Beasiswa
Hilmi An Naufal

Kemenkes Buka Beasiswa Penuh Tenaga Kesehatan 2026, Pendaftaran hingga 30 Oktober dan Ada Biaya Hidup

Kemenkes Buka Beasiswa Penuh Tenaga Kesehatan 2026, Pendaftaran hingga 30 Oktober dan Ada Biaya Hidup

15 Oktober 2026 | 14:11

KebonCinta.com — Kementerian Kesehatan membuka Beasiswa Afirmasi Tenaga Kesehatan Prioritas Nasional 2026.

Pendaftaran program tersebut berlangsung mulai 14 hingga 30 Oktober 2026 melalui Sistem Informasi Beasiswa Kementerian Kesehatan atau SIBK.

Program ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan pada bidang-bidang yang masih menjadi prioritas nasional.

Beasiswa memberikan bantuan biaya pendidikan bagi peserta yang menempuh program studi sesuai ketentuan.

Terdapat lima kelompok tenaga kesehatan yang menjadi sasaran utama.

Pertama adalah radiografer melalui program D3 Radiologi atau D4 Teknologi Radiologi Pencitraan.

Kedua, Pranata Laboratorium Kesehatan atau Ahli Teknologi Laboratorium Medik melalui D3 maupun D4 Teknologi Laboratorium Medis.

Ketiga adalah Terapis Gigi dan Mulut melalui D3 Kesehatan Gigi atau D4 Terapi Gigi Mulut.

Kelompok keempat adalah tenaga kefarmasian.

Pilihan pendidikannya meliputi D3 Farmasi maupun S1 Farmasi yang dilanjutkan dengan pendidikan profesi Apoteker sesuai ketentuan program.

Sementara kelompok kelima adalah Fisikawan Medik.

Baca Juga: Cara Mengganti Sholat yang Terlewat karena Ketiduran atau Lupa 

Peserta dapat menempuh S1 Fisika dengan peminatan Fisika Medis kemudian dilanjutkan ke pendidikan profesi Fisikawan Medis.

Beasiswa tersebut tidak hanya memberikan bantuan pembayaran uang kuliah.

Kemenkes juga menanggung sejumlah komponen pendidikan sesuai aturan program.

Biaya yang dibayarkan kepada institusi pendidikan dapat mencakup Biaya Operasional Pendidikan, SPI atau IPI serta UKT atau SPP.

Peserta juga memperoleh komponen yang dibayarkan secara langsung.

Di antaranya biaya hidup dan operasional serta uang buku dan referensi.

Terdapat pula bantuan biaya penunjang penelitian, tugas akhir atau skripsi yang diberikan satu kali selama pendidikan.

Namun penerima beasiswa memiliki kewajiban setelah menyelesaikan pendidikan.

Peserta harus bersedia menjalani masa pengabdian pada fasilitas pelayanan kesehatan yang ditentukan berdasarkan kebutuhan nasional.

Untuk penempatan di Daerah Tertinggal, Perbatasan, Kepulauan dan Daerah Bermasalah Kesehatan, masa pengabdian paling singkat tiga tahun.

Sementara penempatan di wilayah lain memiliki masa pengabdian paling singkat empat tahun.

Ketentuan tersebut menunjukkan program beasiswa tidak hanya ditujukan membantu pembiayaan kuliah.

Tujuan akhirnya adalah memperbaiki pemerataan tenaga kesehatan.

Setelah pendaftaran ditutup pada 30 Oktober, dokumen calon penerima akan masuk tahap verifikasi dan validasi.

Pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan pada 9 November 2026.

Peserta yang lolos kemudian menjalani wawancara pada 10 hingga 13 November.

Hasil akhir dijadwalkan diumumkan pada 17 November 2026.

Penilaian wawancara mencakup motivasi, dedikasi, profesionalisme, etika, kemampuan memecahkan masalah serta pemahaman mengenai peran tenaga kesehatan.

Calon peserta perlu membaca petunjuk teknis dengan teliti sebelum mengirimkan dokumen.

Kemenkes juga menegaskan program studi RPL, pendidikan jarak jauh dan kelas internasional tidak termasuk sasaran program ini.

Dengan pendaftaran yang baru dimulai 14 Oktober, calon peserta masih memiliki waktu mempersiapkan dokumen.

Namun pendaftaran sebaiknya tidak dilakukan pada hari terakhir untuk menghindari kendala unggah maupun dokumen yang belum lengkap.

Program ini dapat menjadi kesempatan bagi calon tenaga kesehatan untuk memperoleh dukungan pendidikan sekaligus berkontribusi memenuhi kebutuhan layanan kesehatan setelah menyelesaikan studi.

Tags:
Beasiswa Kemenkes Beasiswa 2026 Tenaga Kesehatan Farmasi Radiologi ATLM Fisikawan Medik

Komentar Pengguna