Kesehatan
Al Fina

Mata Silinder Bukan Sekadar Mata Lelah, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mata Silinder Bukan Sekadar Mata Lelah, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

23 Oktober 2026 | 16:30

KebonCinta.com - Mata silinder atau astigmatisme merupakan salah satu gangguan refraksi yang dapat membuat penglihatan tampak kabur. Kondisi ini terjadi ketika bentuk kornea atau lensa mata menyebabkan cahaya tidak terfokus secara merata.

Berbeda dari mata yang memiliki permukaan melengkung secara teratur, kornea atau lensa pada mata dengan astigmatisme mempunyai kelengkungan yang tidak sama pada berbagai bagian. Akibatnya, cahaya yang masuk tidak berkumpul pada satu titik fokus dengan tepat.

Mengutip Cleveland Clinic, Jumat (23/10/2026), bentuk kornea atau lensa yang tidak beraturan menjadi faktor utama terjadinya astigmatisme. Gangguan ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang melihat objek dari jarak dekat maupun jauh.

Baca Juga: Pesantren Kecil di Daerah Terpencil Butuh Perhatian Khusus, Ini Kendala yang Disorot Kemenag 

Bentuk Kornea dan Lensa Berpengaruh pada Penglihatan

Pada mata normal, kornea dan lensa membantu membiaskan cahaya agar terfokus dengan baik. Bentuknya memungkinkan cahaya diarahkan menuju retina sehingga objek dapat terlihat jelas.

Namun, pada mata silinder, kelengkungan kornea atau lensa tidak merata. Bentuknya dapat dianalogikan seperti bola rugby dibandingkan bola yang bulat sempurna.

Perbedaan tersebut membuat cahaya dibiaskan secara tidak sama. Akibatnya, penglihatan dapat menjadi buram atau berbayang, bahkan ketika seseorang melihat objek dari jarak yang berbeda.

Dua Jenis Mata Silinder Berdasarkan Penyebabnya

Astigmatisme dapat dibedakan berdasarkan bagian mata yang mengalami kelengkungan tidak teratur.

1. Astigmatisme kornea

Jenis ini terjadi ketika kornea memiliki bentuk yang tidak beraturan. Kornea merupakan lapisan bening di bagian depan mata yang berperan penting dalam membiaskan cahaya.

Ketika kelengkungannya tidak merata, cahaya yang masuk tidak terfokus dengan tepat sehingga penglihatan dapat menjadi kabur.

2. Astigmatisme lentikular

Jenis ini terjadi ketika lensa mata memiliki bentuk atau kelengkungan yang tidak teratur. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu proses pemfokusan cahaya.

Kedua jenis astigmatisme tersebut sama-sama termasuk gangguan refraksi. Pemeriksaan mata diperlukan untuk mengetahui kondisi yang dialami seseorang.

Kondisi yang Dapat Berkaitan dengan Mata Silinder

Selain bentuk kornea dan lensa yang tidak beraturan, sejumlah kondisi juga dapat berkaitan dengan astigmatisme. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Keratoconus: Kondisi ketika kornea mengalami perubahan bentuk sehingga menjadi lebih menonjol.
  • Lenticonus: Kelainan bentuk lensa mata yang dapat memengaruhi pemfokusan cahaya.
  • Cedera mata: Trauma tertentu dapat memengaruhi struktur mata.
  • Komplikasi setelah operasi mata: Perubahan pada struktur mata setelah prosedur tertentu dapat berkaitan dengan gangguan refraksi.
  • Bintitan dan tekanan pada mata: Keduanya tercantum sebagai kondisi yang mungkin berkaitan dengan astigmatisme dalam referensi, tetapi hubungan dan dampaknya perlu dinilai secara medis.

Faktor-faktor tersebut tidak selalu menjadi penyebab langsung pada setiap kasus. Karena itu, penentuan penyebab sebaiknya dilakukan melalui pemeriksaan oleh dokter mata.

Bagaimana Cara Menangani Mata Silinder?

Penanganan astigmatisme bergantung pada tingkat gangguan refraksi dan kebutuhan penglihatan seseorang. Sebagian besar kasus dapat dibantu dengan alat koreksi penglihatan.

Berikut pilihan penanganan yang dapat direkomendasikan oleh dokter mata.

1. Menggunakan kacamata

Kacamata dengan lensa yang sesuai dapat membantu mengoreksi pembiasan cahaya sehingga objek terlihat lebih jelas. Jenis dan kekuatan lensa ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan.

2. Menggunakan lensa kontak

Lensa kontak menjadi pilihan lain untuk membantu memperbaiki penglihatan. Jenis lensa yang digunakan perlu disesuaikan dengan kondisi mata dan kebutuhan pemakainya.

3. Mempertimbangkan operasi koreksi penglihatan

Pada pasien tertentu, dokter dapat mempertimbangkan prosedur seperti LASIK atau PRK (Photorefractive Keratectomy).

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
mata silinder gangguan refraksi lensa mata

Komentar Pengguna