Desa Pembedilan.

Sementara itu, sebanyak 40 personel lainnya ditempatkan di wilayah PBPH PT Buana Megatama Jaya.

Penugasan tambahan dilakukan secara bertahap pada 23–26 Oktober 2026.

Masa operasi personel tersebut direncanakan berlangsung selama 14 hari.

PENINGKATAN HOTSPOT DI ENAM PROVINSI PRIORITAS

Data SiPongi Kementerian Kehutanan hingga 23 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB mencatat sebanyak 1.336 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional.

Jumlah tersebut turun sebanyak 14 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 1.350 hotspot.

Namun, kondisi enam provinsi prioritas menunjukkan perkembangan berbeda.

Secara keseluruhan, jumlah hotspot di enam provinsi tersebut meningkat dari 1.078 menjadi 1.103 titik.

Kalimantan Tengah mencatat jumlah terbanyak dengan 785 hotspot, meskipun mengalami penurunan dari 874 titik.

Kalimantan Barat meningkat dari 39 menjadi 184 hotspot.

Sementara itu, Jambi mengalami peningkatan dari 7 menjadi 46 titik.

Jumlah hotspot di Sumatera Selatan tercatat 58 titik dan Kalimantan Selatan 30 titik.

Adapun Riau tidak mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi pada waktu pemantauan tersebut.

Data hotspot merupakan indikator hasil pemantauan satelit dan tidak dapat secara langsung disamakan dengan jumlah kebakaran aktif yang telah dikonfirmasi di lapangan.

OPERASI MODIFIKASI CUACA DIPERKUAT

Pemerintah juga memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca untuk membantu pengendalian karhutla.

Menurut Kementerian Kehutanan, operasi udara saat ini didukung 49 unit armada.

Sebanyak 32 unit digunakan untuk kegiatan water bombing atau pemadaman melalui udara.

Sementara 17 unit lainnya mendukung patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca.

Pemerintah juga memperkuat dukungan material penyemaian awan pada sejumlah wilayah prioritas.

OMC merupakan salah satu pendekatan pendukung pengendalian karhutla yang pelaksanaannya mempertimbangkan kondisi atmosfer dan peluang pembentukan hujan.

Upaya tersebut tidak menggantikan kebutuhan pemadaman dan pengawasan secara langsung di lapangan.

51 ORANGUTAN BERHASIL DISELAMATKAN

Selain menangani kebakaran, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap keselamatan satwa liar yang terdampak.

Dalam siaran pers yang sama, Kementerian Kehutanan melaporkan bahwa sebanyak 51 individu orangutan telah diselamatkan dari wilayah terdampak karhutla di Ketapang dan Kayong Utara.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi penyelamatan selama periode 6 Agustus hingga pertengahan Oktober 2026.

Upaya penyelamatan dilakukan melalui kerja sama BKSDA Kalimantan Barat, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), pemerintah daerah, masyarakat, serta mitra konservasi.

Penanganan satwa mencakup pemeriksaan kesehatan, rehabilitasi, dan persiapan pengembalian ke habitat yang dinilai aman.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api.

Perlindungan habitat, keselamatan satwa, dan pemulihan lingkungan juga menjadi bagian penting dari upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat di wilayah rawan kebakaran diimbau mengikuti arahan pihak berwenang serta menghindari kegiatan pembakaran lahan yang berpotensi memperburuk kondisi.

Tags:
karhutla Kalimantan Barat kebakaran hutan 2026 Ketapang Kementerian Kehutanan Raja Juli Antoni operasi modifikasi cuaca Manggala Agni hotspot Kalbar orangutan bencana lingkungan

Komentar Pengguna