Misalnya: “Lani membawa tanaman hias ke kelas. Tanaman itu diletakkan dekat jendela. Ia merawatnya setiap pagi.” Kata itu menunjuk tanaman hias, ia menunjuk Lani, dan akhiran -nya pada merawatnya menunjuk tanaman.
Siswa harus mencermati jenis rujukan. Kata ia biasanya mengacu pada orang, sehingga tidak tepat menafsirkannya sebagai jendela.
Perhatikan bacaan ini: “Perpustakaan sekolah diperbarui pada awal semester. Ruangan tersebut kini mempunyai sudut baca yang nyaman. Para siswa senang datang ke sana saat istirahat. Mereka juga dapat meminjam buku untuk dibaca di rumah.”
Kata tersebut merujuk pada perpustakaan sekolah; ke sana mengacu ke perpustakaan; dan mereka merujuk para siswa. Perhatikan bahwa lokasi dan orang yang dirujuk berbeda meskipun semuanya muncul dalam satu paragraf.
Mengenali kata rujukan berbeda dari menentukan ide pokok. Ide pokok adalah gagasan utama paragraf, sedangkan kata rujukan membantu pembaca memahami hubungan informasi di dalamnya.
Baca Juga: Mengembangkan Literasi Membaca Melalui Teks dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Soal 1. “Siti mengikuti lomba pidato. Ia berlatih setiap sore.” Kata ia merujuk pada siapa? Jawaban: Siti.
Soal 2. “Kelas VII menanam pohon mangga. Pohon itu tumbuh subur.” Kata itu merujuk pada apa? Jawaban: Pohon mangga yang ditanam kelas VII.
Soal 3. “Kami mengunjungi museum kota. Di sana ada koleksi benda bersejarah.” Di mana tempat yang dimaksud? Jawaban: Museum kota.
Soal 4. “Bu Ani membagikan buku kepada siswa. Mereka membacanya bersama.” Kata mereka merujuk kepada siapa? Jawaban: Para siswa.
Soal 5. “Doni meminjam sepeda Arif. Ia memperbaikinya.” Mengapa kalimat kedua bisa membingungkan? Jawaban: Kata ia dapat merujuk Doni atau Arif. Penulis perlu memperjelas siapa yang memperbaiki sepeda.
Dalam menulis, gunakan kata rujukan jika acuan jelas dan tidak terlalu jauh dari kata yang disebut.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir