Pendidikan
Rahman Abdullah

Memahami Asesmen Formatif dalam Kurikulum Merdeka, Cara Guru Mengetahui Perkembangan Belajar Siswa

Memahami Asesmen Formatif dalam Kurikulum Merdeka, Cara Guru Mengetahui Perkembangan Belajar Siswa

12 Oktober 2026 | 11:52

Peserta didik dapat mengetahui kekuatan, mengenali kelemahan, dan memahami langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki hasil belajar.

Selain itu, umpan balik yang jelas dapat mendorong siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya menunggu hasil penilaian dari guru, tetapi juga belajar merefleksikan proses dan strategi yang digunakan.

Baca Juga: Sini Kumpul! Berikut 6 Contoh Soal UTS SKI Kelas 12 MA Lengkap dengan Kunci Jawaban 

Tantangan Penerapan Asesmen Formatif di Kelas

Walaupun memiliki banyak manfaat, penerapan asesmen formatif memerlukan perencanaan yang baik. Jumlah siswa yang besar, keterbatasan waktu, dan beragamnya tingkat kemampuan peserta didik dapat menjadi tantangan bagi guru.

Untuk mengatasinya, guru dapat menggunakan metode sederhana yang terintegrasi dengan kegiatan belajar sehari-hari. Misalnya, meminta siswa menuliskan satu hal yang telah dipahami dan satu pertanyaan yang masih belum terjawab pada akhir pembelajaran.

Guru juga perlu memastikan bahwa hasil asesmen benar-benar digunakan untuk menentukan tindak lanjut. Pengumpulan jawaban atau pengamatan saja belum cukup apabila tidak diikuti dengan perbaikan strategi mengajar dan pemberian bantuan kepada siswa yang membutuhkan.

Dengan pengelolaan yang tepat, asesmen formatif tidak harus menambah beban administrasi secara berlebihan. Sebaliknya, kegiatan ini dapat menjadi bagian alami dari interaksi antara guru dan peserta didik.

Strategi Mengoptimalkan Asesmen Formatif dalam Kurikulum Merdeka

Agar asesmen formatif memberikan manfaat maksimal, guru dapat menerapkan beberapa langkah berikut.

Pertama, tentukan tujuan pembelajaran dan indikator pemahaman yang ingin dicapai. Dengan tujuan yang jelas, guru dapat memilih bentuk asesmen yang sesuai.

Kedua, lakukan pemeriksaan pemahaman secara berkala selama proses pembelajaran. Guru tidak harus menunggu sampai materi selesai untuk mengetahui kesulitan siswa.

Ketiga, berikan umpan balik yang jelas, spesifik, dan dapat ditindaklanjuti. Siswa perlu mengetahui apa yang sudah baik, bagian yang harus diperbaiki, dan cara melakukan perbaikan tersebut.

Keempat, gunakan hasil asesmen untuk menyesuaikan pembelajaran. Guru dapat memberikan penjelasan tambahan, latihan penguatan, pendampingan, atau tantangan lanjutan sesuai kebutuhan peserta didik.

Kelima, libatkan siswa dalam proses refleksi. Ketika siswa memahami perkembangan belajarnya, mereka memiliki peluang lebih besar untuk membangun kemandirian dan tanggung jawab dalam belajar.

Baca Juga: Liga Santri Indonesia 2026 Jadi Wadah Pengembangan Bakat dan Karakter Santri 

Asesmen formatif dalam Kurikulum Merdeka memiliki peran penting dalam membantu guru dan siswa memahami perkembangan pembelajaran secara berkelanjutan. Melalui pertanyaan lisan, kuis singkat, pengamatan, refleksi, dan umpan balik, guru dapat mengetahui kebutuhan belajar peserta didik serta menentukan tindak lanjut yang sesuai.

Keberhasilan asesmen formatif tidak hanya ditentukan oleh banyaknya instrumen yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan guru memanfaatkan hasilnya untuk memperbaiki pembelajaran. Ketika penilaian menjadi bagian dari proses belajar, siswa tidak sekadar mengejar nilai, melainkan memperoleh kesempatan untuk memahami, memperbaiki, dan mengembangkan kemampuannya secara bertahap.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Asesmen Formatif Kurikulum Merdeka Contoh asesmen formatif

Komentar Pengguna