Jika kurang terbiasa dengan rasa brokoli mentah, gunakan brokoli yang telah dikukus sebentar dan didinginkan sebelum diblender. Cara ini juga dapat membantu membuat teksturnya lebih mudah dinikmati.
Baca Juga: 6 Contoh Soal UTS Ekonomi Kelas 11 Semester 1 Lengkap dengan Kunci Jawaban untuk Latihan
Kale merupakan sayuran berdaun hijau yang mengandung vitamin K, vitamin C, folat, serta berbagai senyawa antioksidan. Ketika dipadukan dengan apel dan mentimun, rasanya menjadi lebih seimbang dan tidak terlalu pekat.
Apel menjadi bagian penting dalam kombinasi ini karena mengandung pektin. Serat larut tersebut dapat membantu menurunkan LDL apabila dikonsumsi secara konsisten sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.
Bahan-bahan:
Cara membuat:
Cuci seluruh bahan sampai bersih. Buang bagian kale yang keras jika diperlukan, kemudian potong apel dan mentimun. Masukkan semua bahan ke blender dan haluskan hingga teksturnya sesuai selera.
Agar manfaatnya lebih optimal, hindari menambahkan gula, sirup, atau susu kental manis. Perlu diingat, orang yang mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin sebaiknya menjaga asupan vitamin K tetap konsisten dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum melakukan perubahan pola makan secara drastis.
Pakcoy dapat menjadi alternatif sayuran hijau untuk jus karena mengandung vitamin, mineral, dan serat. Sementara itu, nanas memberikan rasa manis-asam yang menyegarkan sehingga dapat mengurangi kebutuhan untuk menambahkan pemanis.
Nanas mengandung vitamin C serta enzim bromelain. Namun, keberadaan bromelain tidak berarti jus nanas dan pakcoy terbukti secara khusus menurunkan kolesterol. Manfaat utama kombinasi ini adalah membantu menambah variasi asupan buah dan sayuran.
Bahan-bahan:
Cara membuat:
Cuci pakcoy dan mentimun hingga bersih. Potong nanas serta mentimun menjadi ukuran kecil, lalu masukkan semuanya ke dalam blender. Tambahkan air dan haluskan sampai merata.
Sajikan tanpa disaring agar serat tetap ikut dikonsumsi. Bagi orang yang memiliki masalah gula darah, porsi buah tetap perlu diperhatikan karena jus dapat dikonsumsi lebih cepat dan dalam jumlah lebih besar dibandingkan buah utuh.
Jus sayuran hijau dapat membantu mendukung pola makan sehat, tetapi tidak semua kombinasi jus terbukti secara langsung menurunkan kadar kolesterol. Manfaatnya sangat bergantung pada bahan yang digunakan, jumlah serat yang dipertahankan, serta pola makan secara keseluruhan.
Serat larut yang ditemukan dalam bahan seperti apel dan pir memiliki peran penting dalam membantu menurunkan kolesterol LDL. Karena itu, mengonsumsi buah dan sayuran dalam bentuk utuh juga tetap dianjurkan, bukan hanya mengandalkan jus.
Untuk menjaga kolesterol tetap terkendali, ada beberapa kebiasaan yang perlu dilakukan secara bersamaan. Batasi lemak jenuh dan lemak trans, perbanyak makanan berserat, lakukan aktivitas fisik secara teratur, hindari rokok, dan pertahankan berat badan yang sehat.
Orang dengan kolesterol tinggi juga sebaiknya melakukan pemeriksaan profil lipid sesuai anjuran tenaga kesehatan. Apabila obat penurun kolesterol telah diresepkan, jangan menghentikan atau menggantinya dengan jus tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Baca Juga: 10 Contoh Soal UAS Seni Budaya Kelas 12 Semester 1 Kurikulum Merdeka, Lengkap dengan Jawaban
Lima resep jus sayuran hijau dari bayam, seledri, brokoli, kale, hingga pakcoy dapat menjadi pilihan untuk menambah variasi menu sehat sehari-hari.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir