ASN & Karier
Hilmi An Naufal

Peluang Green Jobs Makin Besar, Kemdiktisaintek Mulai Petakan Kebutuhan Tenaga Kerja Energi Terbarukan

Peluang Green Jobs Makin Besar, Kemdiktisaintek Mulai Petakan Kebutuhan Tenaga Kerja Energi Terbarukan

13 Oktober 2026 | 06:20

KebonCinta.com — Peluang kerja di sektor energi terbarukan mulai menjadi perhatian pemerintah dan perguruan tinggi.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong pemetaan kebutuhan industri agar mahasiswa dapat dipersiapkan sebelum lulus.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menilai kampus perlu mengetahui lebih awal kemampuan apa yang benar-benar dibutuhkan industri.

“Jangan sampai menunggu mereka lulus, lalu ada gap, atau bahkan gap-nya ini sulit ditutup,” ujar Stella.

Ia menjelaskan pemetaan kebutuhan tenaga kerja penting agar kurikulum, keterampilan mahasiswa dan penelitian kampus lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.

Salah satu sektor yang sedang berkembang adalah energi terbarukan.

Bidang tersebut mencakup energi surya, angin, penyimpanan energi hingga berbagai teknologi pendukung transisi energi.

Kebutuhan talenta juga berkaitan dengan rencana pengembangan PLTS berkapasitas besar di Indonesia.

Pemerintah menyebut Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 GWp sebagai salah satu konteks yang membuat kebutuhan tenaga dengan kompetensi energi surya semakin relevan.

Perguruan tinggi, khususnya politeknik, dinilai mempunyai posisi penting dalam menyiapkan tenaga terampil.

Mahasiswa tidak cukup hanya mendapatkan materi melalui seminar.

Pengalaman praktik juga dibutuhkan.

Baca Juga: Jabar Sakola Gratiskan SPP Sekolah Swasta, Ada Bantuan Seragam hingga Ongkos untuk Siswa Kurang Mampu 

METI Energi Muda mendorong kegiatan seperti prototyping serta program yang terhubung dengan pengabdian masyarakat.

Pendekatan tersebut dapat membantu mahasiswa mempunyai portofolio sebelum masuk dunia kerja.

“Green job ini menjadi salah satu PR yang harus segera bisa terealisasikan, khususnya di Indonesia,” ujar Ketua METI Energi Muda Alif Zulviqar.

Menurutnya, mahasiswa perlu mengetahui bahwa sektor energi hijau tidak hanya menawarkan isu lingkungan.

Di dalamnya terdapat peluang ekonomi, profesi dan pengembangan teknologi.

Pekerjaan di sektor energi terbarukan dapat mencakup berbagai latar belakang.

Lulusan teknik elektro misalnya dapat bekerja pada sistem tenaga dan kelistrikan.

Teknik mesin dapat terlibat pada pengoperasian maupun pemeliharaan perangkat.

Lulusan informatika juga berpotensi berperan melalui sistem monitoring, otomasi maupun pengolahan data.

Sementara bidang ekonomi, manajemen dan kebijakan juga dibutuhkan untuk mendukung pembiayaan, bisnis serta regulasi energi.

Karena itu, green jobs tidak hanya terbatas pada satu jurusan kuliah.

Mahasiswa yang ingin masuk sektor ini dapat mulai menyiapkan diri dengan memperkuat kompetensi sesuai bidang masing-masing.

Pengalaman magang, proyek penelitian dan sertifikasi juga dapat menjadi nilai tambah.

Kemdiktisaintek dan METI kini memulai tahap problem mapping dan demand mapping.

Tujuannya untuk mengetahui persoalan nyata yang dihadapi industri serta jenis talenta yang dibutuhkan.

Hasil pemetaan diharapkan membantu kampus menyesuaikan program pendidikan dan riset secara lebih tepat.

Bagi mahasiswa yang sedang menentukan arah karier, sektor energi terbarukan dapat menjadi salah satu bidang yang patut dipantau.

Perkembangan green energy berpotensi menciptakan semakin banyak jenis pekerjaan baru seiring investasi dan proyek energi bersih terus berkembang.

Tags:
Green Jobs Energi Terbarukan Mahasiswa Kemdiktisaintek PLTS Karier Kampus teknologi

Komentar Pengguna