Kesehatan
Rahman Abdullah

Penderita Asam Urat Perlu Tahu, 5 Sayuran Ini Sebaiknya Dikonsumsi dengan Bijak

Penderita Asam Urat Perlu Tahu, 5 Sayuran Ini Sebaiknya Dikonsumsi dengan Bijak

11 Oktober 2026 | 15:32

KebonCinta.com-- Sayuran sering menjadi pilihan utama ketika seseorang ingin menjalani pola makan sehat. Namun, bagi orang yang memiliki kadar asam urat tinggi, memilih makanan tidak cukup hanya dengan mempertimbangkan kandungan vitamin dan mineral. Jenis bahan pangan serta jumlah yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan.

Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin, yaitu senyawa yang secara alami terdapat dalam tubuh dan sejumlah makanan. Jika kadar asam urat terlalu tinggi, kristal dapat terbentuk di persendian dan memicu serangan gout yang ditandai dengan nyeri, pembengkakan, serta kemerahan.

Selama ini, makanan tinggi purin sering dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan asam urat. Beberapa sayuran dan bahan pangan nabati juga mengandung purin, tetapi pengaruhnya tidak selalu sama dengan purin dari daging tertentu atau jeroan.

Karena itu, penderita asam urat tidak perlu langsung menghindari semua sayuran yang mengandung purin. Hal yang lebih penting adalah memahami jenis makanan, mengatur porsi, dan menerapkan pola makan seimbang.

Berikut lima jenis sayuran dan bahan pangan nabati yang kerap menjadi perhatian dalam pengaturan pola makan penderita asam urat.

Baca Juga: Hasil MotoGP Mandalika 2026, Marco Bezzecchi Juara dan Marc Marquez Finis Keenam 

1. Bayam, sayuran bergizi yang tetap perlu dikonsumsi secara wajar

Bayam dikenal sebagai sayuran yang kaya nutrisi dan mudah ditemukan dalam menu sehari-hari. Sayuran ini dapat diolah menjadi sayur bening, tumisan, maupun berbagai hidangan lainnya.

Meski memiliki banyak manfaat, bayam mengandung purin sehingga kerap masuk dalam pembahasan mengenai makanan untuk penderita asam urat.

Namun, kandungan purin pada sayuran tidak serta-merta membuat bayam harus dihindari. Bukti penelitian menunjukkan bahwa purin dari sayuran tidak memiliki hubungan yang sama kuat dengan risiko gout seperti purin dari sejumlah sumber hewani.

Penderita asam urat dapat tetap mengonsumsi bayam sebagai bagian dari menu yang beragam. Perhatikan porsi makan secara keseluruhan dan hindari anggapan bahwa satu jenis sayuran saja menjadi penyebab utama meningkatnya kadar asam urat.

2. Jamur, perhatikan porsi dan pola makan secara keseluruhan

Jamur menjadi bahan pangan yang populer karena rasanya khas dan dapat diolah menjadi berbagai menu, mulai dari sup hingga tumisan.

Sejumlah jenis jamur mengandung purin dalam jumlah yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, orang yang sedang mengatur asupan purin dapat mempertimbangkan jenis serta jumlah jamur yang dikonsumsi.

Meski demikian, jamur tidak harus dikeluarkan sepenuhnya dari menu harian hanya karena memiliki kandungan purin. Pengaruh makanan terhadap kadar asam urat perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk kebiasaan makan dan kondisi kesehatan seseorang.

Cara pengolahan juga patut diperhatikan. Jamur yang dimasak dengan banyak garam, lemak, atau bahan tambahan lainnya dapat membuat hidangan menjadi kurang sesuai untuk pola makan sehat jika dikonsumsi terlalu sering.

Baca Juga: Barcelona Sapu Bersih 8 Laga Awal Liga Spanyol, Atletico Madrid Tertinggal 5 Poin 

3. Kacang-kacangan tetap bisa menjadi sumber nutrisi

Kacang merah, kacang hijau, kacang polong, dan berbagai jenis kacang lainnya sering digunakan dalam makanan sehari-hari. Bahan pangan ini menyediakan protein nabati, serat, serta sejumlah zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Sebagian kacang-kacangan mengandung purin, sehingga kerap dianggap sebagai makanan yang perlu dihindari oleh penderita asam urat. Padahal, hubungan antara konsumsi kacang-kacangan dan risiko gout tidak sesederhana itu.

Purin dari sumber nabati secara umum tidak menunjukkan kaitan dengan risiko gout yang sama seperti purin dari beberapa sumber hewani. Karena itu, kacang-kacangan masih dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.

Yang perlu diperhatikan adalah porsi dan cara penyajiannya. Kacang yang diolah menjadi makanan tinggi gula, garam, atau lemak tentu perlu dipertimbangkan berbeda dibandingkan kacang yang dimasak secara sederhana.

4. Brokoli, tidak perlu langsung dicoret dari menu

Brokoli kerap dipilih karena mengandung serat dan berbagai zat gizi.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Asam Urat sayuran purin Kesehatan

Komentar Pengguna