Pendidikan
Dewi Safitri

PKW Jadi Mapel Pilihan Terfavorit TKA 2025, Hampir 50 Persen Siswa Raih Kategori Nilai Kurang

PKW Jadi Mapel Pilihan Terfavorit TKA 2025, Hampir 50 Persen Siswa Raih Kategori Nilai Kurang

17 Oktober 2026 | 21:55

KebonCinta.com - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 menunjukkan bahwa Projek Kreatif dan Kewirausahaan (PKW) menjadi mata pelajaran pilihan yang paling banyak diminati siswa SMA, SMK, dan MA. Sebanyak 1.281.878 peserta memilih mata pelajaran tersebut. 

Namun, tingginya jumlah peminat belum sepenuhnya sejalan dengan capaian akademik peserta, karena hampir separuh siswa masih berada dalam kategori nilai kurang.

Baca Juga: Jangan Ikut Pilihan Teman, Ini yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Mapel TKA 2026 

Berdasarkan data hasil TKA 2025 yang dipublikasikan melalui laman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), total pendaftar TKA mencapai 3.518.167 siswa kelas XII dari jenjang SMA, SMK, dan MA. Peserta dari SMA tercatat sekitar 1,75 juta siswa, disusul SMK sekitar 1,59 juta siswa dan MA sekitar 506 ribu siswa.

Tingginya pemilihan PKW memperlihatkan besarnya perhatian siswa terhadap bidang yang berkaitan dengan produksi, pemasaran, pengembangan produk, hingga pengelolaan usaha. Meski demikian, hasil penilaian menunjukkan bahwa penguasaan kompetensi kewirausahaan masih perlu diperkuat.

Baca Juga: Jangan Ikut Pilihan Teman, Ini yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Mapel TKA 2026 

Hampir separuh peserta PKW berada pada kategori kurang

Dalam mata pelajaran PKW, nilai rata-rata nasional tercatat sebesar 56,34. Distribusi hasil penilaian menunjukkan 49,19 persen peserta berada pada kategori kurang, 23,93 persen kategori memadai, 19,91 persen kategori baik, dan 6,97 persen kategori istimewa.

Peserta dalam kategori kurang telah menunjukkan kemampuan dasar, antara lain menentukan konsep produksi, pemasaran, dan distribusi serta mengenali komponen proposal usaha dan berbagai jenis hak kekayaan intelektual (HKI). Namun, capaian tersebut belum mencakup keseluruhan kompetensi yang diharapkan dalam pengelolaan usaha.

Pada kategori memadai, siswa dinilai telah mampu memahami tahapan produksi dan pengembangan produk, merumuskan strategi pemasaran serta distribusi, menghitung biaya produksi, memanfaatkan peluang usaha, mengendalikan mutu produk, dan mengidentifikasi klasifikasi HKI.

Sementara itu, peserta kategori baik telah menunjukkan kemampuan lebih lanjut, seperti merencanakan pengembangan produk, menentukan harga jual, menilai potensi usaha, menyusun strategi pemasaran, menyelesaikan persoalan HKI, serta membuat laporan usaha sederhana secara sistematis.

Adapun siswa dalam kategori istimewa dinilai mampu mengevaluasi strategi produksi, pengembangan produk, pemasaran, dan distribusi. Mereka juga dapat menyusun rekomendasi peningkatan mutu, mengembangkan rancangan usaha inovatif, menilai kelayakan harga jual, serta menganalisis laporan usaha untuk merumuskan tindak lanjut.

Perbedaan capaian tersebut menunjukkan bahwa kompetensi kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengenali peluang bisnis. Siswa juga perlu menguasai aspek perencanaan, pengambilan keputusan, pengendalian mutu, perlindungan kekayaan intelektual, dan evaluasi keberlanjutan usaha.

Peminat terbanyak tidak selalu memiliki nilai rata-rata tertinggi

Selain PKW, sejumlah mata pelajaran lain juga menjadi pilihan utama peserta TKA 2025. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) menempati posisi kedua dengan 1.087.283 peserta. Berikutnya, Biologi dipilih 715.067 siswa dan Sosiologi sebanyak 697.192 siswa.

Ekonomi berada di urutan berikutnya dengan 619.018 peserta. Sementara itu, Matematika Lanjut dipilih 400.336 siswa, Sejarah 396.995 siswa, dan Bahasa Indonesia Lanjut 391.283 siswa.

Pada kelompok mata pelajaran sains, Kimia dipilih 361.634 siswa, Geografi 308.062 siswa, dan Fisika 294.424 siswa. Bahasa Inggris Lanjut tercatat memiliki 215.142 peserta.

Untuk mata pelajaran bahasa asing, Bahasa Arab dipilih 77.144 siswa dan Bahasa Jepang 42.275 siswa. Adapun Bahasa Mandarin dipilih 11.612 siswa, Bahasa Jerman 5.910 siswa, Bahasa Korea 3.352 siswa, dan Bahasa Prancis 1.770 siswa.

Menariknya, mata pelajaran dengan jumlah peminat tertinggi tidak otomatis memiliki rata-rata nilai tertinggi. Antropologi mencatat rata-rata nilai 70,43, sedangkan Geografi mencapai 70,36. Keduanya menjadi mata pelajaran pilihan dengan rata-rata tertinggi sebagaimana dilaporkan dalam data tersebut, meskipun jumlah pesertanya tidak sebesar PKW.

Antropologi dipilih oleh 24.949 siswa, sedangkan Geografi dipilih oleh 308.062 siswa. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa popularitas suatu mata pelajaran dan capaian akademik peserta merupakan dua hal yang perlu dibaca secara terpisah.

Hasil TKA menjadi bahan evaluasi pembelajaran

Data TKA 2025 memberikan gambaran mengenai pilihan mata pelajaran sekaligus tingkat penguasaan kompetensi siswa. Untuk PKW, besarnya jumlah peserta yang masih berada pada kategori kurang menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam evaluasi pembelajaran.

Penguatan pembelajaran kewirausahaan dapat diarahkan pada pengalaman praktik yang lebih terstruktur, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan pasar, menyusun rencana bisnis, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, hingga mengevaluasi hasil usaha. Pemahaman mengenai pemasaran digital, pengendalian kualitas, dan perlindungan kekayaan intelektual juga relevan untuk mendukung kompetensi siswa.

Meski demikian, hasil TKA tidak seharusnya ditafsirkan sebagai satu-satunya ukuran kemampuan siswa. Data tersebut perlu dibaca bersama proses pembelajaran, karakteristik mata pelajaran, serta kesempatan peserta untuk mengembangkan kompetensinya.

Dengan demikian, tingginya minat terhadap PKW dapat menjadi peluang bagi sekolah untuk memperkuat pendidikan kewirausahaan yang tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga membangun keterampilan analitis, kreativitas, dan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi nyata.

Tags:
mapel pilihan TKA 2025 mata pelajaran pilihan projek kreatif dan kewirausahaan

Komentar Pengguna