KebonCinta.com - Sudah rutin memakai skincare setiap pagi dan malam, tetapi kulit masih terasa kasar atau tertarik? Sebelum buru-buru membeli produk baru, ada baiknya mengevaluasi kembali kebiasaan perawatan yang selama ini dilakukan.
Kulit kering tidak selalu disebabkan oleh kurangnya moisturizer. Cara mencuci wajah, pemilihan kandungan skincare, kebiasaan mandi, hingga kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi kelembapan kulit.
Menggunakan terlalu banyak produk sekaligus bahkan bisa membuat kulit semakin tidak nyaman apabila ada kandungan yang memicu iritasi.
Lantas, bagaimana cara merawat kulit kering agar terasa lebih lembap? Berikut lima kebiasaan yang bisa mulai diperhatikan.
1. Sederhanakan Rutinitas Skincare
Ketika kulit terasa kering, sebagian orang memilih menambahkan serum, toner, eksfoliator, dan berbagai produk lain sekaligus. Padahal, semakin banyak produk yang digunakan tidak selalu berarti kulit akan menjadi lebih lembap.
Penggunaan beberapa bahan aktif secara bersamaan berpotensi meningkatkan iritasi, terutama jika skin barrier sedang terganggu.
Cobalah menyederhanakan rutinitas untuk sementara dengan berfokus pada pembersih lembut, pelembap, dan tabir surya pada pagi hari.
Jika kulit terasa perih atau semakin kering setelah menggunakan produk tertentu, hentikan sementara produk yang dicurigai memicu reaksi tersebut.
Setelah kondisi kulit membaik, produk lain dapat dievaluasi dan diperkenalkan kembali secara bertahap sesuai kebutuhan.
2. Pilih Moisturizer Berdasarkan Kandungannya
Tidak semua pelembap memberikan efek yang sama pada setiap orang. Karena itu, memilih moisturizer sebaiknya tidak hanya berdasarkan popularitas produk atau teksturnya.
Untuk kulit kering, kombinasi beberapa jenis bahan pelembap dapat membantu mempertahankan kadar air pada kulit.
Berikut beberapa kandungan yang bisa kamu kenali:
Glycerin dan hyaluronic acid: membantu menarik air ke kulit.
Ceramide: membantu menjaga fungsi pelindung kulit.
Petrolatum: membantu mengurangi penguapan air dari permukaan kulit.
Emolien: membantu melembutkan kulit dan memperbaiki rasa kasar.
Kulit yang sangat kering terkadang lebih nyaman dengan pelembap berbentuk krim atau salep yang lebih kaya dibandingkan losion ringan. Namun, pilihan terbaik tetap bergantung pada kondisi kulit dan toleransi terhadap produk.
Perhatikan juga reaksi setelah pemakaian. Jika muncul rasa terbakar, gatal, atau kemerahan yang menetap, hentikan penggunaan produk tersebut dan cari saran medis bila diperlukan.
3. Oleskan Pelembap setelah Mandi atau Mencuci Wajah
Waktu pemakaian moisturizer juga perlu diperhatikan. Salah satu kebiasaan yang dapat dicoba adalah mengoleskan pelembap ketika kulit masih sedikit lembap setelah mandi atau mencuci wajah.
Langkah ini membantu mempertahankan air pada permukaan kulit sehingga kulit tidak cepat terasa kering.
Caranya cukup sederhana. Setelah membersihkan kulit, tepuk perlahan menggunakan handuk hingga tidak terlalu basah, kemudian aplikasikan moisturizer secara merata.
Hindari menggosok kulit terlalu keras karena gesekan berlebihan dapat menambah iritasi.
Kebiasaan ini juga bisa diterapkan pada kulit tubuh, terutama bagian yang sering terasa kering seperti tangan, kaki, dan siku.
4. Kurangi Kebiasaan Mandi dengan Air Terlalu Panas
Mandi air panas memang dapat memberikan sensasi nyaman. Namun, suhu air yang terlalu tinggi dan waktu mandi yang panjang dapat mengikis minyak alami kulit.
Jika kulit sering terasa tertarik setelah mandi, cobalah mengganti air panas dengan air suam-suam kuku. Batasi durasi mandi dan pilih sabun lembut yang tidak membuat kulit terasa kesat berlebihan.
Setelah mandi, segera gunakan pelembap untuk membantu menjaga kelembapan kulit.
Selain itu, hindari menggosok tubuh terlalu keras menggunakan spons atau alat pembersih yang kasar, terutama ketika kulit sedang kering atau sensitif.
Perubahan kecil dalam kebiasaan mandi dapat membantu mengurangi faktor yang memperparah kekeringan.
5. Sesuaikan Perawatan dengan Kondisi Lingkungan
Kulit dapat mengalami perubahan ketika cuaca berganti atau seseorang berada di lingkungan dengan kelembapan udara rendah.
Misalnya, kulit yang biasanya terasa nyaman bisa menjadi lebih kering ketika bepergian ke daerah dingin atau terlalu lama berada di ruangan berpendingin udara.
Dalam kondisi tersebut, kamu mungkin perlu menyesuaikan perawatan dengan menggunakan pelembap yang lebih membantu mempertahankan air pada kulit.
Jika udara di dalam ruangan sangat kering, penggunaan humidifier juga dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kelembapan udara. Pastikan alat dibersihkan secara rutin sesuai petunjuk pemakaian.
Jangan lupa melindungi kulit dari paparan matahari dengan tabir surya pada siang hari. Perawatan yang konsisten membantu menjaga kondisi kulit sekaligus mengurangi paparan faktor lingkungan yang dapat memperburuk keluhan.
Tidak selalu.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir