keboncinta.com- Dalam kehidupan umat Islam, istilah wirid, zikir, dan istighotsah sering terdengar ketika mengikuti pengajian, kegiatan pesantren, maupun ibadah di masjid dan musala.
Ketiga istilah tersebut berkaitan dengan aktivitas mengingat Allah SWT, membaca kalimat-kalimat tertentu, serta memanjatkan doa.
Namun, sebagian masyarakat masih menganggap wirid, zikir, dan istighotsah mempunyai arti yang sama.
Padahal, dalam tradisi keilmuan Islam, ketiganya memiliki pengertian dan penekanan yang berbeda meskipun sering dilaksanakan dalam satu rangkaian kegiatan.
Sebagai contoh, seseorang dapat membaca zikir setelah salat, mengamalkan wirid secara rutin setiap hari, atau mengikuti istighotsah bersama ketika menghadapi suatu kesulitan.
Lantas, apa perbedaan wirid, zikir, dan istighotsah, bagaimana contoh bacaannya, serta apa tujuan pelaksanaannya?
Zikir berasal dari bahasa Arab dzikr yang berarti mengingat atau menyebut.
Dalam ajaran Islam, zikir merupakan aktivitas mengingat Allah SWT, baik melalui ucapan, hati, maupun bentuk penghayatan yang sesuai dengan tuntunan agama.
Zikir dapat dilakukan dengan membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istigfar, serta bacaan lain yang mengandung pengagungan dan pengingatan kepada Allah.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 41:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya."
Ayat tersebut menjadi salah satu dasar penting mengenai anjuran memperbanyak zikir.
Zikir tidak harus dilakukan dalam suatu acara khusus. Seseorang dapat berzikir setelah salat, ketika beristirahat, atau pada kesempatan lain yang sesuai.
Beberapa bacaan zikir yang dikenal luas antara lain:
Tasbih
سُبْحَانَ اللَّهِ
Subhanallah.
Artinya: Mahasuci Allah.
Tahmid
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillah.
Artinya: Segala puji bagi Allah.
Tahlil
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ
La ilaha illallah.
Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.
Takbir
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar.
Artinya: Allah Mahabesar.
Bacaan tersebut dapat menjadi bagian dari amalan harian seorang Muslim.
Wirid dalam penggunaan masyarakat Indonesia biasanya merujuk pada bacaan zikir, doa, atau ayat Al-Qur'an yang diamalkan secara teratur.
Istilah tersebut mempunyai hubungan dengan kata Arab wird, yang digunakan untuk menyebut bagian bacaan atau amalan yang dijalankan secara rutin.
Sebagai contoh, seseorang membiasakan membaca istigfar dan selawat setiap selesai salat.
Kebiasaan tersebut dapat disebut sebagai wirid karena dilakukan secara berulang dan teratur.
Dalam tradisi pesantren maupun tarekat, terdapat pula susunan wirid tertentu yang diajarkan oleh guru atau mursyid.
Dengan demikian, wirid dapat dipahami sebagai amalan rutin, sedangkan zikir merupakan istilah yang lebih luas untuk aktivitas mengingat Allah.
Baca Juga: Menggapai Kejujuran, Keikhlasan, Rezeki, dan Keselamatan Melalui Wirid
Perbedaan utama keduanya berkaitan dengan cakupan dan kebiasaan pelaksanaannya.
Zikir merupakan istilah umum yang mencakup aktivitas mengingat Allah.
Sementara wirid biasanya merujuk pada bacaan atau amalan yang dilakukan secara rutin dengan susunan tertentu.
Sebagai contoh, ketika seseorang mengucapkan Subhanallah secara spontan, ia sedang berzikir.
Ketika seseorang membaca rangkaian tasbih, tahmid, dan takbir secara rutin setelah salat, kegiatan tersebut dapat disebut wirid.
Namun, kedua istilah tidak sepenuhnya terpisah. Wirid sering berisi zikir, sedangkan zikir dapat menjadi bagian dari wirid.
Istighotsah berasal dari bahasa Arab istighatsah, yang secara bahasa berkaitan dengan permohonan pertolongan.
Dalam konteks kegiatan keagamaan Islam di Indonesia, istighotsah umumnya dipahami sebagai kegiatan memohon pertolongan kepada Allah SWT melalui doa, zikir, dan bacaan-bacaan keagamaan.
Istighotsah sering diselenggarakan secara berjamaah di pesantren, sekolah, masjid, dan lingkungan masyarakat.
Namun, istighotsah juga dapat dilakukan secara pribadi melalui doa memohon pertolongan Allah.
Dalam Al-Qur'an Surah Al-Anfal ayat 9, terdapat penjelasan mengenai permohonan pertolongan kaum Muslim kepada Allah ketika menghadapi keadaan sulit.
