Menghabiskan waktu berjam-jam di depan buku belum tentu membuat hasil belajar menjadi lebih baik. Jika terlalu banyak informasi diterima sekaligus, seseorang dapat mengalami kelelahan mental dan kesulitan mempertahankan perhatian.
Kondisi ini berkaitan dengan cognitive overload, yakni keadaan ketika tuntutan pemrosesan informasi melampaui kapasitas yang tersedia pada saat itu.
Daripada memaksakan diri mempelajari banyak bab sekaligus, lebih baik membagi materi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Setelah satu sesi selesai, luangkan waktu untuk beristirahat sebelum melanjutkan ke topik berikutnya.
Cara ini membantu kegiatan belajar terasa lebih teratur dan memberi kesempatan untuk memahami materi secara bertahap.
Baca Juga: Contoh RPP PKn Kelas 10 Semester Ganjil Lengkap dengan Tujuan dan Langkah Pembelajaran
Ketertarikan terhadap suatu topik turut memengaruhi perhatian selama proses belajar. Materi yang dianggap penting, menarik, atau dekat dengan kehidupan sehari-hari biasanya lebih mudah mendapatkan perhatian dibandingkan informasi yang terasa asing dan tidak relevan.
Namun, bukan berarti pelajaran yang membosankan pasti akan terlupakan. Kuncinya adalah menemukan cara untuk membuat informasi tersebut lebih bermakna.
Sebagai contoh, konsep dalam buku pelajaran dapat dihubungkan dengan peristiwa sehari-hari, pengalaman pribadi, ilustrasi, atau contoh kasus sederhana. Ketika seseorang memahami hubungan antara teori dan kenyataan, materi akan lebih mudah dipahami dan diingat.
Belajar sambil membuka media sosial, membalas pesan, atau menonton video dapat membuat perhatian terus berpindah. Akibatnya, informasi yang sedang dipelajari tidak selalu diproses secara mendalam.
Notifikasi ponsel dan suasana yang bising juga dapat mengganggu konsentrasi. Jika perhatian sering terputus, seseorang mungkin perlu mengulang bagian yang sama berkali-kali karena tidak benar-benar menangkap isinya sejak awal.
Untuk mengurangi gangguan, pilih tempat belajar yang nyaman dan minim distraksi. Aktifkan mode senyap pada ponsel jika memungkinkan, siapkan kebutuhan belajar sebelum memulai, dan fokuslah pada satu tugas dalam satu waktu.
Membaca ulang catatan memang dapat membantu mengenali informasi, tetapi merasa familier dengan materi belum tentu berarti mampu mengingatnya tanpa bantuan.
Karena itu, proses belajar sebaiknya disertai latihan mengingat kembali atau active recall. Caranya, tutup buku setelah membaca satu bagian, kemudian coba jelaskan inti materi menggunakan kata-kata sendiri.
Latihan lain yang dapat dilakukan adalah menjawab soal tanpa melihat catatan, membuat pertanyaan dari setiap subbab, berdiskusi dengan teman, atau mengajarkan kembali materi kepada orang lain.
Dengan mencoba mengambil informasi dari ingatan, seseorang dapat mengetahui bagian yang benar-benar sudah dikuasai dan bagian yang masih perlu dipelajari.
Baca Juga: PSG Hancurkan Harapan Manchester City, Akliouche Jadi Penentu di Babak Kedua
Agar materi tidak cepat terlupakan, siswa dan mahasiswa dapat mulai menerapkan beberapa kebiasaan secara konsisten. Pertama, buat jadwal mengulang pelajaran dalam beberapa sesi agar informasi tidak hanya dipelajari menjelang ujian.
Kedua, jaga kualitas tidur dan berikan waktu istirahat yang cukup. Ketiga, pecah materi yang panjang menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dipahami. Keempat, singkirkan gangguan yang dapat memecah konsentrasi selama belajar.
Selain itu, biasakan menguji pemahaman melalui latihan soal, diskusi, atau menjelaskan kembali materi tanpa membaca buku. Menghubungkan konsep dengan contoh nyata juga dapat membantu pelajaran terasa lebih relevan.
Tidak semua metode belajar memberikan hasil yang sama bagi setiap orang. Karena itu, cobalah beberapa strategi dan perhatikan cara mana yang paling membantu mempertahankan pemahaman.
Informasi yang cepat terlupakan dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari kurangnya pengulangan, tidur yang tidak memadai, stres, gangguan konsentrasi, hingga metode belajar yang kurang sesuai.
Daripada hanya menambah durasi belajar, lebih baik memperhatikan kualitas prosesnya. Memahami materi, mengulangnya secara berkala, menguji ingatan, dan menjaga kondisi tubuh merupakan kombinasi yang dapat membantu pembelajaran menjadi lebih efektif.
Pada akhirnya, belajar bukan sekadar memasukkan sebanyak mungkin informasi ke dalam pikiran. Proses ini juga membutuhkan waktu agar otak dapat mengolah, memperkuat, dan menggunakan kembali pengetahuan yang sudah diperoleh.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir