Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

Pemkab Majalengka Siapkan Bantuan Irigasi Rp13 Miliar di 80 Titik, Targetkan Petani Bisa Tanam Tiga Kali Setahun

Pemkab Majalengka Siapkan Bantuan Irigasi Rp13 Miliar di 80 Titik, Targetkan Petani Bisa Tanam Tiga Kali Setahun

27 Oktober 2026 | 22:07

KebonCinta.com — Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengoptimalkan bantuan pembangunan irigasi pertanian senilai sekitar Rp13 miliar untuk meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian. Program tersebut ditargetkan dapat membantu petani meningkatkan frekuensi tanam hingga tiga kali dalam satu tahun.

Bantuan difokuskan pada pengembangan irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan yang tersebar di sekitar 80 titik. Pemerintah daerah memprioritaskan kawasan pertanian yang membutuhkan tambahan pasokan air, terutama lahan tadah hujan.

Bupati Majalengka Eman Suherman menjelaskan program tersebut dalam keterangannya pada Senin, 26 Oktober 2026. Menurutnya, peningkatan akses air menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian pada musim kemarau.

BANTUAN IRIGASI UNTUK LAHAN TADAH HUJAN

 

Pemerintah daerah menargetkan bantuan tersebut dapat membantu petani yang selama ini menghadapi keterbatasan air pada musim tanam tertentu. Kondisi tersebut dapat menyebabkan sebagian lahan hanya ditanami satu kali dalam satu tahun.

Melalui fasilitas irigasi tambahan, petani diharapkan memiliki kesempatan memperluas jadwal tanam. Pemerintah menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari kondisi sekitar satu hingga 1,7 menjadi tiga kali tanam dalam setahun.

Meski demikian, peningkatan tersebut masih merupakan sasaran program. Keberhasilannya akan bergantung pada ketersediaan air, kondisi lahan, pengoperasian fasilitas, serta kemampuan petani memanfaatkan sarana yang dibangun.

ANGGARAN POMPANISASI DAN PERPIPAAN

Program bantuan mencakup dua jenis fasilitas, yakni irigasi perpompaan atau irpom serta irigasi perpipaan atau irpip.

Berdasarkan alokasi teknis yang disampaikan pemerintah daerah, nilai bantuan irigasi perpompaan mencapai Rp155,7 juta per unit. Sementara itu, bantuan irigasi perpipaan dialokasikan sebesar Rp97 juta per unit.

Kedua bentuk bantuan tersebut memiliki fungsi yang saling mendukung dalam pengelolaan air. Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan kondisi geografis, sumber air, dan kebutuhan lahan pertanian yang menjadi lokasi sasaran.

SELEKSI PENERIMA BERDASARKAN SUMBER AIR

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Majalengka, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi bantuan dilakukan berdasarkan verifikasi dan kajian teknis.

Menurutnya, lahan yang menerima bantuan harus membutuhkan pasokan air serta memiliki sumber air permukaan atau air tanah yang dapat dimanfaatkan. Penilaian tersebut dilakukan agar fasilitas yang dibangun benar-benar dapat digunakan secara efektif.

Artinya, penetapan penerima tidak hanya didasarkan pada permintaan kelompok tani. Kesesuaian kondisi lapangan menjadi pertimbangan penting dalam proses penentuan lokasi.

KERJA SAMA MENANGANI KEKERINGAN

Selain membangun fasilitas irigasi, pemerintah daerah bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai untuk meningkatkan ketersediaan air pertanian.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan sodetan untuk membantu penanganan kekeringan di sejumlah kawasan. Pemerintah menyebutkan penanganan di Kecamatan Kertajati dan Jatitujuh turut berkaitan dengan peningkatan luas panen dari sekitar 500 hektare menjadi 2.000 hektare.

Peningkatan tersebut menjadi salah satu gambaran pentingnya penyediaan air dalam mendukung produktivitas lahan. Namun, hasil di satu wilayah tidak dapat langsung dijadikan ukuran keberhasilan seluruh lokasi penerima bantuan.

PETANI BERHARAP DAPAT TANAM LEBIH SERING

Salah satu perwakilan kelompok tani penerima bantuan, Yana, menyampaikan bahwa keterbatasan air selama Musim Tanam Kedua (MT2) dan Musim Tanam Ketiga (MT3) masih menjadi kendala di lahan tadah hujan.

Dengan adanya fasilitas perpompaan dan perpipaan, kelompok tani berharap memperoleh pasokan air yang lebih baik. Harapan tersebut diarahkan agar kegiatan pertanian tidak sepenuhnya bergantung pada curah hujan.

Para petani juga menyatakan kesiapan untuk mengelola serta merawat fasilitas yang diterima secara bersama-sama.

PEMELIHARAAN JADI KUNCI KEBERLANJUTAN

Bupati Eman Suherman mengingatkan kelompok tani agar memelihara bantuan irigasi sebagai aset bersama. Pemerintah tidak ingin fasilitas yang telah dibangun hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek.

DKP3 juga menyiapkan pendampingan untuk memastikan pelaksanaan bantuan sesuai ketentuan. Pendampingan tersebut mencakup pengelolaan yang transparan, akuntabel, serta pemeliharaan sarana.

Selain bantuan irigasi, pemerintah daerah berupaya menjaga kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dengan luasan inti lebih dari 37 ribu hektare.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan keberadaan lahan produktif Majalengka sekaligus menjaga kemampuan produksi pangan daerah di tengah perubahan musim dan pembangunan wilayah.

Tags:
bantuan irigasi Majalengka pertanian Majalengka 2026 DKP3 Majalengka irigasi perpompaan irigasi perpipaan petani Kertajati petani Jatitujuh bantuan pertanian.

Komentar Pengguna