KebonCinta.com — Kementerian Haji dan Umrah meminta jamaah umrah Indonesia meningkatkan kewaspadaan menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah memastikan keselamatan jamaah menjadi prioritas utama selama rangkaian perjalanan dan pelaksanaan ibadah.
Jamaah yang sudah berada di Arab Saudi diminta tetap tenang serta mengikuti informasi dari sumber resmi.
Aktivitas yang tidak mendesak juga disarankan untuk dibatasi, terutama apabila berada di kawasan yang dinilai rawan.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Ichsan Marsha meminta masyarakat tidak panik menghadapi situasi tersebut.
“Tetap tenang, tetap waspada, dan utamakan keselamatan,” ujar Ichsan.
Kemenhaj juga meminta jamaah mengikuti arahan otoritas Arab Saudi serta petugas Indonesia di lapangan.
Bagi jamaah yang berada di Makkah dan Madinah, kegiatan diharapkan tetap difokuskan pada pelaksanaan ibadah.
Kementerian juga telah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh.
Berdasarkan data pemerintah hingga Minggu, 11 Oktober 2026, terdapat 37 jamaah yang tercatat berangkat dan pulang melalui Bandara Internasional King Khaled di Riyadh.
Kemenhaj memastikan tidak ada jamaah umrah Indonesia yang menjadi korban dalam situasi keamanan tersebut berdasarkan data yang dimiliki saat itu.
Jamaah yang belum berangkat juga diminta memeriksa kembali jadwal penerbangan.
Konfirmasi sebaiknya dilakukan langsung kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau PPIU masing-masing.
Travel umrah juga diminta memberikan informasi jika terdapat perubahan jadwal.
PPIU diwajibkan menjadikan keselamatan jamaah sebagai prioritas dan memberikan pendampingan ketika kondisi perjalanan berubah.
Keluarga jamaah di Indonesia juga diminta tetap menjaga komunikasi.
Masyarakat sebaiknya tidak langsung mempercayai video, foto maupun pesan berantai mengenai kondisi di Arab Saudi yang belum diketahui sumber dan waktunya.
Informasi resmi dapat dipantau melalui Kemenhaj, Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah dan otoritas Arab Saudi.
Langkah tersebut penting karena situasi keamanan dapat berkembang dengan cepat.
Informasi lama yang kembali beredar melalui media sosial juga dapat menyebabkan masyarakat salah memahami kondisi sebenarnya.
Calon jamaah tidak disarankan mengambil keputusan perjalanan hanya berdasarkan unggahan yang tidak terverifikasi.
Komunikasi dengan travel resmi menjadi salah satu langkah utama sebelum keberangkatan.
Jamaah juga sebaiknya menyimpan nomor kontak pendamping dan dokumen perjalanan pada tempat yang mudah diakses.
Kemenhaj menegaskan sampai informasi terakhir yang disampaikan pemerintah, rangkaian ibadah jamaah Indonesia tetap berjalan.
Namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan sebagai langkah pencegahan.
Pemerintah akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga Indonesia yang menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir