Penggunaan masker yang sesuai, seperti respirator yang mampu menyaring partikel halus, dapat membantu mengurangi paparan saat berada di lingkungan berasap. Namun, masker tidak menghilangkan seluruh risiko dan tidak menggantikan upaya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika polusi tinggi.
Citra satelit NASA melalui instrumen VIIRS pada NOAA-21 memperlihatkan titik panas karhutla di Indonesia, sementara pengamatan indeks aerosol menunjukkan keberadaan partikel asap di Kalimantan dan wilayah lain, termasuk negara tetangga.
Data AERONET yang dikutip dalam pemberitaan juga mencatat nilai AOD tinggi di Pontianak, Jambi, dan Singapura. Kondisi kering dan kekeringan yang berkaitan dengan El Niño disebut turut memperburuk kebakaran di sejumlah wilayah.
Meski citra satelit memberikan gambaran penting mengenai sebaran panas dan aerosol, masyarakat tetap perlu merujuk pada pengukuran kualitas udara setempat untuk memahami tingkat polusi dan potensi risikonya.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir