Kesehatan
Hilmi An Naufal

Kemenkes dan Inggris Luncurkan Tangguh+, Fokus Tenaga Kesehatan, Teknologi hingga Keamanan Kesehatan

Kemenkes dan Inggris Luncurkan Tangguh+, Fokus Tenaga Kesehatan, Teknologi hingga Keamanan Kesehatan

15 Oktober 2026 | 14:22

KebonCinta.com — Kementerian Kesehatan bersama Pemerintah Inggris meluncurkan UK-Indonesia Health Partnership Platform atau Tangguh+.

Platform tersebut dirancang untuk membuat kerja sama kesehatan kedua negara lebih terarah dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Nilai nyata dari kemitraan strategis tidak hanya terletak pada keterlibatan dan perjanjian yang kita tandatangani,” ujar Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.

Ia menegaskan kerja sama perlu mampu menyatukan keahlian, institusi serta sumber daya untuk menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.

Tangguh+ menjadi wadah koordinasi bagi berbagai pihak.

Tidak hanya pemerintah, tetapi juga rumah sakit, universitas, lembaga penelitian, industri hingga mitra internasional dapat terlibat di dalamnya.

Kerja sama kesehatan Indonesia dan Inggris sebelumnya telah memiliki dasar melalui nota kesepahaman yang ditandatangani pada Mei 2025.

Kemitraan mencakup berbagai bidang yang berkaitan dengan transformasi sistem kesehatan.

Terdapat tujuh area kerja sama.

Di antaranya pelayanan kesehatan, pengawasan penyakit, sains dan inovasi kesehatan, tenaga kesehatan, penelitian klinis serta kesehatan digital.

Pendekatan pencegahan penyakit juga menjadi perhatian.

Baca Juga: Apakah Membaca Surah Setelah Al-Fatihah Wajib dalam Sholat? 

Sistem kesehatan tidak hanya diharapkan bekerja ketika masyarakat sudah sakit, tetapi semakin kuat dalam melakukan pencegahan.

Melalui Tangguh+, terdapat tiga peluang utama yang ingin diperkuat.

Ketiganya adalah pengembangan tenaga kesehatan, inovasi teknologi dan keamanan kesehatan.

Pengembangan tenaga kesehatan menjadi penting karena kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh gedung maupun peralatan.

Dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya membutuhkan peningkatan kompetensi secara terus-menerus.

Teknologi kesehatan juga berkembang dengan cepat.

Digitalisasi rekam medis, pemanfaatan data hingga kecerdasan buatan mulai digunakan dalam berbagai bagian pelayanan.

Kerja sama juga mencakup penelitian serta inovasi.

Universitas dan lembaga riset kedua negara mempunyai peluang mengembangkan kajian yang dapat digunakan untuk menjawab persoalan kesehatan.

Lima inisiatif kerja sama ikut diperkenalkan dalam peluncuran Tangguh+.

Di antaranya UK-Indonesia Digital Health Programme, ASEAN-UK Health Security Partnership serta kerja sama Cancer Research UK dengan Indonesia.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste Dominic Jermey menyatakan negaranya akan mendukung transformasi kesehatan melalui kolaborasi pemerintah, NHS, universitas, lembaga penelitian dan sektor swasta.

Tantangan berikutnya adalah memastikan program tidak berhenti pada peluncuran dan penandatanganan kerja sama.

Masyarakat perlu dapat merasakan hasilnya melalui pelayanan yang semakin berkualitas, tenaga kesehatan yang kompeten serta sistem yang lebih siap menghadapi ancaman kesehatan.

Tags:
Kemenkes Tangguh+ Inggris Kesehatan Digital Tenaga Kesehatan Teknologi Kesehatan Rumah Sakit

Komentar Pengguna