Kesehatan
Hilmi An Naufal

Kemenkes: 6.549 Puskesmas Sudah Layani Kesehatan Jiwa, Ditargetkan 100 Persen dalam Dua Tahun

Kemenkes: 6.549 Puskesmas Sudah Layani Kesehatan Jiwa, Ditargetkan 100 Persen dalam Dua Tahun

10 Oktober 2026 | 14:38

KebonCinta.com — Akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan jiwa mulai diperluas hingga fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 6.549 puskesmas atau sekitar 64 persen dari seluruh puskesmas di Indonesia sudah mampu memberikan layanan kesehatan jiwa.

Pemerintah menargetkan seluruh puskesmas dapat memberikan pelayanan serupa dalam dua tahun mendatang.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengatakan jumlah fasilitas yang menyediakan layanan kesehatan jiwa terus mengalami peningkatan.

Pada periode 2022 hingga 2023, jumlahnya masih berada di kisaran 3.800 puskesmas.

Kini jumlah tersebut telah meningkat menjadi lebih dari 6.500 fasilitas.

Peningkatan akses dinilai penting karena masih banyak orang dengan gejala depresi yang belum mendapatkan pengobatan.

“Jadi ini baru 1 dari 10,” ujar Maria Endang.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi depresi pada masyarakat berusia di atas 15 tahun berada di kisaran 1,4 persen.

Jika diekstrapolasi, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 2,5 juta hingga 3 juta orang.

Namun baru sekitar 12,7 persen yang mendapatkan pengobatan.

Artinya, sebagian besar masyarakat yang mengalami depresi belum mendapatkan pelayanan profesional.

Kemenkes juga mencatat kesehatan jiwa menjadi salah satu beban kesehatan penting pada kelompok remaja hingga orang dewasa.

Pelayanan di puskesmas karena itu diharapkan membuat bantuan menjadi lebih dekat dengan masyarakat.

Warga tidak harus langsung menuju rumah sakit besar untuk mendapatkan skrining maupun konsultasi awal.

Baca Juga: Jangan Terpaku 10.000 Langkah, Segini Jumlah Jalan Kaki yang Tetap Bermanfaat 

Selain memperluas puskesmas, Kemenkes menyediakan layanan krisis melalui Healing119.

Layanan tersebut dapat diakses melalui telepon maupun percakapan digital untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Hingga laporan terbaru, Healing119 telah diakses lebih dari 284 ribu kali.

Momentum Hari Kesehatan Jiwa Sedunia juga digunakan pemerintah untuk mengingatkan masyarakat bahwa gangguan kesehatan mental perlu ditangani seperti persoalan kesehatan lainnya.

Mencari bantuan psikologis maupun medis bukan sesuatu yang perlu dianggap memalukan.

Dukungan keluarga juga mempunyai peran penting.

Lingkungan yang mau mendengarkan tanpa langsung menghakimi dapat membantu seseorang lebih terbuka mengenai kondisi yang sedang dihadapi.

Target seluruh puskesmas menyediakan layanan kesehatan jiwa diharapkan membuat deteksi serta penanganan dapat dilakukan lebih dini.

Semakin dekat pelayanan dengan masyarakat, semakin besar peluang seseorang memperoleh pertolongan sebelum kondisinya menjadi lebih berat.

Tags:
Kesehatan Mental Puskesmas Kemenkes Depresi Healing119 Psikolog Kesehatan Jiwa

Komentar Pengguna