Ayat tersebut menjadi salah satu rujukan mengenai konsep memohon pertolongan kepada Allah.
Dalam tradisi keagamaan masyarakat Indonesia, istighotsah dapat dilaksanakan ketika menghadapi musibah, mendoakan keselamatan, atau memohon kemudahan dalam suatu urusan.
Susunan bacaan istighotsah dapat berbeda berdasarkan tradisi dan bimbingan ulama.
Secara umum, kegiatan dapat memuat:
Rangkaian tersebut bukan satu susunan baku yang diwajibkan kepada seluruh umat Islam.
Sebagian majelis menggunakan bacaan tambahan sesuai tradisi yang dianut.
Contoh pelaksanaan istighotsah dapat ditemukan dalam kegiatan MTsN 2 Way Kanan yang dilaporkan Kementerian Agama pada Juli 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan melalui zikir serta doa bersama sebagai bagian dari pembinaan keagamaan.
Untuk mempermudah pemahaman, berikut perbandingannya.
| Istilah | Pengertian | Penekanan |
|---|---|---|
| Zikir | Mengingat dan menyebut Allah | Aktivitas mengingat Allah |
| Wirid | Bacaan atau amalan yang dilakukan rutin | Keteraturan amalan |
| Istighotsah | Permohonan pertolongan kepada Allah | Tujuan meminta pertolongan |
Ketiganya dapat saling berkaitan.
Misalnya, dalam kegiatan istighotsah, jamaah dapat membaca zikir yang juga menjadi bagian dari wirid harian mereka.
Karena itu, perbedaannya bukan semata-mata terletak pada jenis bacaan, tetapi juga tujuan dan pola pelaksanaannya.
Istighotsah tidak harus selalu dilaksanakan secara berjamaah.
Seseorang dapat memohon pertolongan kepada Allah secara pribadi melalui doa.
Namun, di lingkungan pesantren dan masyarakat, istighotsah bersama menjadi salah satu bentuk kegiatan yang sering dilakukan.
Pelaksanaan berjamaah dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan menguatkan semangat saling mendukung.
Dalam kegiatan resmi, Kementerian Agama juga pernah menyelenggarakan rangkaian zikir, doa, dan istighotsah bersama sebagai bagian dari pembinaan spiritual.
Meski demikian, bentuk kegiatan bersama tidak boleh dianggap sebagai kewajiban agama yang harus diikuti oleh setiap Muslim.
Kedua istilah ini sering tertukar karena memiliki bunyi yang hampir serupa.
Istigfar berarti memohon ampunan kepada Allah atas dosa dan kesalahan.
Contoh bacaannya adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Astaghfirullah.
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah.
Sementara istighotsah berarti memohon pertolongan.
Dengan demikian, istigfar dapat menjadi bagian dari rangkaian istighotsah, tetapi keduanya bukan istilah yang mempunyai arti sama.
Dalam melaksanakan ketiga amalan tersebut, seorang Muslim perlu memperhatikan niat dan pemahamannya.
Pertama, arahkan ibadah dan permohonan pertolongan kepada Allah SWT.
Kedua, usahakan memahami makna bacaan yang diamalkan.
Ketiga, jangan menganggap suatu susunan wirid sebagai kewajiban agama tanpa dasar yang jelas.
Keempat, hindari keyakinan bahwa jumlah bacaan tertentu pasti menghasilkan kekayaan, kesembuhan, atau keberhasilan duniawi.
Kelima, hormati perbedaan praktik keagamaan yang mempunyai landasan keilmuan.
Pesantren tidak hanya menjadi tempat mempelajari ilmu fikih, bahasa Arab, dan Al-Qur'an, tetapi juga mengajarkan pembiasaan ibadah serta pembinaan akhlak.
Wirid dapat menjadi bagian dari rutinitas santri setelah salat, sedangkan zikir diajarkan sebagai bentuk mengingat Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun istighotsah sering menjadi sarana doa bersama ketika pesantren atau masyarakat menghadapi kebutuhan dan keadaan tertentu.
Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Syifa al-Qulub UIN Sunan Gunung Djati Bandung juga memperlihatkan bahwa wirid, doa, dan zikir menjadi bagian dari praktik keagamaan sejumlah komunitas tarekat di Jawa Barat.
Melalui pembelajaran yang benar, santri dapat memahami bahwa inti kegiatan tersebut bukan sekadar banyaknya bacaan, melainkan penghayatan makna, keikhlasan, dan konsistensi beribadah.
Dengan mengenal perbedaan wirid, zikir, dan istighotsah, masyarakat dapat memahami hubungan ketiganya sekaligus menghargai keragaman tradisi keagamaan Islam yang berkembang di Indonesia.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir