Kesehatan
Hilmi An Naufal

Kemenkes Sudah Bangun 20 Rumah Sakit dari Target 66, Layanan Jantung hingga Kanker Didorong Lebih Dekat ke Daerah

Kemenkes Sudah Bangun 20 Rumah Sakit dari Target 66, Layanan Jantung hingga Kanker Didorong Lebih Dekat ke Daerah

07 Oktober 2026 | 18:06

KebonCinta.com — Pemerintah terus memperkuat fasilitas kesehatan di daerah agar masyarakat tidak selalu harus pergi ke kota besar untuk mendapatkan layanan penyakit tertentu.

Kementerian Kesehatan menyebut sekitar 20 rumah sakit telah selesai dibangun dari target pengembangan 66 rumah sakit.

Salah satu rumah sakit Baca Juga: Kemendikdasmen Perkuat Integritas Pendidikan, Budaya Antikorupsi Dimulai dari Sekolah yang dibangun berada di Kota Jayapura, Papua.

Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes Obrin Parulin mengatakan pembangunan tersebut diarahkan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan.

“Kemenkes telah selesai membangun sekitar 20 rumah sakit,” ujar Obrin.

Ia menjelaskan pembangunan fasilitas menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan di berbagai daerah.

Selain pembangunan rumah sakit baru, Kemenkes juga melakukan peningkatan kelas rumah sakit umum daerah.

Sebanyak 66 rumah sakit daerah disebut telah mengalami peningkatan dari tipe D menjadi tipe C.

Peningkatan kelas tersebut penting karena rumah sakit tipe C dapat menyediakan pelayanan spesialis yang lebih lengkap.

Kemenkes mendorong agar penyakit yang selama ini banyak membutuhkan rujukan ke rumah sakit besar dapat mulai ditangani di tingkat kabupaten.

Jenis pelayanan yang menjadi perhatian antara lain penyakit jantung.

Layanan stroke, kanker dan penyakit ginjal juga termasuk dalam penguatan fasilitas.

Selain itu, pelayanan kesehatan ibu dan anak menjadi bagian penting dalam pengembangan rumah sakit daerah.

Dengan layanan yang lebih dekat, pasien diharapkan tidak harus melakukan perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Kondisi tersebut sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tantangan geografis.

Perjalanan menuju rumah sakit rujukan di kota besar dapat membutuhkan biaya, waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Pembangunan rumah sakit sendiri tidak cukup hanya menyediakan gedung.

Fasilitas penunjang dan peralatan medis juga harus tersedia.

 

Obrin menegaskan rumah sakit membutuhkan dukungan tenaga kesehatan dan fasilitas yang memadai agar dapat memberikan pelayanan secara optimal.

Kemenkes juga memiliki Program Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network atau SIHREN.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat dan memodernisasi sistem rujukan kesehatan.

Sistem rujukan dibutuhkan ketika kondisi pasien membutuhkan penanganan yang tidak tersedia pada fasilitas kesehatan pertama.

Dengan kemampuan rumah sakit kabupaten yang semakin baik, sebagian kasus diharapkan dapat diselesaikan tanpa harus langsung dirujuk ke rumah sakit besar.

Pasien akhirnya dapat memperoleh pelayanan lebih cepat dan lebih dekat dengan keluarganya.

Pemerataan rumah sakit juga menjadi bagian penting dalam mengurangi kesenjangan pelayanan kesehatan antardaerah.

Masyarakat di wilayah terpencil diharapkan mendapatkan standar pelayanan yang semakin mendekati fasilitas di kota besar.

Kemenkes masih memiliki pekerjaan panjang karena pembangunan baru mencapai sekitar 20 rumah sakit dari target 66.

Namun penguatan fasilitas dan peningkatan kelas rumah sakit daerah menjadi langkah untuk mendekatkan pelayanan spesialis kepada masyarakat.

Tags:
Kemenkes Rumah Sakit RSUD Kesehatan Jantung Kanker Stroke Pelayanan Kesehatan

Komentar Pengguna