Laki-laki yang jarang bercerita belum tentu tidak membutuhkan dukungan. Bisa jadi, mereka belum merasa nyaman, belum terbiasa mengungkapkan emosi, atau masih mencari cara untuk menghadapi persoalan yang sedang dialami.
Di sisi lain, perempuan maupun orang terdekat lainnya juga tidak harus menebak-nebak isi pikiran seseorang setiap saat. Komunikasi tetap membutuhkan keterbukaan dari kedua pihak.
Jika ingin membangun hubungan yang lebih dekat, mulailah dengan pertanyaan sederhana dan berikan kesempatan kepada lawan bicara untuk menjawab sesuai kesiapannya. Hindari meremehkan masalah atau membandingkan kesedihannya dengan pengalaman orang lain.
Kalimat sederhana seperti “Kalau kamu ingin cerita, aku siap mendengarkan” bisa menjadi awal yang baik. Setelah itu, biarkan ia menentukan kapan dan seberapa banyak hal yang ingin dibagikan.
Baca Juga: 7 Manfaat Minum Susu Setiap Hari, dari Menjaga Kekuatan Tulang hingga Membantu Tidur Lebih Nyenyak
Pada akhirnya, setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi perasaan. Yang terpenting bukan seberapa sering seseorang bercerita, melainkan apakah ia merasa aman untuk menjadi dirinya sendiri ketika membutuhkan dukungan.
Sebab, laki-laki juga bisa merasa lelah, takut, kecewa, dan sedih. Mereka tidak harus selalu terlihat kuat untuk membuktikan bahwa dirinya mampu menghadapi kehidupan.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir