Kesehatan
Hilmi An Naufal

Kemenkes: 6.549 Puskesmas Sudah Layani Kesehatan Jiwa, Ditargetkan 100 Persen dalam Dua Tahun

Kemenkes: 6.549 Puskesmas Sudah Layani Kesehatan Jiwa, Ditargetkan 100 Persen dalam Dua Tahun

09 Oktober 2026 | 19:04

KebonCinta.com — Akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan jiwa melalui puskesmas terus diperluas.

Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 6.549 puskesmas atau sekitar 64 persen dari seluruh puskesmas sudah mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa.

Pemerintah menargetkan cakupan tersebut dapat meningkat menjadi 100 persen dalam waktu dua tahun.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya agar pelayanan kesehatan jiwa semakin mudah dijangkau masyarakat hingga tingkat layanan kesehatan primer.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi mengatakan pelayanan kesehatan jiwa tidak dapat dianggap sebagai persoalan tambahan.

“Kesehatan jiwa ini bukan isu pinggiran. Ini adalah isu utama pembangunan kesehatan,” ujarnya.

Kemenkes mencatat peningkatan layanan terjadi cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada periode 2022 hingga 2023, jumlah puskesmas yang mampu memberikan layanan kesehatan jiwa masih berada di kisaran 3.800 fasilitas.

Kini jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 6.500 puskesmas.

Meski demikian, tantangan akses masih cukup besar.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebagian besar masyarakat yang mengalami depresi belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

Prevalensi depresi pada penduduk berusia di atas 15 tahun tercatat sekitar 1,4 persen.

Jika diperhitungkan terhadap jumlah penduduk, angkanya diperkirakan mencapai sekitar 2,5 juta hingga 3 juta orang.

Namun baru sekitar 12,7 persen yang memperoleh pengobatan.

Kondisi tersebut membuat puskesmas mempunyai posisi penting sebagai pintu pertama masyarakat mendapatkan bantuan.

Lokasinya yang berada dekat dengan permukiman memungkinkan masyarakat mendapatkan pemeriksaan awal tanpa harus langsung menuju rumah sakit besar.

Kemenkes juga mulai memperluas fasilitas puskesmas yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Saat ini sekitar 932 puskesmas atau sembilan persen tercatat telah memiliki pelayanan yang lebih ramah bagi kelompok tersebut.

Selain pelayanan secara langsung, pemerintah menyediakan saluran krisis kesehatan jiwa melalui Healing119.

Layanan tersebut telah diakses ratusan ribu kali melalui telepon maupun percakapan daring.

Peningkatan layanan kesehatan jiwa juga dianggap penting bagi kelompok usia remaja hingga dewasa.

Kemenkes menyebut gangguan kesehatan jiwa masuk dalam tiga besar beban kesehatan pada kelompok usia tersebut.

Pemerintah karena itu ingin pelayanan tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika kondisi sudah berat.

Edukasi, deteksi dini, pendampingan keluarga hingga rujukan juga perlu diperkuat.

Dukungan keluarga dinilai mempunyai peran penting dalam membantu seseorang mencari pertolongan.

Stigma terhadap gangguan kesehatan jiwa masih menjadi salah satu alasan sebagian masyarakat enggan mengakses layanan.

Dengan target seluruh puskesmas mampu memberikan layanan dalam dua tahun, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh pertolongan yang tepat.

Penguatan layanan primer juga diharapkan membuat persoalan kesehatan jiwa dapat diketahui dan ditangani lebih awal.

Tags:
Kesehatan Mental Kesehatan Jiwa Puskesmas Kemenkes Healing119 Psikologi Kesehatan

Komentar Pengguna