Sains
Hilmi An Naufal

Kemendiktisaintek Targetkan 19 Ribu Artikel Ilmiah Tembus Jurnal Q1, Ratusan Peneliti Digembleng

Kemendiktisaintek Targetkan 19 Ribu Artikel Ilmiah Tembus Jurnal Q1, Ratusan Peneliti Digembleng

08 Oktober 2026 | 16:30

KebonCinta.com — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menargetkan sekitar 19 ribu artikel ilmiah Indonesia dapat terbit pada jurnal internasional bereputasi kuartil pertama atau Q1 sepanjang 2026.

Target tersebut didorong melalui peningkatan kemampuan dosen dan peneliti dalam menyiapkan artikel yang memenuhi standar publikasi internasional.

Salah satu programnya adalah Workshop Penulisan Artikel untuk Submit ke Jurnal Internasional Q1 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Makassar pada 7 hingga 8 Oktober.

“Tahun 2026 ini kami diberikan target untuk mempublikasikan artikel pada Q1 sekitar 19.000 artikel,” ujar Yoga Dwi Arianda dari Kemendiktisaintek.

Ia mengakui target tersebut cukup menantang sehingga membutuhkan keterlibatan peneliti dari banyak perguruan tinggi.

Minat mengikuti program pelatihan ternyata cukup besar.

Sekitar 1.700 usulan masuk dalam proses seleksi.

Dari jumlah tersebut, tim fasilitator merekomendasikan sekitar 550 orang untuk mendapatkan pelatihan.

Namun keterbatasan kapasitas membuat program tahun ini baru dapat diselenggarakan di empat lokasi.

Total peserta yang dapat mengikuti kegiatan berada di kisaran 250 orang.

Baca Juga: Pendidikan Karakter Anak Bukan Sekadar Nasihat, Ini Kebiasaan yang Perlu Dibangun Setiap Hari 

Untuk pelaksanaan di Unismuh Makassar, sekitar 70 peneliti dari berbagai institusi mengikuti pendampingan.

Peserta tidak hanya mendengarkan materi mengenai cara menulis artikel ilmiah.

Naskah yang mereka bawa dibedah bersama fasilitator.

Aspek yang diperiksa mulai dari substansi penelitian, metode, penyajian data hingga kesesuaian artikel dengan jurnal yang dituju.

Peneliti juga diingatkan berhati-hati terhadap jurnal predator.

Kemajuan teknologi membuat situs jurnal palsu dapat dibuat menyerupai jurnal asli, termasuk meniru nama maupun identitas publikasi.

Karena itu, dosen dan peneliti perlu memastikan alamat situs, reputasi penerbit serta indeks jurnal sebelum mengirimkan karya ilmiah.

Integritas akademik juga menjadi bagian penting dalam proses publikasi.

Target jumlah artikel tidak boleh membuat peneliti mengabaikan kualitas maupun etika penelitian.

Publikasi pada jurnal internasional dapat membantu hasil penelitian Indonesia dibaca oleh komunitas ilmiah yang lebih luas.

Dari sana, peluang kolaborasi dengan peneliti dari perguruan tinggi maupun negara lain juga dapat terbuka.

Bagi kampus, peningkatan kualitas penelitian dapat memperkuat ekosistem akademik dan memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

Kemendiktisaintek berharap program pendampingan tidak berhenti pada pelatihan.

Artikel yang telah diperbaiki diharapkan benar-benar masuk ke tahap submission dan akhirnya dapat diterima oleh jurnal bereputasi.

Tags:
kemendiktisaintek Dosen Peneliti Jurnal Q1 Karya Ilmiah Kampus Riset Unismuh

Komentar Pengguna