KebonCinta.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus memperluas peningkatan kompetensi guru melalui Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial atau PMKKA.
Program tersebut diperkuat melalui Pelatihan Mandiri dan Diklat Bauran yang dapat diakses melalui Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan atau Ruang GTK.
Kemendikdasmen mencatat lebih dari 70 ribu guru SD dan SMP telah mengakses materi esensial yang tersedia sejak 9 Agustus 2026.
“Materi ini menjadi bekal nyata bagi Bapak Ibu guru di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani.
Ia menjelaskan materi tersebut diharapkan membantu guru mengembangkan kompetensi sekaligus menerapkan pembelajaran mendalam di ruang kelas.
PMKKA tidak dirancang sebagai kegiatan tambahan yang berdiri sendiri.
Pendekatan pembelajaran mendalam, coding dan kecerdasan artifisial diarahkan agar dapat diintegrasikan ke berbagai mata pelajaran.
Guru tidak hanya diharapkan mampu menggunakan teknologi.
Pendidik juga perlu membantu siswa memahami informasi secara kritis, menggunakan teknologi secara etis dan menerapkannya untuk menyelesaikan masalah.
Ruang GTK memungkinkan guru mengikuti pelatihan dengan waktu yang lebih fleksibel.
Model pembelajaran tersebut penting bagi guru yang mempunyai keterbatasan waktu atau belum dapat mengikuti pelatihan tatap muka.
Baca Juga: Mentrans Siapkan Beasiswa S1 untuk Warga Barelang, Kampus Patriot Akan Libatkan ITB, UI hingga Undip
Pelatihan Mandiri memberikan kesempatan kepada guru mempelajari topik dan modul sesuai kebutuhan.
Peserta kemudian mengikuti aktivitas pembelajaran, asesmen serta refleksi terhadap materi yang telah dipelajari.
Sementara Diklat Bauran menggabungkan proses belajar mandiri dengan pembelajaran kolaboratif.
Pendekatan tersebut memungkinkan guru berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai praktik di sekolah.
Salah satu praktik penggunaan AI dibagikan guru SMP Negeri 2 Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Muhammad G. Arifoeddin.
Ia menggunakan AI sebagai asisten digital untuk membantu penyusunan modul ajar dan Lembar Kerja Peserta Didik.
Menurut pengalaman yang disampaikan dalam forum Kemendikdasmen, proses yang sebelumnya memerlukan waktu hingga lima jam dapat dipersingkat menjadi sekitar 15 menit.
Namun penggunaan AI tidak berarti hasilnya dapat langsung dipakai tanpa pemeriksaan.
Guru tetap harus melakukan verifikasi silang terhadap materi menggunakan sumber tepercaya.
Buku teks resmi Kemendikdasmen menjadi salah satu referensi yang dapat digunakan untuk mengecek informasi.
AI juga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Contohnya untuk penerjemahan kontekstual, klasifikasi teks maupun analisis sentimen komentar media sosial.
Aktivitas seperti itu dapat digunakan untuk melatih literasi digital sekaligus kemampuan berpikir kritis siswa.
Pada jenjang sekolah dasar, pengenalan coding juga tidak selalu membutuhkan komputer.
Konsep berpikir komputasional dapat diperkenalkan melalui aktivitas sederhana dan permainan yang sesuai usia anak.
Kemendikdasmen ingin perubahan pembelajaran tidak berhenti pada kemampuan mengoperasikan perangkat.
Teknologi seharusnya membantu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan membuat siswa memahami konsep secara lebih mendalam.
Dengan lebih dari 70 ribu guru yang telah mengakses materi, pemerintah berharap praktik PMKKA semakin meluas.
Tantangan berikutnya adalah memastikan materi yang dipelajari benar-benar diterapkan sesuai kebutuhan murid di ruang kelas.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir