KebonCinta.com — Kementerian Kesehatan menyoroti besarnya tantangan pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia.
Hingga triwulan ketiga 2026, Kemenkes mencatat sebanyak 2.365 warga dengan gangguan jiwa berat masih mengalami pemasungan.
Kondisi tersebut antara lain ditemukan pada individu dengan psikosis akut dan skizofrenia.
Pemerintah menilai praktik pemasungan harus terus ditekan dengan memperkuat pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.
“Melalui penguatan layanan kesehatan primer dan edukasi publik, pemerintah berupaya memastikan setiap individu memperoleh dukungan yang tepat,” kata Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi.
Kemenkes juga menyoroti tingginya kesenjangan pengobatan pada masyarakat yang mengalami depresi.
Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat prevalensi depresi pada penduduk berusia di atas 15 tahun mencapai sekitar 1,4 persen.
Jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk, angkanya diperkirakan mencapai 2,5 juta hingga 3 juta orang.
Namun hanya sekitar 12,7 persen yang tercatat mendapatkan pengobatan.
Artinya, sebagian besar masyarakat yang mengalami depresi belum terjangkau layanan kesehatan secara memadai.
Kemenkes menyebut beban tertinggi ditemukan pada kelompok usia muda antara 15 hingga 24 tahun.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental remaja dan anak muda.
Persoalan kesehatan jiwa tidak selalu terlihat dari kondisi fisik seseorang.
Seseorang dapat tetap bersekolah, kuliah maupun bekerja tetapi pada saat yang sama menghadapi tekanan mental yang membutuhkan dukungan.
Stigma menjadi salah satu hambatan.
Sebagian masyarakat masih merasa takut atau malu mencari bantuan ketika mengalami persoalan kesehatan jiwa.
Akibatnya, kondisi dapat terlambat diketahui dan penanganannya menjadi lebih sulit.
Kemenkes juga memperluas skrining kesehatan jiwa melalui program Cek Kesehatan Gratis.
Skrining juga dilakukan melalui pelayanan rutin untuk ibu hamil dan ibu nifas.
Hingga saat ini, skrining kesehatan jiwa telah dilakukan kepada lebih dari 71 juta penduduk berusia di atas tujuh tahun.
Hasil skrining menunjukkan indikasi gejala depresi juga ditemukan pada ibu hamil dan ibu nifas serta kelompok usia sekolah dan remaja.
Pemerintah kini berupaya memperkuat pelayanan kesehatan jiwa di fasilitas pelayanan tingkat pertama.
Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa dalam dua tahun ke depan.
Layanan dukungan juga tersedia melalui Healing119.id yang dapat diakses masyarakat melalui telepon maupun percakapan daring.
Kemenkes mencatat layanan tersebut telah digunakan oleh ratusan ribu pengguna.
Selain obat, penanganan kesehatan jiwa dapat melibatkan psikoterapi dan rehabilitasi sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Karena itu, dukungan keluarga dan masyarakat juga mempunyai peran penting.
Masyarakat perlu memahami bahwa orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa membutuhkan penanganan dan dukungan, bukan pengucilan maupun kekerasan.
Penghapusan pemasungan menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus dilakukan bersama dengan perluasan akses pengobatan.
Tujuan akhirnya adalah memastikan setiap orang dapat memperoleh layanan kesehatan dengan bermartabat dan kembali menjalani kehidupan secara lebih mandiri.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir