KebonCinta.com — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya peran pengawas sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di setiap satuan pendidikan.
Pengawas tidak hanya bertugas memeriksa administrasi. Mereka juga diharapkan menjadi mitra bagi guru dan kepala sekolah dalam menjalankan berbagai kebijakan pendidikan.
“Pengawas memiliki tugas yaitu melaksanakan supervisi pendidikan,” ujar Abdul Mu'ti.
Menurutnya, fungsi supervisi tersebut harus diarahkan pada peningkatan kualitas proses belajar yang benar-benar dirasakan oleh murid.
Karena itu, kemampuan pengawas sekolah juga perlu terus diperbarui.
Perubahan kebijakan pendidikan membuat pengawas harus memahami berbagai pendekatan pembelajaran baru yang diterapkan di sekolah.
Salah satunya adalah pembelajaran mendalam atau deep learning.
Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pemindahan pengetahuan dari guru kepada siswa.
Pembelajaran juga diarahkan pada pembentukan nilai, pemahaman yang lebih kuat serta pengembangan berbagai kemampuan murid.
Pengawas diharapkan dapat membantu guru dan kepala sekolah menerapkan pendekatan tersebut sesuai kondisi peserta didik.
Selain pembelajaran mendalam, sekolah kini mulai menghadapi perkembangan coding dan kecerdasan artifisial atau AI.
Coding dan AI diperkenalkan sebagai mata pelajaran pilihan mulai kelas V sekolah dasar hingga pendidikan menengah.
Kebijakan tersebut menuntut kesiapan guru, sekolah dan tenaga pendamping.
“Oleh karena itu, kita berusaha mengejar itu dengan melatih para guru,” kata Abdul Mu'ti.
Ia menjelaskan kepala sekolah dan pengawas juga perlu mendapatkan penguatan kompetensi agar memahami arah perubahan pembelajaran tersebut.
Penggunaan AI di sekolah tidak boleh berhenti pada kemampuan mengoperasikan sebuah aplikasi.
Siswa juga perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi dan pemahaman etika.
Hal tersebut penting agar teknologi tidak digunakan secara sembarangan.
Baca Juga: Rangkuman Materi TKA Kimia Lengkap untuk Siswa, dari Struktur Atom hingga Kimia Organik
Guru perlu mengajarkan kapan AI dapat digunakan sebagai alat bantu dan kapan siswa harus mengerjakan sebuah proses pembelajaran secara mandiri.
Selain masalah akademik, pengawas sekolah juga diminta memberikan perhatian terhadap lingkungan belajar.
Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap anak.
“Kita ingin menjadikan sekolah sebagai rumah bagi anak-anak kita,” ujar Abdul Mu'ti.
Menurutnya, murid harus dapat belajar dan mengembangkan potensi tanpa merasa takut mengalami kekerasan maupun perundungan.
Karena itu, pencegahan bullying perlu berjalan bersama penguatan layanan bimbingan dan konseling.
Pengawas dapat melihat apakah kebijakan tersebut benar-benar berjalan ketika melakukan pendampingan di sekolah.
Program lain yang ikut mendapatkan perhatian adalah penggunaan Interactive Flat Panel atau IFP.
Perangkat digital tersebut sedang diperluas penggunaannya untuk mendukung proses pembelajaran.
Sekolah juga menjalankan kegiatan Pagi Ceria yang mencakup Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan Indonesia Raya dan doa bersama.
Berbagai program tersebut membutuhkan pengawasan agar tidak hanya dilaksanakan sebagai formalitas.
Pengawas perlu melihat apakah pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat bagi murid.
Mendikdasmen karena itu meminta pengawas menjadi sosok yang hadir langsung dan memahami kondisi sekolah.
Dengan pendampingan yang berjalan baik, persoalan pembelajaran dapat diketahui lebih cepat dan guru memiliki mitra untuk mencari solusi.
Tujuan akhirnya bukan sekadar memenuhi berbagai program pemerintah.
Pengawasan pendidikan diharapkan benar-benar membantu sekolah memberikan pengalaman belajar yang semakin baik bagi anak.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir