Kesehatan
Rahman Abdullah

Kenali Risiko Stroke Sejak Muda, Ini Hubungan Golongan Darah A dan O Menurut Studi

Kenali Risiko Stroke Sejak Muda, Ini Hubungan Golongan Darah A dan O Menurut Studi

19 Oktober 2026 | 14:40

KebonCinta.com-- Stroke selama ini sering dianggap sebagai penyakit yang identik dengan usia lanjut. Padahal, gangguan aliran darah ke otak ini juga dapat menyerang orang yang masih berusia produktif. Sejumlah faktor, mulai dari tekanan darah tinggi hingga faktor genetik, dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami stroke.

Salah satu faktor yang menarik perhatian peneliti adalah golongan darah. Sebuah penelitian yang melibatkan tim dari University of Maryland menemukan adanya hubungan antara golongan darah tertentu dan risiko stroke pada usia muda, khususnya sebelum seseorang berusia 60 tahun.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemilik golongan darah A memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami stroke dini dibandingkan kelompok golongan darah lainnya. Sebaliknya, golongan darah O dikaitkan dengan risiko yang relatif lebih rendah.

Meski demikian, hasil penelitian ini bukan berarti golongan darah dapat digunakan untuk memastikan seseorang akan mengalami stroke. Hubungan tersebut masih perlu dipahami bersama faktor kesehatan dan gaya hidup lainnya.

Baca Juga: Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026, Penuh Pesan dan Inspirasi 

1. Golongan Darah A Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Stroke Dini

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis data sekitar 7.000 pasien stroke dan hampir 600.000 individu tanpa stroke dari sejumlah penelitian berbeda. Analisis juga mencakup faktor genetik yang berkaitan dengan stroke iskemik, yakni jenis stroke yang terjadi akibat tersumbatnya aliran darah menuju otak.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A memiliki kemungkinan sekitar 16 persen lebih tinggi mengalami stroke dini dibandingkan kelompok golongan darah lainnya.

Hubungan tersebut tetap terlihat setelah sejumlah faktor lain, seperti jenis kelamin, berat badan, dan kebiasaan merokok, diperhitungkan dalam analisis.

Temuan ini memberikan petunjuk bahwa karakteristik genetik dapat ikut berperan dalam risiko stroke. Namun, peningkatan risiko relatif sebesar 16 persen tidak berarti 16 dari setiap 100 orang dengan golongan darah A pasti mengalami stroke.

Risiko seseorang tetap dipengaruhi banyak hal, termasuk kondisi pembuluh darah, tekanan darah, kebiasaan sehari-hari, dan riwayat kesehatan.

2. Golongan Darah O Memiliki Hubungan dengan Risiko yang Lebih Rendah

Penelitian yang sama menemukan pola berbeda pada individu dengan golongan darah O. Kelompok ini memiliki kemungkinan sekitar 12 persen lebih rendah mengalami stroke sebelum usia 60 tahun dibandingkan kelompok golongan darah lainnya.

Sementara itu, golongan darah B menunjukkan peningkatan risiko yang relatif kecil. Pada golongan darah AB, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan yang signifikan dengan risiko stroke dini.

Perbedaan ini tidak berarti golongan darah O membuat seseorang kebal terhadap stroke. Orang dengan golongan darah O tetap dapat mengalami gangguan pembuluh darah otak, terutama jika memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau kebiasaan merokok.

Karena itu, hasil penelitian sebaiknya dipahami sebagai informasi mengenai kecenderungan risiko dalam kelompok populasi, bukan sebagai prediksi pasti bagi setiap individu.

Baca Juga: Kol Punya Banyak Manfaat, tetapi 5 Kelompok Orang Ini Perlu Berhati-hati Saat Mengonsumsinya 

3. Mengapa Golongan Darah Bisa Berhubungan dengan Stroke?

Steven Kittner, salah satu peneliti utama dalam studi tersebut, menjelaskan bahwa mekanisme pasti yang menghubungkan golongan darah dengan stroke dini belum sepenuhnya diketahui.

Salah satu kemungkinan yang sedang diperhatikan adalah peran sistem pembekuan darah dan interaksinya dengan pembuluh darah. Faktor biologis yang berkaitan dengan golongan darah dapat memengaruhi sejumlah proses dalam tubuh, termasuk proses yang berhubungan dengan pembekuan.

Pada stroke iskemik, penyumbatan pembuluh darah menghambat pasokan oksigen dan nutrisi ke bagian otak. Jika aliran darah tidak segera dipulihkan, jaringan otak dapat mengalami kerusakan.

Meski mekanisme tersebut menjadi salah satu petunjuk penelitian, hubungan antara golongan darah dan stroke masih membutuhkan kajian lanjutan. Temuan ini juga tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa golongan darah tertentu secara langsung menyebabkan stroke.

4. Stroke Tidak Hanya Mengancam Orang Lanjut Usia

Anggapan bahwa stroke hanya dialami lansia perlu diluruskan. Penyakit ini dapat terjadi pada usia muda maupun tua, meskipun faktor risiko dan pola kejadiannya dapat berbeda.

Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah di otak.

Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko stroke antara lain:

  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
  • Diabetes dan kadar gula darah yang tinggi.
  • Kolesterol tinggi.
  • Kebiasaan merokok.
  • Kurangnya aktivitas fisik.
  • Pola makan yang tidak seimbang.
  • Kondisi medis tertentu serta faktor genetik.

Golongan darah dapat menjadi salah satu aspek yang diteliti dalam memahami risiko stroke, tetapi bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan.

5.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:

Komentar Pengguna