KebonCinta.com - Setelah hari yang melelahkan, tubuh ingin beristirahat, tetapi pikiran justru terasa semakin ramai. Bayangan atau gagasan yang tidak diinginkan muncul berulang, membuat perhatian sulit kembali pada pekerjaan maupun kegiatan sehari-hari.
Stres dan kurang tidur dapat ikut memperberat keadaan tersebut. Namun, keduanya bukan satu-satunya penjelasan bagi setiap pikiran mengganggu, sehingga pengalaman seseorang tidak bisa disimpulkan hanya dari kebiasaan tidurnya.
Menurut HelpGuide, stres dan kecemasan dapat berkontribusi terhadap pikiran yang tidak diinginkan. Mengurangi tekanan sehari-hari dapat membantu menurunkan intensitas atau frekuensinya, meskipun tidak menjamin pikiran tersebut hilang seluruhnya.
Baca Juga: Sering Lelah dan Stres Karena Pekerjaan? Ini Cara Menjaga Kesehatan Mental
Saat banyak tuntutan datang bersamaan, pikiran mengganggu dapat terasa lebih menyita perhatian. Kekhawatiran terhadap kemunculannya juga bisa menambah beban yang sudah dirasakan.
Karena itu, penting untuk memperhatikan keadaan saat pikiran tersebut terasa lebih berat. Apakah sedang menghadapi tekanan pekerjaan, kurang beristirahat, atau mengalami perubahan rutinitas?
Penelitian University of York bersama University of East Anglia memberikan gambaran mengenai hubungan tidur dan pengendalian ingatan yang tidak diinginkan.
Dalam penelitian terhadap 85 orang dewasa sehat, peserta yang terjaga sepanjang malam menunjukkan kesulitan melibatkan bagian otak yang membantu menekan pengambilan kembali ingatan. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences dan dijelaskan University of York pada 8 Januari 2025.
Penelitian tersebut menggunakan tugas ingatan di laboratorium. Hasilnya mendukung pentingnya tidur bagi pengendalian ingatan, tetapi tidak berarti semua bentuk pikiran mengganggu pasti disebabkan kurang tidur.
Baca Juga: Jangan Biarkan Tingkah Siswa Membuat Stres, Ini Cara Guru Menenangkan Diri
Hubungan keduanya dapat berjalan dua arah. Stres membuat seseorang sulit tenang menjelang tidur, sementara kurang tidur dapat menyulitkan pengelolaan emosi dan perhatian pada hari berikutnya.
HelpGuide menjelaskan bahwa pola tersebut dapat membentuk lingkaran: tekanan mengganggu tidur, lalu tidur yang kurang berkualitas membuat tekanan sehari-hari semakin sulit dihadapi.
Memperhatikan pola tidur menjadi bagian dari pengelolaan kondisi ini, bukan sekadar usaha memaksa pikiran berhenti.
Mulailah dengan menyediakan waktu tidur yang cukup dan menjaga rutinitas istirahat. Perhatikan pula konsumsi kafein atau alkohol apabila keduanya memperburuk kecemasan maupun tidur.
HelpGuide juga menyarankan berbicara dengan orang tepercaya dan melakukan aktivitas fisik untuk membantu mengurangi stres. Pilih kegiatan yang sesuai kemampuan, tanpa menjadikannya tuntutan tambahan.
Jika pikiran mengganggu terus menimbulkan kecemasan berat atau menghambat aktivitas, konsultasi dengan tenaga profesional kesehatan mental dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai.
Baca Juga: Jangan Biasakan Begadang! Ini Hubungan Tidur dengan Mood, Stres, dan Konsentrasi
Stres dan kurang tidur dapat membuat pikiran mengganggu lebih sulit dikelola. Memperbaiki istirahat serta mengurangi tekanan merupakan langkah pendukung, sementara keluhan yang menetap perlu mendapat perhatian lebih lanjut. ***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir