Mengenal STEM 5M, Upaya Membuat Pembelajaran Sains Lebih Dekat dengan Murid

Mengenal STEM 5M, Upaya Membuat Pembelajaran Sains Lebih Dekat dengan Murid

16 Oktober 2026 | 19:33

KebonCinta.com - Mengapa bangunan bisa berdiri kokoh? Bagaimana kardus dapat disusun menjadi miniatur sekolah? Pertanyaan sederhana dari benda di sekitar dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan sains kepada murid.

Melalui kegiatan mengamati, mencoba, dan memperbaiki rancangan, murid memperoleh kesempatan untuk memahami hubungan antara pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan seperti inilah yang ingin diperkuat melalui pembelajaran STEM 5M.

STEM menghubungkan sains, teknologi, enjinering atau rekayasa, dan matematika. Kemendikdasmen mengenalkan pendekatan ini dengan prinsip mudah, murah, menggembirakan, mindful, dan meaningful agar penerapannya semakin dekat dengan pengalaman murid. 

Baca Juga: Kemendikdasmen Buka Beasiswa Pelatihan STEM ke Jepang, Kuota 30 Guru SD-SMP 

Mengenal Prinsip Mudah dan Murah dalam STEM 5M

Pembelajaran STEM dapat dimulai dengan bahan yang tersedia di lingkungan sekolah. Kardus bekas, kertas, atau benda sederhana lainnya bisa menjadi media untuk mengajak murid menyelidiki suatu persoalan.

Laman resmi program STEM Kemendikdasmen menjelaskan bahwa prinsip murah menekankan penggunaan bahan terjangkau dan mudah ditemukan. Sementara itu, prinsip mudah berkaitan dengan proses penerapan yang dapat dipahami dan dilakukan.

 bentuk lipatan, menguji kekuatannya dengan beban ringan, lalu membandingkan hasilnya. Pertanyaan tentang alasan suatu bentuk lebih kuat menjadi bahan diskusi bersama.

Baca Juga: Cara Menentukan Pengawas TKA 2026 dengan Sistem Silang 

STEM 5M Mengajak Murid Belajar dengan Gembira dan Sadar

Prinsip menggembirakan memberi ruang bagi kegiatan eksplorasi yang menantang rasa ingin tahu. Adapun mindful menekankan keterlibatan berpikir secara aktif dan keterbukaan terhadap pengalaman baru. 

Dalam contoh jembatan kertas, guru dapat meminta murid memperhatikan bagian yang melengkung atau roboh. Setelah itu, murid diajak menjelaskan perubahan yang ingin dilakukan.

Dengan cara tersebut, percobaan yang belum berhasil tetap menyediakan bahan belajar. Murid mempunyai kesempatan untuk mengamati kesalahan, menyampaikan dugaan, dan mencoba perbaikan.

Pembelajaran STEM 5M Bermakna melalui Persoalan Sehari-hari

Unsur meaningful menghubungkan kegiatan STEM dengan pemecahan masalah yang relevan dalam kehidupan. Kedekatan konteks membantu murid memahami manfaat pengetahuan yang sedang dipelajari. 

Dalam siaran pers Kemendikdasmen pada 13 Agustus 2026, Direktur Guru Dikdas Rachmadi Widdiharto menjelaskan bahwa STEM membawa pembelajaran lebih dekat kepada persoalan nyata melalui keterhubungan antardisiplin ilmu. Kearifan lokal, seperti proses pembuatan tempe, juga disebut sebagai pintu masuk pembelajaran. 

Baca Juga: Sistem Ujian Terus Berubah, Bagaimana Hasil Evaluasi Bisa Membantu Memperbaiki Pendidikan? 

Contoh STEM 5M dari Kardus Menjadi Bangunan

Praktik pembelajaran menggunakan bahan sederhana telah ditampilkan dalam pemberitaan resmi Kemendikdasmen. Di RA Miftahul Falah Dawe, anak-anak membuat miniatur sekolah dari kardus dengan memikirkan susunan bangunan, memilih perekat, serta menghitung jumlah dan ukuran bahan.

Kegiatan tersebut mempertemukan proses merancang, mencoba, dan berhitung dalam satu pengalaman belajar. 

Guru dapat menyesuaikan tantangan dengan usia murid, memastikan bahan aman, serta menyediakan waktu untuk membicarakan hasil percobaan. Dari benda yang akrab dijumpai, rasa ingin tahu memperoleh ruang untuk tumbuh menjadi pemahaman.

Tags:
Stem 5M Pembelajaran murid Guru

Komentar Pengguna